Klaten Galuh United Terancam Batal Ikut Liga 3 2020
Klaten Galuh United (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN — Klaten Galuh United diterpa masalah cukup pelik jelang keikutsertaan mereka di Liga 3 2020. Klub berjuluk Kidang Milar ini terancam gagal mengikuti kompetisi lantaran tidak mendapat rekomendasi dari Askab PSSI Klaten.

Manajemen Galuh United mulai menyeriusi opsi merger dengan klub lain agar tetap bisa berkompetisi musim ini. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (25/2/2020), Galuh United tengah menjajaki merger dengan klub Liga 3 asal Semarang, BJL 2000. BJL sendiri sedang kesulitan dana untuk tampil di Liga 3 2020 zona Jawa Tengah.

Jembatan Pusung Boyolali Mulai Diperbaiki, 2 Crane Disiapkan Untuk Angkat Pelat

Manajer Galuh United, Suradi, mengatakan merger merupakan langkah yang harus diambil apabila klub tak ingin berhenti di tengah jalan. Sebagai informasi, Galuh United sudah membentuk tim sejak akhir tahun lalu dan menunjuk Gilang Cahyo Utomo sebagai pelatih kepala.

“Kami sudah menyurati Askab PSSI Klaten sampai empat kali tapi tidak digubris. Puncaknya di Kongres PSSI Jawa Tengah 15 Februari kemarin, perwakilan Askab Klaten menyatakan keberatannya untuk memberikan rekomendasi pada Galuh United,” ujar Suradi saat dihubungi Solopos.com.

Suradi menilai ada alasan politis di balik penolakan Askab PSSI Klaten. Galuh United merupakan klub baru bentukan pengusaha Klaten, One Krisnata, yang rencananya bakal maju di Pilkada Klaten 2020. Klaten sendiri sejatinya memiliki PSIK Klaten.

Ide Susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi Tercetus Malam Sebelum Kejadian

Namun sejak musim lalu klub berjuluk Harimau Merapi itu urung berkompetisi karena ketiadaan dana. “Ini kami sayangkan karena Galuh United sebenarnya ingin menggairahkan kembali iklim sepak bola di Klaten,” ucap Suradi.

Suradi menambahkan penjajakan merger dengan BJL 2000 telah dilakukan untuk menjaga asa Kidang Milar tampil di Liga 3. Nantinya klub tersebut bakal bernama BJL Klaten Galuh United. Pihaknya mengklaim BJL terbuka dengan penawaran tersebut.

Disinggung apakah merger itu bakal diikuti angkat kakinya Galuh United dari Kota Bersinar, Suradi menampik. Pihaknya menegaskan homebase tim rencananya tetap di Stadion Trikoyo, Klaten. “Kalau enggak bisa, mungkin kami akan pakai Stadion Sriwedari,” ujar Suradi.

Liga Champions: Prediksi Skor Napoli Vs Barcelona

Sebelum konflik dengan Askab PSSI Klaten, Kidang Milar sudah mendapat cobaan setelah Aliansi Suporter Klaten (Alaska) menyatakan enggan mendukung klub tersebut. Ketua Alaska, Yoga Adi Darmawan, menegaskan hanya mendukung klub di bawah pengelolaan Askab PSSI Klaten yakni PSIK Klaten.

“Alaska terbentuk karena PSIK. Jadi dukungan kami hanya untuk PSIK,” ujar Yoga.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho