Kategori: Wonogiri

Kasus Covid-19 di Wonogiri Cenderung Turun, Ini Penjelasan Pemkab


Solopos.com/Rudi Hartono

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengklaim tren penambahan kasus terkonfirmasi positif, Februari ini, menurun dibanding dua bulan sebelumnya.

Pada sisi lain hasil negatif uji laboratorium terhadap sampel mencapai lebih dari 85 persen, sedangkan hasil positif 13 persen. Sementara, okupansi tempat tidur isolasi pasien juga lebih kecil dari pada tempat tidur yang kosong.

Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Adhi Dharma, saat ditemui Solopos.com di kantornya, belum lama ini, mengatakan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri pada Februari ini lebih sedikit dari pada Desember 2020-Januari 2021 lalu.

Baca Juga: Bank Lamban Turunkan Bunga Kredit, Ekonomi Tidak Akan Kondusif

Informasi yang dihimpun Solopos.com, awal Januari lalu penambahan kasus terkonfirmasi mencapai 95 kasus dalam sehari. Lalu pada pertengahan Januari tambah 207 kasus dalam sehari. Pada Februari ini pernah tambah 15 dan 37 kasus sehari.

Bahkan, pernah juga hanya tambah satu kasus sehari. Pada Minggu (21/2/2021) tercatat tambah tujuh kasus.“Semoga trennya semakin positif,” kata Adhi.

Adhi menilai kondisi tersebut berkorelasi dengan jumlah sampel uji laboratorim yang masih dalam proses diuji hanya puluhan sampel. Itu menunjukkan orang yang ditengarai berkontak dengan pasien terkonfirmasi positif tak terlalu banyak.

Baca Juga: Thermogun Sisa Seribuan Unit, Hibah KPU Wonogiri Tak Diminati?

Sampel Masih Diproses

Pada bulan-bulan sebelumnya sampel yang masih dalam proses uji mencapai seribuan sampel. Secara keseluruhan, hasil uji sampel yang negatif jauh lebih besar dari pada hasil positif.

Hingga Minggu lalu sampel terkirim tercatat 15.110 sampel. Hasil negatif sebanyak 12.959 sampel atau 85,76 persen dari total sampel terkirim. Sementara, hasil positif ada 2.095 sampel atau 13,86 persen, sedangkan sampel dalam proses uji sebanyak 56 sampel atau 0,38 persen.

Pada bagian lain, tempat tidur isolasi pasien Covid-19 yang kosong juga lebih banyak dari pada yang isi. Dari total 227 tempat tidur isolasi di 10 rumah sakit yang tersedia, sebanyak 77 tempat di antaranya terisi. Selebihnya, 150 tempat tidur kosong. Tidak ada kapasitas tempat tidur isolasi di rumah sakit yang penuh. Sebelumnya, tempat tidur isolasi di sejumlah rumah sakit penuh.

Baca Juga: Maling Bobol Toko Di Ngadirojo Wonogiri, Obat Pertanian Hingga Uang Jutaan Rupiah Digondol

Meski tren penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menurun Adhi meminta masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan kapan pun dan di mana pun berada.

Saat ini Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tetap konsisten dengan terus mengintensifkan pengawasan dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan di berbagai tempat, terutama tempat-tempat publik, seperti pasar, pertokoan, dan pusat berbelanjaan.

Tim juga memastikan warga tak menggelar resepsi untuk menghindari terjadinya kerumunan. Kegiatan pencegahan penularan Covid-19 giat dilaksanakan selama program penanganan Covid-19 berjalan. Awalnya, pemerintah pusat membuat kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

Baca Juga: Bisa Serang Siapa Pun, Begini Cara Mengatasi Burnout

Kemudian program itu dipersempit dengan PPKM berskala mikro tanpa meninggalkan PPKM kabupaten, 9 Februari-8 Maret mendatang. Selama program demi program bergulir Pemerintah Kabupaten konsisten menutup tempat wisata dan melarang warga menggelar resepsi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Wonogiri, Haryono, meyakini program penanganan Covid-19 semacam PPKM kabupaten dan mikro akan berjalan hingga akhir tahun. Lemerintah pusat kecil kemungkinan menjalankan program hanya untuk sesaat, sementara anggaran besar dan infrastruktur pendukung yang harus dibuat perlu proses panjang.

Sebagai informasi, hingga Minggu secara kumulatif warga terkonfirmasi positif Covid-19 ada 3.092 orang. Sebanyak 86 orang merupakan kasus aktif. Mereka terdiri atas 43 orang diisilasi di rumah sakit dan 44 menjalani isolasi mandiri. Sebanyak 2.877 orang sudah sembuh, sedangkan 129 orang meninggal dunia.

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati