Kelanjutan Liga 2: PT LIB Tampung Aspirasi Klub, Persis Solo Tak Beri Tanggapan
Manajer Persis Solo Hari Purnomo (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo tidak menjawab korespondensi yang dilayangkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait kelanjutan kompetisi musim ini. Lewat korespondensi tersebut, PT LIB sedianya menampung aspirasi klub apabila pemerintah tak kunjung mencabut status darurat bencana hingga 29 Mei 2020.

Melalui surat bernomor 182/LIB-COR/IV/2020 tertanggal 29 April, PT LIB memberikan waktu hingga Jumat (1/5/2020) bagi klub Liga 1 dan Liga 2 untuk memberikan masukannya terkait keberlanjutan kompetisi. Namun hingga tenggat tersebut, Laskar Sambernyawa tak kunjung menyampaikan tanggapan resminya.

“Kami memang tidak mengirimkan email ke PT LIB [sebagai balasan korespondensi],” ujar Manajer Persis Solo, Hari Purnomo, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (3/5/2020).

3 RS Rujukan Covid-19 di Solo Ini Tambah Kamar

Hari enggan menjelaskan alasan klub tidak memberikan masukan resmi pada PT LIB terkait kelanjutan kompetisi. Sang manajer menyatakan hal tersebut merupakan wewenang CEO Persis, Azmy Al Qamar.

Sikap ini cukup mengejutkan mengingat Laskar Sambernyawa sebelumnya relatif kooperatif memberikan masukan resmi pada PSSI dan operator kompetisi. Secara informal, manajemen pun sebenarnya telah menentukan sikapnya.

“Hemat kami tidak masalah apabila kompetisi dilanjutkan bulan Juli atau Agustus, dengan catatan pandemi Covid-19 sudah mereda,” ujar Hari.

Jokowi Prediksi Covid-19 Selesai Juni, Ganjar: Mungkin Malah Puncak!

Pihaknya menghitung Liga 2 hanya butuh empat bulan lebih sedikit sehingga kompetisi dapat selesai sebelum pergantian tahun apabila digelar Juli/Agustus. Liga 2 2020 sendiri baru berjalan satu pekan sebelum diliburkan pada pertengahan Maret. “Kami tetap berharap kompetisi bisa digelar meski mundur waktunya,” kata Hari.

Tak Tertarik Turnamen Pengganti

Sebelumnya, Persis mengirim sinyal tak tertarik dengan tawaran kompetisi pengganti apabila Liga 2 musim ini dibatalkan. Mereka menilai turnamen pengganti tak bisa menandingi greget kompetisi resmi yang memperebutkan tiket promosi ke Liga 1. Persis sendiri telanjur mengeluarkan dana tak sedikit untuk membangun skuat musim ini.

361 Pekerja Transportasi Salatiga Kebagian Bantuan Peduli Keselamatan

Laskar Sambernyawa sendiri sempat meminta PSSI dan PT LIB menetapkan keadaan kahar (force majeure) apabila kondisi tak kunjung membaik. Status tersebut dapat digunakan klub untuk merespons kaitannya dengan kontrak pemain.

Masukan tersebut disampaikan resmi pada PT LIB akhir Maret lalu setelah otoritas memberhentikan Liga 1 dan Liga 2 sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Kami meminta PT LIB memberikan keputusan bijaksana yang tidak merugikan klub maupun pemain,” ujar Asisten Manajer Persis, Riyadi Syarifudin, beberapa waktu lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho