Tutup Iklan

Ketupat Sumpil: Makan Kupat Pakai Siput, Mau Coba?

Ketupat sumpil adalah olahan beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang atau daun bambu dan disantap  dengan parutan kelapa/serundeng dan bumbu sambal.

 Ketupat Sumpil (Sumber: Detik.com)

SOLOPOS.COM - Ketupat Sumpil (Sumber: Detik.com)

Solopos.com, KENDAL — Dalam tradisi weh-wehan (Bahasa Jawa: saling memberi) yang dirayakan masyarakat Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah saat memperingati perayaan Maulid Nabi hidangan wajib, yaitu ketupat sumpil.

Dilansir dari Detikcom,Jumat  (22/10/2021), ketupat sumpil adalah olahan beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang atau daun bambu dan disantap  dengan parutan kelapa/serundeng dan bumbu sambal. Adanya ketupat sumpil ini memberikan makna filosofis tersediri, yaitu sebagai lambang keseimbangan hidup antara sesama manusia.

Dikutip dari Wikipedia, nama ketupat sumpil berasal dari nama seekor hewan sejenis keong atau siput yang banyak ditemui di sungai. Hewan tersebut dalam Bahasa Jawa setempat dinamakan sumpil. Binatang sumpil ini berwarna hitam dan berbentuk kerucut serta agak panjang.

Baca Juga: Roti Ganjel Rel Khas Semarang Unik & Langka, Pernah Coba?

Ukuran binatang sumpil tergolong kecil. Ukuran dan bentuknya yang mirip dengan binatang sumpil ini menjadi alasan penamaan makanan tersebut. Garis-garis horizontal pada bungkus ketupat sumpil juga mirip dengan garis yang ada pada binatang sumpil.

Ketupat sumpil sudah dikenal masyarakat sejak zaman Sunan Kalijaga. Ketupat Sumpil ini bukan hanya sekedar makanan. Bagi warga Kecamatan Kaliwungu, makanan ini memiliki simbol hubungan antara manusia dan Tuhan serta sesama manusia. Oleh karena itulah makanan ini wajib dihidangkan saat tradisi weh-wehan karena sesuai dengan makna dan tujuan dari tradisi tersebut, yaitu mempererat hubungan antar sesama manusia.

Ketupat sumpil ini memiliki keunikan tersediri dari ketupat pada umumnya, Keunikan ketupat sumpil terletak pada bentuk dan pembungkusnya. Tidak seperti ketupat biasanya yang berukuran besar, ketupat ini memiliki ukuran yang kecil. Bahan pembungkus ketupat ini juga bukan berasal dari janur kuning, melainkan daun bambu atau daun pisang.

Baca Juga: Serunya Beli Jajan Pakai Balok di Pasar Sawahan, Yuk Coba

Keunikan lain dari makanan khas Jawa Tengah ini adalah bentuknya yang berdeda dengan ketupat pada umumnya yaitu berbentuk segitiga dengan garis horisontal. Garis horisontal tersebut berasal dari tulang daun bambu yang digunakan sebagai pembungkus. Masyarakat Kaliwungu biasanya menyajikan ketupat sumpil bersama parutan kelapa atau serundeng, namun di daerah lain, seperti Kabupaten Kebumen, ketupat sumpil disantap bersama lauk dan sayur, sama seperti ketupat pada umumnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Rahasia Kelezatan Nasi Kropokhan, Santapan Favorit Sultan Demak

Nasi Kropokhan adalah makanan khas Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Makanan ini dipercaya sebagai menu favorit raja-raja masa Kesultanan Demak.

Mitos Pohon Walitis Raksasa, Bekas Tancapan Tongkat Ki Ageng Makukuhan

Nama Walitis berasal dari dua kata, yaitu wali dan titis yang berarti pohon tersebut adalah titisan seorang wali, tokoh penyebar agama Islam di Jawa.

Hujan dan Angin Kencang Landa Grobogan, Pohon Tumbang Timpa Rumah

Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang ke jalan dan rumah.

Mantap! Ikut Vaksinasi, Warga Kudus Dapat Sepeda Motor

Vaksinasi berhadiah digelar di Kabupaten Kudus dengan hadiah berupa sepeda motor agar warga terdorong untuk menerima vaksin Covid-19.

Innalilahi! 10 Bulan, 150 Orang di Cilacap Tewas, Ini Pemicunya

Sebanyak 150 orang meninggal dunia di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) dalam kurun waktu 10 bulan, Januari-Oktober 2021 akibat kecelakaan lalu lintas.

Waduh! Giliran Kantor DPRD Jateng Digeruduk Anggota Pemuda Pancasila

Massa Ormas Pemuda Pancasila mendatangi Kantor DPRD Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (26/11/2021).

Tol Semarang-Demak Seksi II Ditarget Rampung 28 Oktober 2022

Pembangunan Tol Semarang-Demak seksi II, ruas Sayung-Demak, ditarget selesai atau bisa digunakan mulai 28 Oktober 2022.

Jelajahi Desa Sejahtera Astra Temanggung, Produsen Kopi dan Wisata Alam

Sejak dibina Astra tahun 2018, jumlah masyarakat terpapar program DSA hingga tahun 2021 mencapai 5.500 orang dari hanya sekitar 200 orang pada tahun 2018.

Pengembala Kambing di TPA Ngembak Grobogan Temukan Mayat Bayi

Seorang pengembala kambing menemukan jenazah bayi laki-laki di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Diringkus! Komplotan Pembobol Brankas Kantor di Jateng, Gasak Rp1,3 M

Aparat Ditreskrimum Polda Jateng meringkus komplotan spesialis pembobol brankas yang telah beraksi di empat lokasi dan menggasak uang yang totalnya mencapai Rp1,3 miliar.

Hendak Ditangkap Polisi, Suami Bunuh Istri di Tegal Pilih Bunuh Diri

Tak mau ditangkap polisi setelah bunuh istri, suami di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), memilih menghabisi nyawanya sendiri atau bunuh diri.

Ndas Borok Kuliner Khas Temanggung, Lezat Tak Seburuk Namanya

Salah satu kuliner unik khas Temanggung, Jawa Tengah, adalah Ndas Borok, yang terbuat dari campuran singkong, kelapa parut, dan gula merah.

Bukit Gendol, Gunung Api Purbakala di Lereng Merapi

Bukit Gendol merupakan gunung api purba di lereng Merapi yang berlokasi di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Bajingan, Kuliner Unik Temanggung

Bajingan adalah kuliner unik nan khas dari Temanggung yang sangat enak dengan tekstur halus dan rasa yang manis.

Mitos Ratu Kalinyamat & Larangan Pria Kudus Nikahi Wanita Jepara

Legenda Ratu Kalinyamat dikaitkan dengan mitos larangan menikah antara wanita Jepara dengan pria Kudus.

Menang Lawan Persika, Pemain PSISa Digelontor Bonus

Para pemain PSISa Salatiga digelontor bonus berupa uang tunai seusai menundukkan Persak Karanganyar dalam laga lanjutan Liga 3 Zona Jateng.