Kasus Covid-19 di Malioboro Jogja Meningkat, Dua Puskesmas Tutup
Ilustrasi Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, JOGJA - Penambahan kasus Covid-19 di Kota Jogja, DIY, termasuk di Malioboro menunjukkan tren peningkatan. Pada Sabtu (19/9/2020), tercatat 29 kasus baru bertambah dalam sehari.

Salah satu penambahan kasus yang paling mencolok dari 29 kasus tersebut datang dari Malioboro. Sebanyak enam kasus baru berasal dari Malioboro. Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa enam kasus tersebut merupakan anggota keluarga dari Pedagang Kaki Lima (PKL) tas dan dompet yang sebelumnya telah meninggal dunia konfirmasi positif.

Penambahan enam kasus ini membuat 19 orang terkonfirmasi positif berasal dari kasus Malioboro. Tercatat dua pedagang telah dinyatakan positif. Adapun kedua pedagang tersebut berada dalam zona yang sama.

Pastikan HP Hidup Untuk Dapatkan Grandprize SVC 2020

Tenaga Kesehatan

Sementara itu penambahan kasus lain datang dari tenaga kesehatan (nakes) . Diterangkan Heroe ada delapan nakes positif yang terkait dengan kasus Puskesmas Wirobrajan maupun berasal dari rumah sakit luar Kota Jogja. Hal ini menyebabkan dua puskesmas di Kota Jogja ditutup. Kedua puskesmas tersebut yakni Puskesmas Wirobrajan dan Puskesmas Gedongtengen.

"Mengapa dua puskesmas sementara menutup pelayanan selama tiga hari, karena memang beberapa dokter, perawat, analis, dan surveilans terpapar ketika mereka melakukan Tracing," jelas Heroe. Adanya kejadian tersebur membuat Heroe akan menambah pelatihan kepada tenaga puskesmas dan nakes lainnya yang bisa mempunyai kemampuan surveilans serta swab.

Waspada! Layanan Isolasi Di Hotel Bukan Hanya Untuk OTG

"Saat ini pelayanan di dua puskesmas masih dilayani di puskesmas lainnya yang terdekat, jadi tidak mengganggu pelayanan kesehatan maupun upaya kita Tracing, blocking, dan melakukan Swab," jelas Heroe.

Heroe menjelaskan untuk Puskesmas Wirobrajan sejauh ini sebanyak dua dokter, tiga bidan, dan tiga analis positif. Sementara untuk Puskesmas Gedongtengen empat dokter, lima perawat dan tiga analis sampai saat ini telah terpapar.

Heroe juga mencatat dari 29 penambahan kasus 26 kasus termasuk kategori OTG. Sementara itu tiga kasus lainnya mengalami gejala demam.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom