Kontroversi Gelar Kartini, Mestinya R. Ay Bukan RA, Begini Ceritanya

gelar RA merupakan kependekan dari Rsden Ajeng, yang merupakan gelar kebangsawanan pada seorang anak perempuan dari seorang pejabat atau tokoh masyarakat dengan kedudukan tinggi yang belum menikah.

 Raden Ajeng (RA) Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879. (Wikimedia.org)

SOLOPOS.COM - Raden Ajeng (RA) Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879. (Wikimedia.org)

Solopos.com, REMBANG – Raden Ayu (R.Ay) Kartini adalah seorang pelopor kebangkitan perempuan Indonesia namun pengejaan namanya sempat menjadi kontroversi karena selama ini ditulis dengan singkatan RA. Kartini. Mengacu pada situs Kemendikbud.go.id, Kamis (2/12/2021), gelar RA merupakan kependekan dari Raden Ajeng, yang merupakan gelar kebangsawanan pada seorang anak perempuan dari seorang pejabat atau tokoh masyarakat dengan kedudukan tinggi yang belum menikah.

Dilansir dari Liputan6.com, batu nisan milik wanita asal Jepara ini tertulis R.A. Kartini Djojo Adhiningrat. Tetapi penulisan itu kurang tepat karena gelar yang disandang pahlawan kaum wanita itu mestinya Raden Ayu, bukan Raden Ajeng lagi. Namun hingga kini, penulisan gelar kebangsawanan dalam budaya Jawa itu dibiarkan salah begitu saja.

Jika ditilik dari catatan pikukuh (akte) Keraton Ngayogyakarta, nama yang benar adalah Raden Ayu Kartini, sehingga disingkat menjadi R.Ay. Kartini. Catatan itu adalah sebuah makna bahwa perempuan berdarah keraton yang belum menikah disebut dalam gelarnya Raden Ajeng yang disingkat R.A dan yang sudah menikah disebut dalam gelarnya Raden Ayu (R.Ay).

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Khas Pemalang

Gelar Kartini

Seperti yang diketahui, Kartini lahir dengan gelar Raden Ajeng (R.A). Namun setelah menikah dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat, gelarnya berubah menjadi Raden Ayu (R.Ay.) Kartini. R.Ay. Widyashinta Putrakusuma selaku keturunan mantan Bupati Blora, Raden Tumenggung (R.T.) Djajeng Tirtonoto menjelaskan detail alur gelar kebangsawanan Jawa yang dia sandang berubah setelah dia menikah. Sebelumnya, dia bergelar Raden Roro (R.R.), namun setelah menikah dengan suaminya berubah menjadi R.Ay.

Dia juga mengemukakan penulisan gelar kebangsawanan R.A. pada R.Ay. Kartini di batu nisannya memengaruhi penyebutan namanya oleh berbagai kalangan dan penyebabnya, salah satunya ada pada penamaan di batu nisan makamnya yang sudah selama satu abad tidak diubah.

Negara mengakui R.Ay. Kartini sebagai pelopor kebangkitan wanita pada zaman kolonial. Sosoknya dijadikan pahlawan nasional oleh Presiden RI Soekarno pada 1964. Namun, ada gelar kebangsawanan yang tidak diperhatikan pada zaman saat R.Ay. Kartini dikukuhukan hingga sekarang.

Baca Juga: Lontong Tuyuhan Khas Rembang Penuh Makna

Menurut R.Ay. Widyasintha, perlu diluruskan, disosialisasikan dan dibenai tulisannya yang seharusnya menjadi R.Ay, Kartini dan memiliki putra bernama Soesalit Djojo Adhiningrat dan sudah tidak menggunakan gelar Raden Ajeng lagi.

Salah satu staf presiden bidang keagamaan internasional, Raden Nganten (R.Ngt.) Ratnasari P mengatakan hal yang sama pada momentum Hari Kartini pada 2019 lalu yang juga menyarankan adanya sosialisasi masal terkait gelar kebangsawanan yang disematkan pada R.Ay. Kartini ini.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemerintah Perpanjang PPKM, Begini Reaksi Gubernur Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, angkat bicara terkait kebijakan pemerintah pusat yang memperpanjang penerapan PPKM Jawa-Bali hingga 31 Januari 2022.

Bus Sarat Penumpang di Grobogan Nyemplung ke Saluran, Ini Penyebabnya

Bus sarat penumpang jurusan Purwodadi – Sulursari nyemplung ke saluran air di Jalan Purwodadi – Blora, di Desa Sambirejo, Wirosari.

Bupati Nonaktif Banjarnegara Didakwa Terima Suap Rp18,7 Miliar

Bupati nonaktif Banjarnegara, Budhi Sarwono, didakwa menerima suap Rp18,7 miliar oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Misteri Hantu Cantik di Istana Pengusaha Terkaya ASEAN di Semarang

Menurut kisah yang beredar, ada misteri yang tersimpan di balik kemegahan Istana Pamularsih, bangunan kuno peninggalan pengusaha terkaya se-Asia Tenggara di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Innalillahi, Bus Sarat Penumpang di Grobogan Nyemplung di Saluran

Bus sarat penumpang jurusan Purwodadi – Sulursari nyemplung ke saluran air di Jalan Purwodadi – Blora, di Desa Sambirejo, Wirosari.

Polisi Persilakan Pengacara Wanita Boyolali Buktikan Klien Tak Bohong

Polda Jateng bersikukuh R, wanita asal Boyolali membuat laporan palsu terkait kasus pemerkosaan yang menimpanya.

Kasino Warkop DKI Ternyata Lahir di Gombong Kebumen, Ini Biodatanya

Profil artis kali ini membahas tentang biodata Kasino Warkop DKI yang ternyata lahir di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah.

Jalan Tol Berlubang Jadi Perhatian Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mendesak pengelola jalan tol untuk segera melakukan perbaikan jalan tol yang berlubang.

2 Begal Berpistol di Demak Diringkus, 2 Masih Buron

Sebanyak dua begal berpistol di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), diringkus aparat kepolisian.

Kasino Warkop DKI, Putra Gombong Pelipur Lara yang Melegenda

Kasino Warkop adalah komedian terkenal di Indonesia yang ternyata berasal dari Kecamatan Gombong, Kebumen, Jawa tengah.

Begini Kondisi Istana Pengusaha Terkaya Asia Tenggara di Semarang

Begini kondisi Istana Pamularsih, peninggalan pengusaha terkaya se-Asia Tenggara di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Misteri Istana Pengusaha Terkaya Asia Tenggara di Semarang, Berhantu?

Kisah misteri tentang Istana Pamularsih, bangunan kuno peninggalan pengusaha terkaya se-Asia Tenggara zaman Belanda di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Profil Indro Warkop, Ternyata Asli Wong Ngapak Purbalingga

Komedian Indro Warkop ternyata berasal dari tanah Ngapak, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Berikut profil lengkap dan biodatanya.

Perjalanan Karier Indro Warkop, Komedian Ngapak Asli Purbalingga

Indro Warkop adalah seorang komedian yang berasal dari tanah Ngapak, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Istana Pamularsih Semarang, Peninggalan Pengusaha Terkaya Asia Tenggara

Inilah Istana Pamularsih, bangunan kuno yang menjadi peninggalan pengusaha terkaya se-Asia Tenggara, di Kota Semarang, Jawa Tengah.