Warga mencoba kendaraan listrik Aglis dalam peluncuran Program Promo Gebyar Kemerdekaan 2019 bersama PLN saat CFD Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (25/8/2019). (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Solo menyiapkan stasiun pengisian listrik umum (SPLU) mulai Oktober nanti. Hal itu untuk menyikapi meningkatnya peminat kendaraan listrik di Soloraya.

Perwakilan PT Prosan Alam Hijau, Aldrian Surya Hadi, mengatakan kendaraan listrik yang digarap PT Prosan Alam Hijau dan Solo Techno Park (STP) bernama Aglis terus menarik banyak peminat.

Biasanya masyarakat yang datang mencari informasi tentang Aglis adalah rekan dari customer yang sudah pernah membeli Aglis.

"Bisa kami katakan peminat kendaraan listrik ini terus ada. Biasanya customer yang sudah pernah membeli, merekomendasikan ke rekan mereka," kata dia kepada Solopos.com, belum lama ini.

Aldrian menyebut dalam sebulan bisa menjual tiga hingga empat unit Aglis. Para peminat datang dari beberapa daerah di Soloraya dan sekitarnya.

"Bulan ini saja kami mengirimkan empat unit kepada konsumen. Pengiriman dilakukan ke Karanganyar, Sukoharjo, Gemolong, dan Pati," lanjut dia.

Konsumen lain juga datang dari Boyolali dan Klaten. Aldrian menyebut penjualan Aglis masih terkendala harga.

"Kalau peminat banyak sekali. Masalahnya hanya di harga. Konsumen mengira harganya tidak segitu. Kemudian dikira ada fasilitas kredit, padahal tidak ada," kata dia.

Aglis dijual dengan harga Rp45 juta. Sementara itu Manajer UP3 PLN Solo, Mundhakir, mengatakan pada Oktober nanti program penyediaan SPLU mulai dijalankan.

"Selain pengadaan, kami juga mendatangkan alat dari unit [daerah] lain. Untuk rencana memang 16 lokasi. Tapi tidak bisa langsung, kalau nanti datang lima [alat] akan kami pasang dulu. Kalau sudah datang, awal Oktober langsung kami pasang," terang dia.

Lokasi pemasangan SPLU yang diprioritaskan adalah kawasan yang menjadi pusat keramaian seperti di sekitar Balai Kota, Plasa Sriwedari, Pasar Kliwon, Gentan, dan sebagainya.

Untuk menggunakan SPLU tersebut, Mundhakir mengatakan masyarakat harus membeli token sesuai nomor yang tertera pada masing-masing SPLU. Setelah itu masyarakat baru bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten