Kategori: Boyolali

Kasus Covid-19 Boyolali Tembus 3.414 Orang, Klaster Keluarga dan Tempat Kerja Mendominasi


Solopos.com/Ahmad Baihaqi

Solopos.com, BOYOLALI - Penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali masih terjadi di awal Tahun 2021. Kini, ada dua klaster persebaran Covid-19 yang mendominasi di Boyolali yakni klaster keluarga dan klaster tempat kerja.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina. “Sekarang perkembangannya ada di dua klaster tersebut yakni klaster keluarga dan klaster tempat kerja,” katanya seperti dilansir Boyolali.go.id, Selasa (5/1/2021).

Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah Pada Usia 19 Tahun Di Soloraya, Begini Perjalanan Axl

Penambahan yang signifikan dari klaster keluarga dan klaster tempat kerja di Boyolali disinyalir karena adanya kegiatan bersama di kalangan tersebut. Kegiatan itu memungkinakan pelanggaran protokol seperti membuka masker saat terlibat percakapan.

Lebih lanjut, Ratri menyebut ada penambahan kasus Covid-19 sebanyak 223 orang di Boyolali selama enam hari, tepatnya pada Rabu-Senin (30/12/2020-4/1/2021). “Kurang lebih ada 223 kasus,” ungkapnya.

Mengerti Kebutuhan Konsumen, Inilah Kunci Sukses Epson Indonesia 20 Tahun Berkiprah di Tanah Air

Perinciannya adalah pada Rabu (30/12/2020) terkonfirmasi sebanyak 14 kasus positif Covid-19, Kamis (31/12/2020) bertambah 9 kasus, pada Jumat (1/1/2021) bertambah 11 kasus, dan Sabtu (2/1/2021) bertambah 62 kasus. Sementara itu, pada Minggu (3/1/2021) bertambah 65 kasus, pada Senin (4/1/2021) bertambah 62 kasus.

"Total kasus konfirmasi sampai dengan hari ini ada 3.414 kasus,” jelas Ratri.

Dari jumlah akumulasi 3.414 kasus tersebut, sebanyak 133 pasien masih dirawat, sementara 232 pasien menjalani isolasi mandiri. Sedangkan 2.944 orang selesai isolai atau sembuh dan sebanyak 105 orang meninggal dunia.

Identitas Mayat Wanita Mengapung di Bengawan Solo Kawasan Sragen 4 Hari Lalu Masih Misterius

Dengan data tersebut, kondisi di Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 86 persen, sedangkan persentase kematian ada tiga persen. Berdasarkan indikator yang digunakan dalam penilaian Covid-19 atas status risiko wilayah, Kabupaten Boyolali memiliki nilai 1,88 yang berarti berada di zona risiko sedang atau zona oranye.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi