Lakukan Pelanggaran! Pemprov DKI Jakarta Tutup Seluruh Outlet Holywings

Pemprov DKI Jakarta akhirnya menutup seluruh outlet Holywings di wilayahnta karena melakukan berbagai pelanggaran.

 Holywings  bakal hadir di Soloraya, tepatnya di kompleks The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo. (holywings.com)

SOLOPOS.COM - Holywings bakal hadir di Soloraya, tepatnya di kompleks The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo. (holywings.com)

Solopos.com, JAKARTA — Izin usaha seluruh outlet Holywings yang ada di Jakarta secara resmi dicabut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pencabutan izin seluruh outlet Holywings tersebut karena diketahui ada berbagai pelanggaran yang dilakukan.

Pencabutan izin 12 outlet Holywings oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta itu berdasarkan rekomendasi dan temuan pelanggaran dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) DKI Jakarta.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Kepala DPMPTSP DKI Jakarta, Benny Agus Chandra, mengatakan ada 12 outlet Holywings Group yang dicabut izin usahanya.

“Sesuai arahan gubernur untuk bertindak tegas, sesuai ketentuan dan menjerakan, serta mendasarkan pada rekomendasi dan temuan dua OPD Pemprov DKI Jakarta, maka kami selaku Dinas PM-PTSP mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Benny yang dikutip dari ppid.jakarta.go.id, Senin (27/6/2022).

Baca Juga: Berikut Jejak Kontroversi Kafe Holywings, Langgar PPKM dan Hina Agama

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan gabungan bersama unsur DPPKUKM, DPMPTSP, dan Satpol PP. Dari peninjauan itu ditemukan beberapa pelanggaran yang menjadi dasar rekomendasi pencabutan izin.

Hasil penelitian dan pemeriksaan dokumen perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) serta pemantauan lapangan, beberapa outlet Holywings Group yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta terbukti ditemukan beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi.

Padahal sertifikat standar KBLI 56301 merupakan Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia yang harus dimililiki oleh operasional usaha bar yakni sebuah usaha yang kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan non-alkohol serta makanan kecil untuk umum di tempat usahanya.

Baca Juga: Kasus Holywings, Kemenag: Jangan Hanya Cari Untung

Penelusuran lebih lanjut, Holywings Group juga ternyata melanggar beberapa ketentuan dari DPPKUKM Provinsi DKI Jakarta, terkait penjualan minuman beralkohol di 12 outlet Holywings Group di DKI Jakarta.

Holywings juga diketahui hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikais Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol. Padahal dalam SKP ini penjualan minuman beralkohol hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat.

“Sedangkan, hasil pengawasan di lapangan, usaha tersebut [Holywings Group] melakukan penjualan minuman beralkohol untuk minum di tempat yang secara legalitas seharusnya memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung (SKPL) golongan B dan C dengan PB- UMKU KBLI 56301,” terang Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo.

Baca Juga: Dikecam Keras Soal Promosi Miras, Holywings Meminta Maaf

Dari tujuh outlet Holywings yang memiliki SKP KBLI 47221, bahkan ada lima outlet lainnya yang tidak memiliki surat tersebut.

Rekomendasi dari dua OPD tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk selanjutnya diajukan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dengan demikian, seluruh izin usaha dari 12 outlet dari Holywings Group dapat dicabut segera.

Adapun 12 outlet Holywings di Jakarta yang dicabut izin operasionalnya:

Baca Juga: Kasus Promosi Miras di Holywings, Admin hingga Direktur Jadi Tersangka

  1. Holywings yang berada di Kelurahan Tanjung Duren Utara;
    2. Holywings Kalideres;
    3. Holywings di Kelapa Gading Barat;
    4. Tiger;
    5. Dragon;
    6. Holywings PIK;
    7. Holywings Reserve Senayan;
    8. Holywings Epicentrum;
    9. Holywings Mega Kuningan;
    10. Garison;
    11. Holywings Gunawarman; dan
    12. Vandetta Gatsu.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Jaksa Yakin Hakim Bakal Hukum Motivator Julianto Eka Putra

      Terdakwa Julianto Eka Putra telah dituntut 15 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

      Pengacara Sebut Asmara Polwan dan Ferdy Sambo, Benarkah Rita Yuliana?

      Pada pertengahan Juli lalu nama AKP Rita Yuliana viral di media sosial karena dikaitkan dengan kasus tewasnya Brigadir J.

      Bharada E: Jika Tidak Menembak, Saya yang Ditembak

      Jika tidak menembak, Bharada E yakin dirinya yang akan ditembak hingga mati.

      Ekosistem Teknologi Kemendikbudristek Wujudkan Transformasi Pendidikan

      Saat ini ada sejumlah platform yang sudah ada pada ekosistem teknologi pendidikan Kemendikbudristek Indonesia.

      Pembunuhan Brigadir J karena Kisah Asmara Ferdy Sambo Terbongkar?

      Ferdy Sambo diduga terlibat kisah asmara dengan seorang polwan sehingga memicu perselisihan dengan istrinya, Putri Candrawathi. 

      Pilpres 2024, Ganjar akan Kalah Jika Tak Diusung PDIP

      Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belum mendapat restu untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

      Daerah Ini Warganya Sering Bersepeda Motor Tanpa Helm

      Direktur Lalu lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, Rabu (10/8/2022), mengatakan sejak Juli 2022 hingga 8 Agustus 2022 polisi menilang 208 pengendara tidak menggunakan helm.

      Pengacara: Brigadir J Dihabisi karena Bocorkan Rahasia Ferdy Sambo

      Salah satu pengacara, Kamaruddin Simanjuntak menyatakan Brigadir J dihabisi karena memegang rahasia Ferdy Sambo dan sempat membocorkannya.

      TKP Kasus Kematian Brigadir J Bertambah 1, Rumah Pribadi Ferdy Sambo

      Ketiga TKP tersebut merupakan rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

      Laku Karya Mahasiswa ISI Solo Masuk 10 Besar Film Pendek Kartu Prakerja

      Film Laku karya mahasiswa ISI berhasil masuk 10 besar finalis terbaik kompetisi Film Pendek Kartu Prakerja.

      Beri Informasi Salah, Karopenmas Brigjen Ahmad Ramadhan Dibela Atasan

      Belakangan pernyataan Ahmad Ramadhan itu dibantah Kapolri yang memastikan tidak ada baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo.

      Nadiem Makarim Apresiasi Pengguna Platform Teknologi Kemendikbudristek

      Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna platform teknologi yang telah diluncurkan Kemendikbudristek.

      Ketika LPSK Dibuat Gemas oleh Perilaku Istri Ferdy Sambo

      Meski meminta perlindungan, Putri Candrawathi justru kurang kooperatif dalam memberikan keterangan kepada LPSK.

      Daftar ke KPU, Ini Harapan Koalisi Indonesia Bersatu atas Pemilu 2024

      Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memiliki harapan atas Pemilu 2024 mendatang. 

      Pimpin Golkar Daftar ke KPU, Airlangga: Golkar 10 Kali Ikut Pemilu

      Partai Golkar mendaftar ke KPU bersama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

      Pengacara: Ada Alasan Kuat Ferdy Sambo Perintahkan Bunuh Brigadir J

      Penasihat hukum keluarga menyebut ada alasan kuat di balik dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang diperintahkan Ferdy Sambo.