Kronologi Pemancing Temukan Mayat Bayi Berari-Ari di Kali Dengkeng Klaten
Polisi bersama warga mengevakuasi mayat bayi yang mengapung di Kali Dengkeng, Desa Balak, Kecamatan Cawas, Minggu (22/3/2020) pagi. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN – Seorang pemancing bernama Bowo menemukan mayat bayi perempuan berari-ari di Kali Dengkeng, Klaten, Minggu (22/3/2020). Awalnya dia mengira mayat bayi itu adalah boneka yang mengapung.

Bowo, 39, awalnya mengira mayat bayi tersebut adalah boneka. Tetapi, dia curiga lantaran banyak wader yang mengerubungi mayat bayi berari-ari tersebut.

“Tetapi kalau boneka kok dikerumuni ikan,” kata Bowo saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu.

4 Peserta Ijtima Dunia di Gowa Asal Karanganyar ODP Corona, 1 Dirawat di RSUD

Bowo menemukan mayat bayi itu saat hendak memancing di sekitar Kali Dengkeng, Dukuh Gunden, Desa Balak, Kecamatan Cawas, Klaten, Minggu (22/3/2020) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Bowo yang merupakan Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Klaten itu lantas mengecek mayat bayi yang awalnya boneka itu. Bowo lantas melaporkan temuan itu sukarelawan serta polsek.

“Kondisinya itu ari-ari masih menempel. Warna kulitnya masih putih,” kata Bowo.

Main Perahu di Telaga Rowo Wonogiri, 1 Pelajar SMP Meninggal Tenggelam

Bowo tak tahu persis sejak kapan bayi itu mengapung di Kali Dengkeng. Dia menjelaskan lokasi penemuan mayat bayi berjarak sekitar 150 meter dari permukiman warga di Balak, Cawas, Klaten. Sementara letak Kali Dengkeng berada tak jauh dari Jembatan Pelangi, Desa Balak.

“Untuk menuju lokasi itu melewati lahan persawahan. Tepatnya berada timur Jembatan Pelangi,” urai dia.

Ciri-Ciri Bayi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat bayi di Kali Dengkeng, Klaten, berjenis kelamin perempuan itu memiliki berat sekitar 3 kg, panjang 51 sentimeter, serta panjang tali pusar 50 sentimeter. Guna mengungkap kasus itu, polisi membawa mayat bayi ke RS Bhayangkara Polda DIY.

Kemenkes: Anak Muda Bisa Kena Corona Tanpa Gejala, Jangan Kemaki!

“Kami bawa ke RS Bhayangkara untuk autopsi untuk mengetahui usia, kapan diperkirakan lahir, dan penyebab meninggal dunia,” kata Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, melalui Kasatresrkim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas Hasibuan.

Hasil autopsi diperkirakan bisa diketahui sepekan mendatang. Sembari menunggu hasil autopsi itu, polisi melakukan penyelidikan.

“Saat ini upaya kepolisian masih proses penyelidikan. Diantaranya mendatangi lokasi sekitar penemuan sekaligus koordinasi dengan tokoh wilayah setempat. Salah satunya untuk mencari tahu ada atau tidak warga yang hamil dalam beberapa waktu terakhir,” jelas dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho