Seorang pedagang memindahkan barang dagangan dari selter PKL Manahan Solo yang rusak, Kamis (20/7/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Aksi pencurian kerap terjadi di selter pedagang kaki lima (PKL) di seputar Stadion Manahan Solo dalam empat bulan terakhir.

Beberapa anggota Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Gotong Royong Manahan Solo mulai memasang kamera pengawas untuk mengantisipasi pencurian itu.

Ketua Paguyuban PKL Gotong Royong, Koko Kuncoro, kepada Solopos.com, Minggu (22/9/2019), mengatakan belum ada rencana melaporkan pencurian yang menimpa anggotanya itu ke kepolisian.

Ia mengaku sudah mengetahui ciri-ciri pencuri yang mengakibatkan kerugian pedagang itu. Berbagai peralatan masak, minuman kemasan, hingga lampu penerangan menjadi benda yang sering dicuri.

“Keamanan fokus pada masing-masing pedagang dulu, beberapa selter sudah memasang kamera pengawas. Saya harap yang lain juga memasang kamera pengawas. Pekan lalu banyak yang kehilangan lampu penerangan. Sementara saya patroli bersama teman-teman dulu,” ujarnya.

Koko mengatakan telah membentuk tim patroli rutin pada malam hari, namun hal itu kurang efektif karena rumah pedagang jauh sehingga tidak seluruh pedagang dapat ikut patroli.

Menurutnya, kamera pengawas merupakan solusi menyelesaikan kerawanan di selter Manahan. Salah seorang pedagang Shelter Manahan, Sri Purwani, mengatakan pekan lalu kehilangan tabung gas tiga kilogram (kg) yang baru saja ia beli.

Ia menduga pelaku mencuri tabung gas itu sekitar pukul 04.00 WIB. Ia menderita kerugian sekitar Rp135.000 akibat pencurian itu.

Sementara itu, pegadang lainnya, Widagno, mengaku kehilangan peralatan masak berupa wajan dan panci hilang pada Senin (16/9/2019). Menurutnya, kerugian itu tidak seberapa namun karena sangat sering jadi meresahkan.

Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) Disdag Kota Solo, Didik Anggono, saat ditemui Solopos.com, di sela-sela kegiatannya meminta pedagang di selter Manahan lebih mengoptimalkan patroli malam untuk mengantisipasi seringnya pencurian berbagai peralatan masak hingga minuman kemasan itu.

Meskipun telah ada patroli dari petugas Disdag dan Satpol PP pengamanan akan lebih optimal apabila paguyuban pedagang turut serta berpatroli menjaga keamanan.

“Pedagang jangan menaruh barang-barang sembarangan, simpan di tempat aman. Komunikasi antarpedagang harus selalu dijaga, ikut saling menjaga dan mengingatkan. Kami akan mengintensifkan pengawasan dan patroli,” ujarnya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten