Tutup Iklan
Klaster Bakul Tahu Kupat Solo: 1 Tukang Becak dan 1 Nakes Sragen Positif Covid-19
Ilutrasi virus corona atau Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sragen bertambah dua orang yang berasal dari klaster bakul tahu kupat di Purwosari, Solo.

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen langsung melakukan tracing terhadap kontak dua pasien baru ini. Hasilnya, ditemukan sembilan orang yang langsung dilakukan swab test tanpa melewati rapid test.

Penjelasan itu diungkapkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Sragen, dr. Sri Subekti, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (15/7/2020) sore. Bekti, sapaan akrabnya, mengatakan dua orang positif Covid-19 terdiri atas seorang tukang becak asal Kalijambe berinisial A, 59. Satu lainnya adalah tenaga kesehatan (nakes) di RS Kasih Ibu Solo asal Sragen Kota berinisial WH, 28.

“Dua kasus positif Covid-19 itu diketahui berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Pemkot Solo yang menemukan 15 orang positif Covid-19, dan dua di antaranya dari Sragen,” jelasnya.

Rebutan Tanah 3 Meter, Pak RT dan Warga di Kedawung Sragen Saling Gempur

Tukang becak positif Covid-19 di Sragen yang termasuk klaster bakul tahu kupat Solo itu saat ini dikarantina di Technopark. Sementara nakes berinisial WH dikarantina bersama istri dan anaknya di RS Kasih Ibu Solo.

“Tukang becak A langsung dijemput petugas Puskesmas Kalijambe pada Selasa (14/7/2020) malam dan dikarantina di Technopark Ganesha Sukowati Sragen. Sementara nakes asal Sragen Kota, WH, menjalani karantina bersama istri dan anaknya di RS Kasih Ibu Solo. Soalnya istri dan anaknya panas, sehingga dikarantina satu keluarga,” sambung dia.

Selain dua orang yang positif tersebut, Bekti juga menjelaskan dua OTG dari klaster Pasar Kobong Semarang yang diizinkan pulang per Rabu siang. Mereka adalah M, 53, dan MY, 24, warga Tanon.

Ajian Bolo Sewu dan Misteri Kekuatan Giman Ngawi Geser Rumah dalam Sekejap

OTG Sembuh

Kedua OTG itu menjalani swab test evaluasi pertama pada Rabu (8/7/2020) kemudian ditindaklanjuti pada Senin (13/7/2020) lalu. Berdasarkan dua kali swab test tersebut hasilnya negatif sehingga keduanya diizinkan pulang.

“Sekarang di Technopark ada empat orang, yakni satu orang dari Tanon, dua orang dari Masaran, dan tambah satu orang tukang becak. Klaster Pasar Kobong rampung tambah klaster tahu kupat,” katanya.

Bekti menerangkan dari temuan dua kasus positif Covid-19 itu langsung ditindaklanjuti dengan tracing. Dia mengatakan dari hasil tracing di Kalijambe ditemukan ada tujuh orang yang kontak erat dan di Sragen Kota ditemukan dua orang kontak erat. Dia menyampaikan sembilan orang itu langsung dilakukan swab test di Technopark Sragen pada Rabu siang.

Thathit Paksi Si Penabuh Gendang Dory Harsa Ternyata Lulusan Teknik Sipil UGM Jogja Loh

“Ya, tidak melalui rapid test tetapi langsung swab test. Tadi selain sembilan orang itu, ada enam orang tambahan dari rapid test mandiri yang ikut swab test. Keenam orang itu dari Gemolong dua orang, Ngrampal dua orang, Gondang dan Sidoharjo masing-masing satu orang,” kata Bekti.

Hingga Rabu sore, jumlah kasus positif Covid-19 di Sragen tercatat sebanyak 53. Dengan perincian 43 sembuh, satu meninggal, dan sembilan dirawat. Sementara jumlah kasus pasien dalam pengawasan (PDP) di Sragen bertambah menjadi 12 orang dari 114 kasus. Sebanyak 80 PDP dinyatakan sembuh dan 22 orang meninggal dunia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho