Kategori: Leisure

Kamu Suka Timbun Sampah? Jangan-Jangan Hoarding Disorder


Solopos.com/Anandita Marwa Aulia

Solopos.com, MADIUN Aksi seorang penghuni indekos yang kamarnya penuh sampah, beberapa waktu belakangan ini tersebar hingga viral di media sosial. Aksi tersebut membuat publik penasaran dengan kondisi apa yang dialami mantan penghuni indekos yang aksinya disebar tetangga kosnya itu. Apa pula penyebab penyakit yang disebut hoarding disorder itu?

Dilansir dari Alodokter, kebiasaan menimbun sampah itu biasa disebut Hoarding disorder. Hoarding disorder adalah perilaku menimbun barang-barang yang tidak terpakai karena barang-barang tersebut dianggap akan berguna di kemudian hari, bersejarah, dan memiliki nilai sentimental.

Sedangkan penderita hoarding disorder atau disebut dengan hoarder. Seorang hoarder menganggap kebiasan menimbun barang adalah satu-satunya cara baginya untuk merasa aman dan tenang.

Baca Juga: Film Animasi Siswa SMK RUS Berprestasi Internasional

Barang-barang yang disimpan penderita hoarding disorder beragam. Mulai dari koran, buku, makanan, benda kenangan, pakaian, struk belanja, alat rumah tangga, tas plastik, tanaman, hewan, hingga barang-barang bekas yang sudah kotor dan rusak.

Berbeda dengan kolektor barang yang mampu merawat dan menata barang-barang koleksinya dengan baik, hoarder menyimpan barang-barang secara sembarangan dan tidak merawatnya. Barang yang “dikoleksi” hoarder juga tidak memiliki nilai ataupun kegunaan, sehingga timbunan barang miliknya hanya akan memenuhi rumah, membuat ruang gerak menjadi terbatas, dan bisa membawa dampak buruk terhadap kesehatan.

Penyebab Hoarding Disorder

Penyebab hoarding disorder sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, ada tipe orang tertentu yang lebih berisiko menjadi penimbun atau hoarder, antara lain adalah pernah mengalami peristiwa traumatis, seperti ditinggal orang yang dicintai, pernah mengalami musibah, memiliki anggota keluarga yang juga menderita hoarding disorder.

Baca Juga: Kristen Gray Dideportasi Via Bandara Soekarno-Hatta

Kebiasaan menimbun barang juga dikaitkan dengan perilaku buruk lainnya seperti kecanduan belanja. Selain itu, gangguan fungsi otak dan kelainan genetik juga mungkin untuk menjadi pemicunya. Di samping itu, hoarding disorder juga sering dikaitkan dengan kondisi-kondisi lainnya, seperti Demensia, obsessive compulsive disorder (OCD), depresi, Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif, atau attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), serta psikosis.

Sebelumnya, dalam video yang beredar terlihat sebuah kamar indekos yang telah ditinggal oleh penghuninya. Kamar tersebut penuh dengan tumpukan sampah yang menggunung dan menjadi sarang kecoak.

Video tersebut mulanya diunggah oleh pengguna akun Tiktok @akuinezaryns, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Gempa Sulawesi Barat Dinilai Tak Lazim, Mengapa?

Dalam postingan-nya tersebut ia menceritakan tentang kondisi kamar indekos tetangganya yang sangat kotor. Tampilan itu menarik perhatian netizen sehingga viral di medsos.

Dalam video tersebut, ia mengungkap kebiasaan buruk tetangga indekos-nya yang kerap kali menyimpan sampah.

“Ini kondisi kamar tetangga kosan aku. Jadi dia tuh kaya freak gitu guys, yang nempatin kosan ini, yang nempatin kamar ini tuh perempuan. Dia itu selama ini kaya punya kebiasaan ngumpulin sampah bekas dia makan dan lain-lain sampai segitu banyaknya,” papar akun @akuinezaryns, Rabu (27/1/2021).

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono