Kabar Baik, Pemkab Sukoharjo Siapkan Subsidi Modal Untuk UMKM
Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menyiapkan skema pemberian subsidi bunga modal untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terdampak pandemi Covid-19. Ini merupakan salah satu program unggulan pasangan Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo periode 2021-2026, Etik Suryani-Agus Santosa sesuai janji kampanye dulu.

Setelah resmi dilantik, Jumat (26/2/2021) kemarin, Etik-Agus segera tancap gas untuk merealisasikan janji kampanye. Prioritas utama mereka adalah penanganan dampak pandemi Covid-19. Ada tiga sektor yang jadi fokus utama yakni kesehatan, ekonomi dan keuangan, serta sosial.

Bantuan subsidi modal pelaku UMKM menjadi salah satu program untuk sektor ekonomi dan keuangan. Kebijakan ini menyesuaikan PP No 7/2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Beleid ini merupakan aturan turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Baca juga: Sasar 19.313 Orang, Vaksinasi Covid-19 Pelayan Publik Sukoharjo Baru 58%

“Secara teknis, penyaluran bantuan subsidi modal mengacu pada regulasi yang diterbitkan pemerintah pusat. Kami terlebih dahulu berkoordinasi dengan Bupati untuk merumuskan skema pemberian bantuan subsidi modal kepada para pelaku UMKM ini,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo, Sutarmo, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (27/2/2021).

Beragam Kemudahan

Sutarmo memaparkan beragam kemudahan yang diatur dalam PP No 7/2021 seperti kemudahan legalitas pendirian perseroan terbatas (PT) dan nomor induk berusaha (NIB) sebagai perizinan tunggal bagi UMK. Kemudahan lainnya yakni produksi dan pembiayaan. Pemerintah memberikan kemudahan pembiayaan dan permodalan, hingga penyediaan bahan baku dan proses produksi.

Selain itu, pemerintah juga memberi kemudahan pemasaran dan pascaproduksi. Tempat perbelanjaan termasuk toko modern harus mengalokasikan produk UMKM minimal sebesar 30 persen. “Ini untuk menjamin kelangsungan hidup para pelaku UMKM dan koperasi yang menjadi tumpuan terbesar percepatan pemulihan ekonomi daerah maupun nasional,” papar Sutarmo.

Baca juga: IAIN Surakarta Pertama Kukuhkan Perempuan Guru Besar

Mantan Kepala Satpol PP Sukoharjo ini memaparkan ada 19.804 pelaku UMKM termasuk toko kelontong di Sukoharjo . Total jumlah omzet mereka kurang lebih Rp3,4 triliun.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Solo Baru, Sudarsi, mengatakan belum ada perbaikan nasib mereka. Yang ada justru semakin terpuruk dengan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang mencapai tiga jilid. Sudarsi berharap pemerintah menaruh perhatian serius terhadap nasib para pelaku UMKM. Apabila aktivitas pedagang menggeliat berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah.



Berita Terkini Lainnya








Kolom