Jajanan khas Sukoharjo, alakatak (Instagram/@soloinfo)

Solopos.com, SUKOHARJO — Alakatak atau sering disebut tempe alakatak merupakan salah satu jajanan khas Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) yang banyak belum diketahui oleh masyarakat Soloraya.

Jajanan tradisional ini berisi tempe dan mi. Bedanya dengan jajanan lainnya, tempe yang digunakan berbahan dasar kacang benguk. Selain itu, mi terbuat dari tepung singkong yang berwarna putih dan kuning. Untuk warna kuningnya, mi menggunakan campuran perwarna alami dari kunyit.

Baca Juga: Demam Berdarah Dengue Renggut 10 Nyawa, DKK Sukoharjo Waspada

Lebih lanjut, tempe benguk sebelum disajikan akan diolah terlebih dahulu dengan cara direbus, digiling, kemudian dicampur dengan kelapa dan kunyit.

Uniknya, alakatak akan disajikan dibalut daun jati dengan cara tum. Metode ini akan menambah kenikmatan saat dikonsumsi. Tak banyak yang tahu jajanan tradisional ini, di akun Instagram @soloinfo, Selasa (26/11/2019) ada salah satu netizen dengan akun bernama @syavitri_dk yang penasaran dengan jajajan ini.

Baca Juga: Tips Karier: Ubah 5 Kebiasaan Buruk Ini Agar Anda Sukses Berkarier

Ini panganan opo [makanan apa], ya ini kok khas Sukoharjo?” tanya @syavitri_dk.

Senada dengan @syavitri_dk, pengguna akun @irienneprimarose mengaku baru tahu jajajan tersebut. “Baru paham Min aku.”

Namun, ada pula netizen yang sudah mencicipi jajanan satu ini. Bahkan, ia mengakui alakatak memiliki rasa yang enak apalagi ditambah dengan cabe rawit.

Baca Juga: Fadli Zon Sebut Agnez Mo Durhaka Seperti Malin Kundang

Betul sekali, rasanya top apabila diceplus dengan lombok rawit dan metode tum ini sendiri juga dipakai di masakan Bali semacam botok gitu,” kata akun @itowaski.

Salah satu netizen, @oktianokti mengatakan harga seporsi alalakatak adalah Rp1.000. Agar menambah nikmat, dia akan menambahkan kerupuk dan tahu goreng agar tambah mantap.

Baca Juga: Masih Ada Kesempatan, Pendaftaran CPNS Boyolali Diperpanjang hingga Besok

 “Aku Weru Min, Ndak isuk tukang sayur gowo. Nek Pasar Tawang simbah-simbah jejer nok pintu masuk pasar. Sewunan, mangane nyekel kerupuk karo tahu asin. Mantap. [Aku dari Weru Min, tadi pagi tukang sayur bawa. Di Pasar Tawang mbah-mbah berjejer di pintu masuk, seribuan. Makannya dengan kerupuk dan tahu asin],” ungkap @oktianokti.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten