Langkah Awal Kolaborasi, UNS Teken Kerja Sama dengan Universitas Pakuan

Setelah ini akan ada kerja sama-kerja sama yang dijalin oleh prodi di UNS dengan prodi-prodi yang ada Universitas Pakuan.

  Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono seusai penandatanganan MoU di Universitas Pakuan, Jumat (23/9/2022). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono seusai penandatanganan MoU di Universitas Pakuan, Jumat (23/9/2022). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo menjalin kerja sama dengan Universitas Pakuan, Bogor.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua institusi pada Jumat (23/9/2022) di Universitas Pakuan. Penandatanganan ini dilakukan oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Nota kesepahaman ini berisi tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono berharap nota kesepahaman ini sebagai langkah awal untuk membangun kolaborasi antara dua institusi tersebut.

“Kami harapkan, kerja sama ini akan terus dibangun karena kita sudah punya bukti atau fondasi untuk mengadakan kegiatan-kegiatan bersama. Jadi, tidak hanya sebatas tanda tangan kemudian selesai, tapi harus ada action plan atau implementasinya. Misal UNS mau mengirim mahasiswa ke sini atau sebaliknya itu juga bisa,” tuturnya.

Baca Juga: UNS Sukses Menggelar Youth International Conference for Global Health 2022

Hal senada juga disampaikan oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho. Ia membuka lebar peluang-peluang dari penandatanganan nota kesepahaman ini.

“Semoga kerja sama ini bisa membawa manfaat bagi UNS dan Universitas Pakuan dan bisa berjalan secara simultan. Dalam bidang pendidikan, misal Universitas Pakuan mau mendirikan Fakultas Kedokteran [FK], bisa studi banding ke FK UNS karena sudah terakreditasi A,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar setelah ini akan ada kerja sama-kerja sama yang dijalin oleh prodi di UNS dengan prodi-prodi yang ada Universitas Pakuan.

Baca Juga: FP UNS Gandeng PT BGA Group Gelar Kuliah Umum tentang Sawit

“Kami sangat mendukung apabila dari prodi-prodi juga mengadakan kerja sama sehingga ada lanjutan dari nota kesepahaman ini. Terlebih, hal ini juga menjadi salah satu pemenuhan standar Indikator Kinerja Utama [IKU], terutama IKU 6,” pungkasnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      RS UNS Buka Layanan Patologi Forensik

      Mulai 1 Desember 2022, Rumah Sakit (RS) UNS yang berkerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah (Jateng), telah siap memberikan pelayanan patologi forensik.

      Cianjur Sudah Sering Hancur Diguncang Gempa

      Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan zona rawan gempa yang telah sering kali rusak akibat bencana alam.

      Proyek IKN Nusantara, Menteri PUPR: 183 Investor dari Malaysia Berminat

      Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan 183 investor dari Malaysia berminat terhadap proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

      Deretan Penghuni Pertama IKN Nusantara

      Inilah deretan orang yang akan menjadi penghuni pertama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 2024 mendatang.

      Besok, Siaran Televisi Analog di Soloraya Dihentikan

      Selain wilayah Soloraya, penghentian siaran analog pada 2 Desember 2022 juga dilakukan di wilayah Yogyakarta, dan Jabar.

      Profil Veronica Yulis Prihayati, Wanita Berpangkat AKBP dan Tugas di Baharkam

      Profil Veronica Yulis Prihayati merupakan istri KSAL Laksamana Yudo Margono dan menjabat ketua umum Jalasenastri TNI AL.

      Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi

      Kementerian BUMN segera membuka Rekrutmen bersama bumn batch 2 dan diikuti 30 perusahaan BUMN.

      Mendagri Ungkap Daerah dengan Serapan APBD Rendah, Ini Daftarnya

      Sejumlah daerah serapan APBD masih rendah meski tahun anggaran 2022 tinggal sebulan selesai.

      14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Jumlah Dokter Jantung Minim

      Menkes mengatakan kelainan jantung bawaan menjadi penyebab kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia.

      Usul Kriteria Pemimpin Ditambah, Bahlil: Selain Rambut Putih, Berkepala Botak

      Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan saran tambahan kepada Presiden Jokowi terkait kriteria pemimpin pada Pilpres 2024, yakni berkepala botak.

      Hanya 20 Persen RSUD di Indonesia yang Bisa Pasang Ring Jantung

      Kemenkes akan mengalokasikan anggaran agar rumah sakit daerah tersebut memiliki dokter spesialis jantung.

      Gempita Piala Dunia Qatar, 400 Nyawa jadi Tumbal

      Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3,13 kuadriliun.

      Jokowi Sebut Maluku Utara Provinsi Paling Bahagia di Indonesia, Ini Alasannya

      Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut warga di Provinsi Maluku Utara menjadi yang paling bahagia di Indonesia.

      Belum Ditemukan, Pilot Helikopter Polri Diperkirakan Masih Terikat di Kokpit

      Ia menjelaskan, asumsi pertama pilot Helikopter NBO-105 Polri tersebut masih berada di dalam kokpit.

      Presiden Geram Uang APBD Rp278 Triliun Ngendon di Bank

      Tahun ini, menurut Presiden, uang APBD yang ngendon di bank mencapai Rp278 triliun.

      Jumlah Dokter Jantung Anak Minim, Menkes: 14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun

      Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sekitar 14.000 bayi meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease.