Kasus Perkosaan Siswi SD Oleh Pesilat Sragen Belum Ada Tersangka, Polisi Kekurangan Saksi?

Kasus perkosaan siswa SD oleh pesilat di Sukodono, Sragen, belum ada penetapan tersangka diduga karena polisi kekurangan saksi.

 Ilustrasi kasus perkosaan. (Dok Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kasus perkosaan. (Dok Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Kasus perkosaan siswa SD oleh pesilat di Sukodono, Sragen, hingga kini belum ada penetapan tersangka meski identitas pelaku sudah jelas.

Ketua LBH Mawar Saron, Andar Beniala Lumbanraja, mengaku mendapat informasi polisi masih kekurangan saksi. Andar kembali mendatangi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen, Kamis (22/7/2021).

Maksud kedatangannya untuk menanyakan kelanjutan penanganan perkara kekerasan seksual terhadap W, 9, siswi SD di Sukodono oleh oknum pesilat, S, 38, pada 10 November 2020 silam.

Baca Juga: Warga Desa Jenar Takut Ikut Vaksinasi Covid-19, Diduga Termakan Hoaks

“Ternyata memang ada pergantian Kanit [Pelayanan Perempuan dan Anak/PPA] yang membuat penyidikan perkara ini lamban. Saya bilang lamban karena kasus ini terjadi pada 10 November dan sampai sekarang belum ada penetapan tersangka,” ujar Andar kepada Solopos.com.

Kepada Andar, penyidik juga beralasan, penanganan kasus perkosaan oleh pesilat Sragen itu masih membutuhkan tambahan saksi. Keterangan salah satu saksi dalam berita acara pemeriksaan (BAP) berbeda dengan keterangan saksi tersebut saat klarifikasi awal.

Atas dasar itu, kata Andar, penyidik ingin menambah saksi supaya penanganan perkara itu bisa dilanjutkan. “Saya lalu mengusulkan saksi tambahan itu adalah ibu dari korban sendiri. Sebab, semuanya sudah diceritakan kepada ibu korban. Bahkan, setelah berterus terang kepada ibunya, korban sempat demam beberapa hari karena kondisi psikisnya terguncang,” ujar Andar.

Baca Juga: Putus Asa Sakit Menahun, Kakek-Kakek di Karangmalang Sragen Tenggak Racun Serangga

Hasil Visum Korban

Andar menilai hasil visum korban perkosaan oleh pesilat di Sragen sudah menjadi bukti kuat untuk menjerat pelaku. Temuan bukti lain berupa tiga celana korban yang dibuang ke kakus dekat rumah korban juga bisa jadi bukti pendukung.

“Saya kira bukti dan saksi sudah lebih dari cukup. Tapi mengapa belum ada penetapan tersangka dalam perkara ini? Mudah-mudahan setelah ada tambahan saksi, ada progres yang baik dalam penyidikan,” ucapnya.

Sebagai informasi, Unit PPA Satreskrim Polres Sragen sudah menaikkan status penanganan kasus perkosaan siswi SD oleh pesilat di Sukodono dari tahap penyelidikan ke penyidikan pada Maret lalu.

Baca Juga: Akhirnya Kades Jenar Terima Vaksin Covid-19, Disuntik Langsung Bupati Sragen

Kendati begitu, empat bulan berselang, polisi belum juga menetapkan S, 38, sebagai tersangka. Pria yang merupakan anggota salah satu perguruan silat di Sukodono itu masih berkeliaran dan menghirup udara bebas.

Belum adanya penetapan tersangka membuat orang tua korban, melalui pengacaranya dari LBH Mawar Saron Solo, mengadu ke aktivis perlindungan anak, Seto Mulyadi alias Kak Seto.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Edi Suryana, belum bisa dimintai konfirmasi terkait perkembangan penyidikaan perkara kekerasan seksual terhadap anak itu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahanya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.

Ketua Tikus Pithi Ingin Rombak Sistem Pendidikan dengan Penjurusan Anak Sejak Dini

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, menilai sistem pendidikan nasional perlu dirombak denga mengakomodasi penjurusan sejak dini.

Dahsyatnya Bakso Tumpeng Merapi Glodogan Klaten, Lelehan Sambelnya Meledak di Mulut

Warung di Glodokan, Klaten Selatan, Klaten, menjual bakso unik dengan bentuk seperti tumpeng dan lelehan sambel seperti lava Gunung Merapi.

Cegah Klaster Sekolah di Solo, Pemkot Gelar Swab Acak Saat PTM

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyasar puluhan sekolah yang menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas untuk uji swab antigen acak.

Memasuki Musim Hujan, Waspadai Penyakit Ini di Wonogiri

Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai beberapa penyakit yang akan muncul.

Derita Penambang Pasir Bengawan Solo Sragen: Sudah Mandi Berkali-Kali, Badan Tetap Bau

Para penambang pasir di Sungai Bengawan Solo wilayah Sragen mengaku sulit menghilangkan bau badan akibat terkena air sungai yang tercemar limbah.

150 Siswa SMKN 2 Solo Tiba-Tiba Dites Swab, Ada Apa?

Sekitar 150 siswa dan para guru SMKN 2 Solo mengikuti tes swab di sekolah mereka, Rabu (22/9/2021).

Berbulan-Bulan Nunggu, Siswa SLB-B YAAT Klaten Senang Bisa Sekolah Tatap Muka

SLB B YAAT Klaten menjadi satu-satunya SLB yang menggelar simulasi PTM mulai Senin (20/9/2021), dari total 14 SLB di Klaten.