Sekda DKI Samakan Anies Baswedan dan Jokowi Tangani Banjir Jakarta
Warga kampung Petukangan Rawa Teratai menaiki perahu darurat menuju rumah mereka saat banjir di Jakarta Timur, Selasa (25/2/2020). Luapan Kali Mati menggenangi rumah dengan ketinggian 1-2 meter. (Antara-Fakhri Hermansyah)

Solopos.com, SOLO -- Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Saefullah mengatakan selama 2020 sudah ada empat kali banjir di Jakarta, yaitu 1-2 Januari 2020 dan 24- 25 Februari 2020.

Banjir yang terjadi hari ini, Selasa (25/2/2020), Saefullah mengungkit kembali era kepemimpinan mantan Guberur DKI Jakarta Jokowi saat menangani banjir. Dia menyebut Jokowi adalah sosok yang pekerja keras.

Dia juga beranggapan perilaku pekerja keras itu ditemukan pula [ada sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ketika era Anies Baswedan, Saefullah mengklaim bisa menangani banjir di Jakarta tidak lebih dari 1 x 24 jam.

Jembatan Pusung Boyolali Mulai Diperbaiki, 2 Crane Disiapkan Untuk Angkat Pelat

"Pak Jokowi dilantik 2012. Beberapa bulan setelah jadi gubernur DKI Jakarta, 2013 awal ada banjir besar. Waktu itu paling besar Bundaran HI terendam, Istana sedikit terendam. Itu kita tangani dalam waktu empat hari dan berberapa daerah lain normal. Pak Jokowi pekerja keras diapresiasi warga Jakarta dan Indonesia, buktinya jadi presiden," terang Saefullah di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di TVOne, Selasa (25/2/2020) malam.

"Pak Gubernur Anies juga pekerja keras terlihat tanggal 1 [Januari 2020] penanganannya. Waktu hujan tanggal 1 itu, kurang dari 1 x 24 jam transportasi umum, sekolah, Puskesmas, kami pastikan sudah bisa melayani keesokan harinya," sambungnya.

Sama halnya dengan banjir 1 Januari 2020, katanya, banjir Jakarta hari ini, Selasa (25/2/2020), dapat diatasi tidak lebih dari 1 x 24 jam.

1 Warga Boyolali Ada Di Kapal Diamond Princess Yang Terkontaminasi Virus Corona

"Besok pagi kita pastikan sarana, sekolah, kesehatan dan transportasi, besok bisa berfungsi. Kita mengejar pelayanan prima ada empat, salah satunaya adalah kecepatan. Dan empat kali banjir tidak lebih dari 1 x 24 jam. Tapi ada beberapa daerah yang cekung perlu dua hingga tiga hari karena perlu pompa mobile," tambahnya.

Menurutnya, kerja cepat Pemprov DKI Jakarta ini bisa dilakukan karena saking banyaknya Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU).

Gibran Rakabuming Jadi Anggota Banser, Netizen Kaitkan Pilkada Solo

"Kalau dulu kita belum punya PPSU, saat ini kita punya PPSU banyak sekali. PPSU itu tenaga kontrak kita di kelurahan, kecamatan kita. Jumlahnya cukup banyak," tandasnya.

PPSU di Jakarta dibagi menjadi empat sesuai dengan warna seragamnya. Pasukan oranye untuk kebersihan, pasukan kuning untuk Bina Marga, pasukan putih untuk kelistrikan, dan pasukan biru untuk Dinas Sumber Daya Air.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho