Keluarga Tidak Tahu Perilaku Korban Pembunuhan di Desa Terkesi
Proses pemakaman korban pembunuhan sesama jenis di pemakaman umum Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Sabtu (23/1/2021). (Istimewa)

Solopos.com, PURWODADI – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Ibnu,19, di Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Sabtu (23/1/2020). Ibnu adalah korban pembunuhan Joko Kurniawan, 26, di Desa Terkesi, Kecamatan Brati, Jumat (22/1) malam.

Keluarga selama ini tidak mengetahui perilaku Ibnu yang ternyata suka sesama jenis. Mereka baru tahu setelah menjadi korban pembunuhan teman kencannya di Desa Terkesi, Kecamatan Brati, Grobogan.

Menurut paman korban, Ramijan, selama ini keponakannya itu dikenal pendiam dan rajin beribadah. Sehingga keluarga tidak menaruh curiga ketika korban pamit hendak main ke rumah temannya di Desa Terkesi.

Sadis! Pria di Grobogan Bunuh Pemuda Teman Kencannya

Ketika keluarga diberitahu kematian korban, mereka mengira Ibnu menjadi korban kecelakaan dalam perjalanan menuju rumah temannya di Desa Terkesi.

"Kami tahunya dia meninggal itu saat ada anggota polisi datang ke rumah. Keluarga langsung ke RSUD Purwodadi, ternyata benar yang meninggal itu keponakan saya. Namun bukan kecelakaan tapi korban pembunuhan," ujar Ramijan kepada wartawan.

Selama ini, lanjut Ramijan, keponakannya itu bekerja di sebuah perusahaan asuransi di Kota Semarang. Biasanya setelah kerja langsung pulang ke rumahnya di Desa Mlilir. Namun, sebelum kejadian korban pamit pulang ke rumah temannya di Desa Terkesi, Jumat.

"Keponakan saya ini orangnya pendiam dan patuh sama orang tuanya. Ibunya sudah lama meninggal. Dia anak ketiga dari empat bersaudara. Rencananya, November 2020 berangkat ke Korea Selatan. Tetapi karena pandemi, ditunda," tutur Ramijan.

Ajak Warga Jarah Muatan Truk Tronton Terguling di Tawangmangu, 2 Wanita Ini Minta Maaf

Hukum Mati

Mengenai perikaku korban yang pendiam dan patuh kepada orang tuanya, juga diceritakan mantan gurunya, Nur. Menurutnya, selama mengajar dulu korban memang pendiam, namun patuh dan taat beribadah. Dia tidak menyangka muridnya menjadi korban pembunuhan di Desa Terkesi.

"Saya tahu dia itu patuh kepada orang tuanya. Saya tidak pernah menyangka kalau mantan murid saya meninggal dalam usia masih muda. Semoga almarhum husnul khatimah," ujar Nur, yang kini menjadi jurnalis di Grobogan.

Kebakaran Hanguskan Pabrik Vaksin Terbesar di Dunia, 5 Orang Meninggal

Oleh keluarga, korban pembunuhan di Desa Terkesi dikuburkan di pemakaman umum Desa Mlilir, Kecamatan Gubug. Keluarga tak kuasa menahan tangis dan rasa kehilangan Ibnu yang dikenal baik dan penurut.

"Saya mewakili keluarga almarhum meminta agar pelaku pembunuhan keponakan saya, jika perlu dihukum mati," kata Ramijan.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom