Kategori: Sragen

Kewaspadaan Virus Corona, 3 Warga Sragen Dipantau Sepulang Dari Malaysia dan Jepang


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN -- Tiga warga Sragen yang baru pulang dari Malaysia dan Jepang dipantau khusus oleh puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen sebagai bentuk kewaspadaan virus corona.

Pemantauan dilakukan selama 14 hari untuk memastikan tiga warga itu bebas dari infeksi corona virus disease 2019 (Covid 19).

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memerintahkan RSUD Sragen dan RSUD Gemolong untuk menyiapkan ruang isolasi khusus. Semua itu untuk kewaspadaan apabila ada warga yang terinfeksi virus ataupun suspect corona.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Covid 19 yang dipimpin Bupati di Ruang Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Kamis (5/3/2020).

Sah! Obat Ini Jadi Anti-Virus Corona Pertama

Rakor kewaspadaan penyebaran virus corona itu dihadiri pimpinan daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dan stakeholders terkait.

Sebagai awalan ada paparan dokter spesialis paru RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dan Kepala DKK Sragen Hargiyanto.

Dalam kesempatan itu Hargiyanto sempat menyinggung adanya dua orang warga Tanon yang baru pulang dari Malaysia yang dipantau khusus petugas Puskesmas Tanon selama 14 hari ke depan.

Selain dua orang itu, Hargiyanto juga menyebut ada satu orang di Sragen Kota yang baru pulang dari Jepang. Warga ini juga dipantau puskesmas selama 14 hari.

Pembangunan Masjid Tak Bisa Halangi Eksekusi Pengosongan Lahan Sriwedari Solo

“Ya, ada tiga orang yang dipantau khusus karena baru pulang dari Malaysia dan Jepang. Mereka dipantau supaya mengurangi kontak dengan masyarakat. Seperti diisolasi tetapi di dalam rumah mereka sendiri,” ujar Hargiyanto saat ditemui wartawan seusai rakor, Kamis siang.

Hargiyanto menambahkan mereka sudah diperiksa dan filter pemeriksaan sudah dilakukan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kemudian dilanjutkan pemeriksaan dan pemantauan di Sragen.

Setelah 14 hari dan tidak ada indikasi corona berarti bebas dari Covid 19.

Simulasi Penanganan

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menekankan adanya pemantauan seluruh warga Sragen yang baru pulang dari luar negeri.

Kemiskinan Karanganyar: Miris, 2 Perempuan Kakak Beradik Hidup Tak Layak di Kandang Ayam

Yuni, sapaan akrab Bupati, menyampaikan Pemkab akan mendapatkan data atau informasi warga yang baru pulang dari luar negeri itu dari KKP.

“Jadi selama 14 hari tidak masalah ya berarti klir. Ada tiga orang yang baru pulang dari Malaysia dan Jepang. Semua aman dan terpantau di rumah mereka masing-masing,” katanya.

Selain itu, Yuni akan memastikan adanya ruang isolasi di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dan RSUD dr. Soeratno Gemolong pada pekan depan.

Setelah ruang isolasi siap, Yuni akan melakukan simulasi penanganan pasien suspect Covid 19 yang direncanakan pada Rabu (11/3/2020) mendatang.

Efek Virus Corona, Liga Italia Terancam Diliburkan Sebulan

Yuni tidak henti-hentinya sosialisasi tentang Covid 19 kepada masyarakat supaya tidak menimbulkan kepanikan. Sosialisasi dilakukan dengan memperbanyak informasi tentang pencegahan Covid 19 dengan menyebar pamflet dan seterusnya.

Surat Edaran

Yuni juga menyampaikan pemakaian masker hanya untuk warga yang sakit dan sekarang tidak ada stok masker di apotek. Terkait itu, Yuni sudah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan Covid 19.

Hore! Samsat Keliling di Sragen Bertambah, Ini Jadwalnya

Kewaspadaan penyebaran virus corona juga dilakukan dengan membuka hotline 24 jam serta posko kesehatan di terminal dan stasiun.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sragen, Kurniawan, menyampaikan kelangkaan masker di Sragen itu bukan karena penimbunan tetapi karena tidak ada stok barang di distributor.

Dia menyatakan seluruh apotek di Sragen tidak memiliki persediaan masker. “Kami sepakat bila masker itu hanya untuk yang sakit. Kalau barang kosong mestinya ada solusinya,” harapnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih