Kesaksian Sopir Mobil Alphard Korban Penembakan di Solo: Saya Menunduk Terus
KR sopir korban penempakan, I, saat berada di Mapolresta Solo pada Kamis (3/12/2020) sore. (Solopos.com/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO – Penembakan di Jl Monginsidi, Solo, masih terekam jelas dalam ingatan KR, 42. Warga Baki, Sukoharjo, ini merupakan sopir mobil Alphard yang diberondong tembakan tersebut.

Pada Rabu (2/12/2020) dia berangkat bekerja seperti biasanya memakai baju batik cokelat lengkap dengan celana kain hitam. Sudah cukup lama, ia bekerja menjadi sopir seorang pengusaha perempuan yang bergerak di bidang tekstil, I, warga Jebres, Solo.

Tidak ada yang berbeda pada siang itu saat KR mengemudikan mobil Toyota Alphard AD 8945 JP milik bosnya. Sekitar pukul 12.00 WIB, ia diminta bosnya, I, mengantarkannya makan siang di salah satu restoran di kawasan Jl. Slamet Riyadi, Solo.

Mobil Dihantam KA di Gemolong Sragen, Sopirnya Belum Lama Bisa Nyetir

Saat melintas di kawasan Kepunton ia bertemu dengan LJ, 72, dan istrinya. Ia sempat menanyakan kepada I apakah berjanjian dengan istri LJ yang merupakan adik kandungnya. Ternyata, perjumpaan itu tidak direncanakan.

LJ dan istrinya pun lantas menumpang di mobil berwarna hitam itu. Istri LJ duduk di belakangnya berdekatan dengan I. Sedangkan, LJ duduk di bagian depan mobil atau di sebelah kirinya.

Selama di perjalanan, tak ada hal-hal yang aneh apalagi mencurigakan. Obrolan selama di perjalanan biasa-biasa saja, sekadar membahas usaha masing-masing.

Saat melintas di wilayah Jl Monginsidi, LJ, meminta mampir ke rumah burung walet karena akan mengambil barang dagangan. Saat berada di lokasi, LJ, turun dari mobil sembari meminta I mengikutinya. Namun, I enggan menuruti LJ untuk turun dari mobil. Hal itu membuat LJ marah.

Cerita Horor Saksi Laka Maut di Tol Madiun-Nganjuk: Muncul Asap Lalu Jeritan

Diberondong Peluru

KR melihat jelas gerak-gerik LJ karena berada di bagian depan mobil. KR merasa tidak enak dalam situasi itu. Benar saja, LJ, lantas menembak di bagian depan mobil itu. Ia pun tersentak saat peluru kedua menyasar kaca depan bagian sopir.

Beruntung, peluru tak mengenainya. Dalam situasi antara hidup dan mati, KR berpikir cepat. Ia secepat mungkin mengunci pintu mobil meski detak jantungnya terus berpacu.

“Secepat mungkin saya nyalakan mobil. Saya berusaha memutar balik mobil secepat dan seaman mungkin. Harus konsentrasi penuh agar tidak menabrak. Saat putar balik masih ditembaki. Saya menunduk terus,” papar KR saat berbincang dengan awak media di Mapolresta Solo pada Kamis (3/12/2020).

Benahi Atap Bocor, OB MNC Finance Solo Baru Tewas Tersengat Listrik

Lari ke Markas Brimob Polda Jateng

Sedapat mungkin, KR, segera mencari tempat aman. Tiba-tiba ia mengingat tak jauh dari lokasinya ada kantor polisi yakni Markas Detasemen C Pelopor Sat Brimob Polda Jateng. Ia pun secepat mungkin masuk ke dalam markas dan meminta bantuan kepolisian. Personel Brimob pun lantas mengamankan tiga orang di dalam mobil Alphard itu.

KR pun tidak mengetahui alasan LJ nekat beraksi menembaki kerabat bahkan istrinya yang masih di dalam mobil. Ia bersyukur selamat dari peristiwa yang bisa merenggut nyawanya itu.

Ganjar Izinkan Asrama Haji Donohudan Jadi RS Darurat Covid-19

Sementara itu, tak sampai dua jam Satreskrim Polresta Solo menangkap LJ di ruang tunggu VIP menunggu bus ke arah Bekasi. Personel kepolisian melibatkan Sat Brimob Polda Jateng karena LJ membawa senjata api jenis Walter berpeluru kaliber 22 mm.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan LJ ditangkap tanpa perlawanan dengan membawa satu senjata api, tiga magazine, dan 62 peluru.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom