Kini, Buru Burung Hantu di Desa Bedoro Sragen Didenda Rp1 juta

Pemerintah Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen kini punya peraturan desa yang melarang siapa pun berburu burung hantu. Ancaman denda hingga Rp1 juta menanti pelaku perburuan burung hantu.

 Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi (empat dari kiri) bersama Kepala Desa Bedoro, Pri Hartono (kemeja putih) meninjau pemasangan rumah burung hantu di Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Kamis (13/1/2021). (Istimewa/Humas Polres Sragen) 

SOLOPOS.COM - Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi (empat dari kiri) bersama Kepala Desa Bedoro, Pri Hartono (kemeja putih) meninjau pemasangan rumah burung hantu di Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Kamis (13/1/2021). (Istimewa/Humas Polres Sragen) 

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, mulai memberlakukan peraturan desa tentang perlindungan burung hantu. Bagi siapa pun yang kedapatan memburu buruh hantu di wilayah Desa Bedoro akan dikenakan denda Rp500.000-Rp1 juta.

PromosiKerangkeng Manusia dan Rehabilitasi Pecandu Narkoba Harusnya Bagaimana?

Peraturaj desa itu wujud komitmen Pemdes Bedoro untuk melestarikan dan menjaga populasi burung hantu yang merupakan predator alami tikus.

Langkah Pemdes Bedoro ini mendapat dukungan dari Polres Sragen. Pada Kamis (13/1/2022), Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi bersama aparat Pemdes Bedoro, pegawai Dinas Pertanian dan Pemerintah Kecamatan Sambungmacan bersama-sama memasang rumah burung hantu (rubuha) di sawah Desa Bedoro.

Baca Juga: Pemasang Jebakan Tikus Listrik Bisa Dipenjara 5 Tahun, Dendanya Bikin Syok

Kepala Desa Bedoro, Pri Hartono, menjelaskan pihaknya mengalokasikan Rp22 juta untuk pembuatan rubuha serta pengadaan burung hantu tahun ini. Program tersebut merupakan kelanjutan dari pengadaan tujuh rubuha pada 2021.

“Rencana tahun ini dipasang 10 titik rubuha yang tersebar di sawah wilayah Desa Bedoro. Rubuha terpasang nanti burungnya datang sendiri,” kata dia.

Dia menjelaskan desa akan membeli sedikitnya 10 ekor burung hantu tahun ini. Selain itu, Pemerintah desa dan petani berupaya melakukan penangkaran burung hantu, namun menghadapi sejumlah tantangan. Memelihara anakan burung hantu dianggap bukan perkara mudah karena risiko kematian yang tinggi dan mengganggu karena berisik.

Baca Juga: Polres Sragen Mulai Pidanakan Pemasang Jebakan Tikus Listrik

“Ya wilayah kami alhamdulillah bukan daerah pandemi tikus makanya tidak ada yang memasang jebakan tikus. Ini [pengadaan burung hantu] untuk pencegahan,” paparnya.

Menurut Pri, upaya menjaga ekosistem juga dilakukan dengan memberlakukan peraturan Desa Bedoro tentang perlindungan burung hantu. Apabila ada yang melanggar dengan mengganggu, menangkap, menembak, dan memburu burung hantu diberlakukan denda Rp500.000 sampai Rp1 juta.

Kapolres Sragen mengatakan burung hantu merupakan predator alami tikus. Pemasangan rubuha merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hama tikus yang merugikan para petani dan mencegah bertambahnya korban akibat jebakan tikus beraliran listrik.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

RSI Surakarta Resmi Luncurkan Layanan BPJS Kesehatan

Adanya layanan BPJS Kesehatan ini bisa meningkatkan pelayanan kepada seluruh pasien RSI Surakarta sesuai prosedur pelayanan yang berlaku.

2 Perempuan Diduga Pelaku Prostusi Online Ditangkap di Indekos Solo

Tim gabungan menangkap dua orang perempuan yang diduga pelaku prostitusi online saat tengah berdua-duaan dengan laki-laki di kamar indekos wilayah Serengan, Solo.

Tengah Malam di Bangunan Tua Rumah Jagal Solo, Serem Lur!

Rumah jagal atau pemotongan hewan di kompleks Kantor DKPP Solo merupakan salah satu bangunan tua dari awal 1900-an yang masih terjaga keasliannya.

Pandemi Belum Berakhir, Tim Gabungan Solo Gencarkan Lagi Razia Masker

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Solo kembali menggencarkan razia masker untuk mengingatkan masyarakat yang mulai abai menerapkan protokol kesehatan padahal pandemi belum berakhir.

Kasus Covid-19 Wonogiri Naik, Jekek Minta PTM 100 Persen Dievaluasi

Jekek menilai perlu ada strategi baru untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron di lingkungan satuan pendidikan.

Waduh, Banyak Naskah Kuno Berharga di Mangkunegaran Solo Hampir Rusak

Kondisi naskah-naskah atau manuskrip kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran Solo hampir rusak sementara upaya penyelamatan terkendala sarpras.

BBWSBS Hitung Lagi Kebutuhan Anggaran Revitalisasi Rawa Jombor

BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kemen PUPR agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

Giliran Soropaten, Mranggen, & Manjungan Klaten Dapat SK Desa Wisata

Tiga desa yang memperoleh SK bupati Klaten tentang desa wisata, yakni Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom; Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, dan Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

Tambah Terus, 200-An Pemulung Mengais Rezeki di TPA Putri Cempo Solo

Jumlah pemulung yang mengais rezeki di antara tumpukan sampah TPA Putri Cempo Mojosongo, Solo, terus bertambah dari tahun ke tahun,

Sibangga Jadi Wadah Polres Sukoharjo Gali Permasalahan Masyarakat

Kapolres menambahkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian melainkan juga ada peran masyarakat di dalamnya.

Molor, Proyek 2021 Jalan Watuondo-Pogog Wonogiri Tak Kunjung Rampung

Hingga Januari ini proyek jalan Watuondo, Kecamatan Bulukerto-Pogog, Kecamatan Puhpelem senilai Rp3,985 miliar belum rampung.

Buat yang Mau Wisata Lampion Imlek, Dapat Pesan dari Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan sejumlah pesan kepada warga yang ingin berwisata menikmati keindahan lampion Imlek di Pasar Gede dan Balai Kota Solo.

Kasus Naik Lagi, Jekek: Covid-19 Enggak Bisa Ditangkal dengan Akik

Joko Sutopo menegaskan Covid-19 tidak dapat ditangkal hanya dengan akar bahar, akik, atau benda lain yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.

Duh, Kasus Aktif Covid-19 di Wonogiri Naik Lagi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wonogiri menilai kasus aktif Covid-19 di Wonogiri naik lagi lantaran penerapan protokol kesehatan kendur.

Penyelesaian Sengketa Lahan Sriwedari Solo Bisa Jadi Legacy Gibran

Penyelesaian sengketa lahan Sriwedari Solo antara Pemkot dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat bisa menjadi legacy atua warisan Gibran sebagai Wali Kota kelak.

Bupati Wonogiri Buka Ruang Audiensi dengan Tenaga Honorer

Bupati Joko Sutopo menyampaikan sampai saat ini belum mengetahui yang dimaksud pemerintah pusat mengenai penyelesaian masalah tenaga honorer dengan batas waktu 2023.