Kenapa Gunung Merapi, Semeru, dan Lewotolok Aktif Secara Bersamaan, Ini Kata PVMBG
Gunung Merapi terlihat dari pos pengamatan Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jumat (27/11/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, SOLO -- Indonesia tengah menghadapi ancaman erupsi dari tiga gunung berapi yang aktif secara bersamaan. Ketiga gunung tersebut mulai dari Merapi di Jawa Tengah dan DIY, Semeru di Jatim, dan Lewotolok di Nusa Tenggara Timur.

Apakah aktifnya ketiga gunung berapi itu secara bersamaan menandakan sesuatu, atau hanya kebetulan? Begini penjelasan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG, Nia Haerani, mengatakan tidak ada hubungannya antara letusan Merapi, Semeru, dan Lewotolok tersebut. "Ketiga gunung tersebut erupsi karena faktor internal gunung api. Masing-masing gunung punya sistem sendiri, tidak berhubungan satu dengan yang lainnya," kata Nia Haerani, Senin (30/11/2020).

Ada Rekahan Baru di Kawah Gunung Merapi

Sebelumnya, ketiga gunung berapi aktif di Indonesia tersebut meletus dengan selisih waktu yang berdekatan. Dimulai dari barat, yakni Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Tiga pekan lalu Gunung Merapi juga diberitakan erupsi mengeluarkan asap dan material vulkanik. Statusnya pun menjadi Siaga. Beberapa hari kemudian giliran Gunung Semeru yang meletus melontarkan lava sejauh satu kilometer.

Status Gunung Semeru sekarang Siaga. Masyarakat di sekitar gunung juga diminta hati-hati. Bahkan BPBD setempat juga sudah menutup jalur pendakian ke Semeru.

Gunung di NTT Erupsi, Ribuan Warga Mengungsi

Selang sehari bergeser ke timur. Gunung Lewotolok di Nusa Tenggara Timur meletus menyemburkan material vulkanik. Masyarakat di sekitar Lewotolok juga diminta waspada oleh BPBD setempat.

Sumber: Suara.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom