Tutup Iklan

Lagi, Kawanan Kera Liar Serbu Kampung, Kali Ini di Mojolaban Sukoharjo

Tidak hanya di Kebakkramat, Karanganyar, kawanan kera liar juga menyerbu Dusun Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

 Kawanan kera membuat resah warga Dusun Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban. Kawanan kera liar itu menyerbu permukiman penduduk untuk mencari makan. (Capture Video Warga)

SOLOPOS.COM - Kawanan kera membuat resah warga Dusun Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban. Kawanan kera liar itu menyerbu permukiman penduduk untuk mencari makan. (Capture Video Warga)

Solopos.com, SUKOHARJO – Serbuan kawanan kera liar tidak hanya terjadi di Kebakkramat, Karanganyar. Kawanan kera liar juga membuat resah warga Dusun Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban.

Kawanan kera liar itu menyerbu permukiman penduduk untuk mencari makan. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (24/10/2021), kawanan kera memasuki permukiman warga sejak sepekan lalu.

Biasanya, gerombolan monyet itu muncul pada pagi hari dan sore hari untuk mencari makan. Monyet-monyet itu berkeliaran di atap rumah warga sehingga membuat khawatir warga setempat.

Baca Juga: Kawanan Kera Liar Masuk Permukiman, Warga Kebakkramat Khawatir Diserang

Seorang warga RT 003/RW 005, Dusun Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Catur Prasetya, mengatakan tak sedikit kalangan ibu-ibu yang ketakutan saat kawanan monyet berkeliaran di atap rumah. Warga setempat telah berupaya mengusir kawanan kera itu namun tak membuahkan hasil.

“Kawanan kera itu muncul sejak sepekan lalu. Hampir tiap hari berkeliaran di rumah penduduk. Saya tidak tahu asal kawanan kera itu. Ada warga menyebut kawanan kera itu berasal dari Banana Garden Resto di pinggir Sungai Bengawan Solo. Warga lainnya mengatakan berasal dari daerah bagian barat sungai,” kata dia, kepada Solopos.com, Minggu.

Baca Juga: Gerombolan Kera Liar Masuki Permukiman Warga Kebakkramat Karanganyar

Catur menyebut baru kali ini warga setempat diusik kawanan kera yang muncul untuk mencari makan. Warga khawatir kawanan kera itu menyerang anak-anak yang tengah bermain di halaman rumah.

Dia meminta instansi terkait segera menangkap kawanan kera yang meresahkan warga setempat. “Jumlah kera tiga ekor hingga lima ekor. Beberapa hari lalu, ada anak-anak yang membawa makanan dan hendak direbut kera. Kami khawatir kera-kera menyerang warga setempat,” ujar dia.


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

Lagi Viral Kuliner Rating Rendah di Soloraya, Banjir Komentar Sadis

Baru-baru ini viral di media sosial potret review kuliner rating rendah di Google Review yang mengulas salah satu warung makan di Soloraya.

Viral Video Mesum Sejoli 25 Detik, Diduga Terjadi di Sragen

Beredar sebuah video mesum sejoli di kamar berdurasi 25 detik, yang diduga terjadi di Sragen, Jawa Tengah.

Round Up: 3 Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.

Hari ke-3, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Ibu Kota

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 tiba di Jakarta, Minggu (5/12/2021) pukul 23.45 WIB.

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Saham asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader saham asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi saham dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.

Atasi Tengkes, PKK Wonogiri Realisasikan Bumi Limase pada 2022

PKK akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, karang taruna, kader posyandu, dan layanan kesehatan melalui Program Ibu Hamil dan Balita Makan Sehat (Bumi Limase).

Ukur Kecepatan Evakuasi, Warga KRB III Merapi Swadaya Gelar Simulasi

Simulasi yang dilakukan meliputi respons warga ketika ada tanda untuk berkumpul dan bersiap evakuasi hingga kecepatan warga.

Inilah Jumariyanto, Pengusaha Wonogiri yang Diganjar Penghargaan PLN

Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.