Kategori: Karanganyar

Kasus DBD Karanganyar: Waspada! Colomadu Masih Yang Tertinggi


Solopos.com/Candra Mantovani

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kasus demam berdarah dengue atau DBD masih menjadi ancaman bagi warga Karanganyar pada masa pandemi Covid-19 ini.

Ancaman itu menyeluruh pada semua wilayah kecamatan. Namun, berdasarkan data, kasus DBD tertinggi saat ini masih Kecamatan Colomadu sebanyak 66 kasus.

Menjelang musim penghujan, Puskesmas Colomadu akan menggencarkan sosialisasi ke desa-desa terkait pola hidup bersih sehat (PHBS).

Bantu Cegah Covid 19, Anggota Pramuka Boyolali Bagi-Bagi Ribuan Masker

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Jumat (2/10/2020), selama Januari-September 2020, Colomadu masih menjadi kecamatan dengan kasus DBD Karanganyar.

Sementara Kecamatan Jatiyoso menjadi wilayah dengan jumlah kasus DBD paling rendah yakni hanya satu kasus. Angka tersebut kontras dengan temuan kasus DBD Colomadu yang mencapai angka 66 kasus.

Selama periode tersebut terdapat satu kasus kematian akibat DBD yakni dari Kecamatan Gondangrejo . Kasus DBD kecamatan ini totalnya 44 kasus.

Masuk Ketegori Risiko Tinggi, Ini Rahasia Tokoh Masyarakat Solo Hasan Mulachela Tangkal Covid-19

Kasus Kematian

Kepala Puskesmas Colomadu II, Ririn Nurliyani, mengakui Colomadu sebagai wilayah dengan kasus DBD terbanyak Karanganyar.

Meskipun tidak ada kasus kematian, menurutnya angka bebas jentik-jentik wilayah Puskesmas Colomadu II masih belum memenuhi target.

Hingga saat ini, angka bebas jentik di wilayah kerjanya baru sekitar 87 persen dari standar 95 persen.

Update Covid-19 Klaten: Positif Tambah 13 Kasus, 1 Orang Meninggal, 21 Sembuh

“Memang faktanya tinggi. Tapi dari data yang kami terima justru selama dua bulan terakhir ini belum ada kasus lagi. Tapi langkah antisipasi tetap kami lakukan,” jelasnya kepada Solopos.com, Jumat.

Ririn mengatakan timnya dan kader kesehatan wilayah kerja Puskesmas Colomadu II Karanganyar akan melakukan roadshow sosialisasi guna menekan angka kasus DBD.

Sosialisasi dan roadshow itu sesuai jadwal berlangsung pada Selasa (6/10/2020). Petugas akan mendatangi warga lima desa yang masuk wilayah kerja puskesmas tersebut dan mengedukasi pola hidup bersih sehat (PHBS) secara menyeluruh.

Tanpa Uyuk-uyukan Rebutan Apam, Begini Jalannya Tradisi Yaa Qowiyyu Jatinom Klaten

Gerakan PSN

“Untuk antisipasi kami tidak hanya menyasar ke potensi DBD saja. Tapi lebih menyeluruh menjadi ke PHBS. Karena untuk DBD dan penyakit lainnya juga perlu PHBS,” bebernya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinkes Karanganyar, Purwati, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi meningkatknya kasus DBD selama musim penghujan.

Karenanya, gerakan PSN menjadi kewajiban bagi masyarakat agar risiko terkena penyakit tersebut bisa diminimalkan.

Usaha Kuliner Jadi Klaster Penularan Covid-19, Ini Pesan Gugus Tugas Kepada Pemilik Rumah Makan Sukoharjo

“Kami imbau warga agar mengoptimalkan PSN, terutama lingkungan luar rumah dan aktif dalam pemantauan jentik-jentik nyamuk secara berkala melalui program tilik tonggo,” jelas Purwati.

Purwati menambahkan pengenalan gejala DBD sejak awal juga penting agar bisa segera mendapakan akses pelayanan kesehatannya.

Jumlah kasus DBD tiap kecamatan wilayah Karanganyar periode Januari- September 2020:

1.473 Warga Klaten Terjaring Razia Masker, Banyak Tenaga Untuk Bersihkan Fasilitas Umum Dong!

Colomadu: 66 kasus

Gondangrejo: 44 kasus (1 kasus meninggal)

Jumantono: 30 kasus

Karanganyar: 25 kasus

Kebakkramat: 23 kasus

Tasikmadu: 22 kasus

Jaten: 16 kasus

Matesih: 15 kasus

Kerjo: 8 kasus

Jumapolo: 6 kasus

Karangpandan: 5 kasus

Ngargoyoso: 4 kasus

Mojogedang: 4 kasus

Jenawi: 3 kasus

Jatipuro: 2 kasus

Tawangmangu: 2 kasus

Jatiyoso: 1 kasus.

Sumber : Dinas Kesehatan Karanganyar.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih