Keluarga: Jadi Tersangka, Guru SMPN 1 Turi Sempat Selamatkan 6 Siswa
Tiga tersangka saat jumpa pers ungkap kasus tragedi susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi di Polres Sleman, Selasa (25/2/2020). (Harian Jogja-Gigih M. Hanafi)

Solopos.com, SLEMAN -- Status tersangka tiga guru pembina Pramuka SMPN 1 Turi dalam kasus susur Sungai Sempor berdampak besar bagi keluarga mereka. Keluarga salah satu adalah Isfan Yoppi Andrian (IYA), bahkan sudah mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Kakak sepupu dari tersangka Yoppi, Ahmad Sukamta, 58, mengatakan istri dari IYA sedang drop karena kasus yang menimpa suaminya. Warga Margorejo, Tempel, Sleman, itu juga mengungkapkan anak IYA juga terdampak kasus ini.

Sang anak sempat masuk sekolah pada Jumat (21/2/2020) lalu sebelum tragedi Sungai Sempor terjadi. Dia sudah kembali masuk sekolah sejak Selasa (25/2/2020).

Sekda DKI Samakan Anies Baswedan dan Jokowi Tangani Banjir Jakarta

"Dengan kasus ini mereka [anak Yoppi] selalu dikawal oleh sekolah. Jadi ketika belum dijemput ia ditunggu di tempat ruang guru. Alhamdulilah sekolah juga membantu," kata Sukamta.

Selain itu, anak dan istri Yoppi sudah diungsikan ke rumah keluarga besar mereka di Sleman sejak Sabtu (22/2/2020) atau sehari setelah dirinya menjadi tersangka. Yoppi juga tidak dijemput oleh polisi ke rumahnya.

Sukamta mengatakan guru olahraga SMPN 1 Turi tersebut syok atas kejadian itu. Bahkan, Sukamta mengklaim Yoppi juga telah menolong enam muridnya di Sungai Sempor sampai selamat.

PNS Kena Banjir Bisa Cuti Sebulan, Gaji & Tunjangan Utuh

"IYA juga menolong enam anak hingga selamat. IYA dikasih tahu jika ada korban di klinik dan puskemas, dia mencari ke sana dulu. Ketika IYA mendengar ada empat korban tewas, IYA juga sempat syok. Selesai melakukan evakuasi, IYA disuruh pulang untuk ganti baju," terang Sukamta, Rabu (26/2/2020).

Setelah mengganti pakaian, Yoppi kembali lagi ke TKP namun setelah itu langsung dibawa oleh aparat Polres Sleman. "IYA tidak kembali sejak masuk ke Polres. Tengah malam hari Jumat [21/2/2020]. Anaknya sempat tanya kok ayah enggak pulang," kata Sukamta.

Sukamta mewakili keluarga Yoppi tak lupa mengucapkan permohonan maaf kepada keluarga korban meninggal dunia dari siswa SMPN 1 Turi. Tak hanya kepada keluarga korban meninggal, dia juga meminta maaf kepada keluarga korban siswa yang luka-luka dan mengalami trauma.

Rumah Sakit di Jakarta Kebanjiran, Hotman Paris: Nasib Bangsaku!!

"Kami dari keluarga juga merasakan perasaan dari keluarga korban yang ditinggalkan. Kami bisa merasakan itu, untuk itu saya atas nama tersangka meminta permohonan maaf setulus-tulusnya dan mohon dari keluarga korban berkenan untuk memberikan maaf. Semoga anak didik yang juga menjadi korban ini diterima di sisi Allah SWT. Kami juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada yang berwajib."

Sumber: Harian Jogja


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho