Ilustrasi Pendidikan SMP (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO — Bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 18 Solo yang beralamat di Kadipiro, Banjarsari, Solo, segera direvitalisasi pada tahun 2020.

Oleh sebab itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SMPN 18 Solo akan direlokasi ke gedung SMPN 3 Solo di Timuran, Banjarsari.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Solo Etty Retnowati mengatakan, salah satu pertimbangan revitalisasi SMPN 18 Solo adalah usia bangunan yang sudah cukup tua sehingga perlu diperbarui.

“Sekolah ini dibangun sekitar tahun 1970 sehingga sudah tua dan ada yang membahayakan,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di sela-sela acara Gebyar Literasi di sekolah setempat, Rabu (23/10/2019).

Etty menambahkan sekolah juga akan ditata sedemikian rupa untuk dijadikan sekolah model.

“Lahannya di sini 1,3 hektare [ha] memungkinkan sehingga potensinya bagus untuk sekolah model. Karena sejak dulu sekolah ini kita desain sebagai sekolah pencontohan adiwiyata. Nanti akan ditata jumlah kelas dan ruang pendukung sesuai standar,” ujarnya.

Terkait revitalisasi tersebut, dia menambahkan, KBM siswa SMPN 18 dipindah ke SMPN 3 Solo. Sedangkan KBM SMPN 3 Solo dipindah ke gedung baru sekolah tersebut di Karangasem, Laweyan, Solo.

“Kami perkirakan pembangunan akan berlangsung satu tahun dan sesudahnya siswa SMPN 18 akan kembali ke tempat semula. Sedangkan eks gedung SMPN 3 yang ditinggalkan itu nantinya akan dipakai pengembangan SMPN 10 yang lokasinya ada di dekatnya,” ujarnya.

Kepala SMPN 18 Solo Adi Purnawan mengatakan salah satu persoalan penting dalam revitalisasi dan relokasi tersebut adalah penyelamatan dokumen.

“Kami bentuk tim dari tim kurikulum sampai kesiswaan untuk selamatkan dokumen, termasuk aset di ruangan masing-masing untuk dipindahkan ke tempat baru,” ujar Adi yang memimpin sekolah dengan 725 siswa itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten