Klaten KLB Corona, Guru SMKN 3 Gotong Royong Bikin Baju APD
Guru SMKN 3 Klaten membuat baju alat perlindungan diri (APD) yang disumbangkan ke rumah sakit yang ada di Klaten, Rabu (1/4/2020). Pembuatan APD itu memanfaatkan dana urunan dari para guru. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Guru SMKN 3 Klaten gotong royong urunan dan membuat baju alat perlindungan diri (APD) bagi petugas medis untuk penanganan Covid-19. APD itu dibagikan gratis ke rumah sakit.

Pembuatan baju APD dilakukan sejak Senin (30/3/2020). Proses produksi memanfaatkan mesin jahit di ruang praktik jurusan tata busana yang sementara waktu tak dimanfaatkan siswa lantaran mengikuti proses pembelajaran secara online. Sekitar 15 guru saban hari berbagi tugas memotong kain, menjahit, serta mengemas baju APD dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB.

Jalan-Jalan Protokol di Semarang akan Ditutup 24 Jam

Salah satu guru tata busana, Mutik Rofidah, menjelaskan pembuatan baju APD dilakukan setelah pemberian tugas secara online kepada siswa. Selain 10 guru dari jurusan tata busana, produksi baju OPD itu dibantu guru dari jurusan yakni perhotelan dan kecantikan.

Produksi baju APD mengikuti standar baju yang digunakan petugas medis dalam menangani pasien Covid-19. Bahan yang digunakan yakni kain spunbond. "Standar yang bahan yang digunakan standar baju APD yang sekali pakai," jelas Mutik saat ditemui di sela produksi, Rabu (1/4/2020).

Mutik menjelaskan sebanyak 50 baju APD sudah dibuat guru SMKN 3 Klaten. Puluhan baju APD itu didistribusikan ke RSD Bagas Waras Klaten, Rabu siang.
Kepala SMKN 3 Klaten, Dionisius Pramuaji, menjelaskan produksi itu dilakukan menyusul petugas kesehatan kesulitan mendapatkan baju APD. Pembuatan bahan itu memanfaatkan dana urunan guru-guru SMKN 3 Klaten.

"Dari hasil urunan mengambil sebagian gaji terkumpul dana Rp30 juta. Sebagian kami sumbangkan sementara sebagian lain kami gunakan untuk membeli bahan. Terus terang kendala kami pada bahan kain karena sulit mendapatkannya. Namun, kami tetap mencari agar proses pembuatan baju APD tetap berjalan," jelas dia.

Dipulangkan, Santri Madiun Wajib Ngaji Online Lewat Facebook

Pramuaji menuturkan untuk sementara 50 baju APD hasil produksi disalurkan ke RSD Bagas Waras Klaten. Produksi bakal terus berjalan menyusul ada permintaan dari sejumlah rumah sakit lainnya.

Produksi Masker

Selain memproduksi baju APD, guru SMKN 3 Klaten juga mulai memproduksi masker dengan sasaran disalurkan ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya. Proses produksi bakal dibantu siswa kelas XII yang selesai mengikuti ujian sekolah. "Tetap kami mematuhi protokol kesehatan mencegah persebaran Covid-19 seperti jarak saat menjahit kami atur serta mengenakan masker," jelas dia.

Proses produksi itu memanfaatkan peralatan yang dimiliki SMKN 3 Klaten. Di sekolah itu ada sekitar 36 mesin jahit di ruang praktik jurusan tata busana. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengapresiasi munculnya kepedulian dari individu serta instansi untuk membantu ketersediaan APD bagi tenaga medis.

Kawanan Kera Liar Hebohkan Warga Kedungwaduk Sragen

Seperti yang dilakukan pengusaha konfeksi skala rumahan asal Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Bagas Prathondo Aji, 28. Dia membuat APD alternatif berupa alat pelindung wajah dan disumbangkan ke rumah sakit hingga puskesmas.

Ronny menjelaskan APD menjadi peralatan vital bagi para petugas medis yang menjadi garda depan menangani kasus Covid-19. Pemkab sudah memesan ketersediaan APD yang bakal disalurkan ke rumah sakit serta puskesmas. Alokasi anggaran yang disediakan mencapai Rp10 miliar memanfaatkan pergeseran anggaran di Dinas Kesehatan, belanja tidak terduga (BTT), serta dana siap pakai (DSP).

"Tetapi memang bertahap karena untuk mendapatkannya juga sulit. Berapapun akan disediakan. Dana yang disiapkam Rp10 miliar," kata Ronny.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho