Kasus Bullying Solo, Polisi Kaitkan dengan Kepemilikan Sepeda Motor pada Anak
Tangkapan layar video aksi bullying diduga terjadi di Alun-alun Kidul atau Alkid Solo.

Solopos.com, SOLO -- Kasus bullying disertai kekerasan di Solo yang dilakukan pelajar SMP dinilai terkait dengan rendahnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka.

Pengawasan rendah, salah satunya dipicu tindakan orang tua memberikan sepeda motor kepada anak mereka. Lantaran memiliki sepeda motor, anak-anak tersebut bebas bermain jauh hingga berada di luar pengawasan orang tua.

Kanit PPA Satreskrim Polresta Solo AKP Dwi Erna Rustanti menyampaikan salah satu faktor yang membuat anak di bawah umur berada di luar pantauan orang tua yakni sepeda motor. Untuk itu, AKP Dwi mengimbau orang tua untuk tidak memberi akses sepeda motor kepada anak hingga cukup umur.

Perusahaan Ini Jual Emas Bernuansa Merah Putih, Ada Diskonnya Lho

"Harusnya aksesnya jalan kaki jadi mudah terpantau. Janganlah kasih sepeda motor dulu. Anak-anak masih labil emosinya," papar dia mewakili Kasatreskrim Polresta Solo AKP Purbo Adjar Waskito.

Dengan begitu, peluang anak untuk melakukan bullying seperti yang terjadi di Solo bisa ditekan. Ia meminta orang tua terus memerhatikan anak-anaknya dengan cara meningkatkan kepedulian.

Sebelumnya, sembilan anak perempuan di bawah umur diamankan Unit Reskrim Polsek Pasar Kliwon setelah mem-bully dan menampar seorang anak lainnya. Video tindakan bullying yang dilakukan di Alun-Alun Kidul (Alkid) Solo tersebut viral di media sosial.

Gegara Sering Kirim SMS Promosi, Indosat Digugat Anggota Ombudsman Ini

Sembilan Anak Pelaku dari Pasar Kliwon

Kasus ini kini ditangani Unit PPA Satreskrim Polresta Solo. Kapolsek Pasar Kliwon AKP Adis Dani Garta mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan sembilan anak perempuan ditangkap setelah video bullying itu viral di media sosial pada Jumat (14/8/2020) pagi.

Sembilan anak itu dijemput di kediamannya di wilayah Pasar Kliwon, Solo. "Kejadiannya hari Senin [10/8/2020] pukul 16.00 WIB di kawasan Alun-Alun Kidul Solo. Para remaja perempuan ini satu teman kumpul, di antara mereka saling ejek dan terjadi tindakan kekerasan," ujar Kapolsek.

Heboh Pria Bawa Parang Nekat Masuk Polres Jember, Begini Ceritanya

Kapolsek menambahkan perekam video itu juga termasuk dari para anak-anak itu. Kapolsek menyerahkan kasus bullying di Alkid, Solo, ini kepada Unit PPA.

Menurut dia, saat ini kondisi korban sudah baik. Penanganan kepada korban akan menjadi kajian Unit PPA. Dia menambahkan sempat ada video perdamaian para anak-anak yang terlibat kasus ini. Namun, dia menegaskan penyelesaiannya berada di kewenangan Unit PPA.

Ia mengonfirmasi ada suara anak-anak laki dalam video itu. Namun, anak-anak lelaki tersebut hanya saksi yang berada di kawasan itu dan tidak menjadi bagian pelaku bullying.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom