Jumlah Penduduk Miskin di Klaten Bertambah 7.690 Jiwa
Kepala Dusun (Kadus) I Lumbungkerep Kecamatan Wonosari, Muryadi (paling kiri), mengecek rumah Mbah Painah di desanya, Jumat (19/5/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN – Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Klaten pada 2020 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin meningkat sebesar 7.690 jiwa dibandingkan 2019.

Berdasarkan data yang dihimpun dari profil kemiskinan Klaten 2020 yang diunggah melalui klatenkab.bps.go.id, jumlah dan persentase penduduk miskin di Klaten periode 2016-2020 terus mengalami penurunan. Namun, pada 2020 ada kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin.

Jumlah penduduk miskin pada 2019 sebanyak 144.140 orang atau sebesar 12,28 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah dan persentase penduduk miskin pada 2019 itu merupakan nilai terendah sejak 2016. Namun, ada kenaikan pada 2020 sebesar 5,34 persen atau menjadi sekitar 151.830 jiwa.

Baca Juga: Dramatis! Prajurit Korpaskhas Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

Jumlah penduduk miskin di Klaten pada 2020 meningkat sebanyak 7.690 jiwa dibandingkan 2019 atau mengalami penambahan sebesar 5,34 persen. Penambahan penduduk miskin di Klaten itu lebih kecil jika dibandingkan penambahan penduduk miskin Provinsi Jawa Tengah sebesar 6,35 persen.

Penambahan penduduk miskin di Klaten 2020 menduduki peringkat 12 teratas se-Jateng. Sementara, di Soloraya, Klaten duduk di posisi kelima setelah Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, serta Wonogiri.

Nasional

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten, Sunarno, mengakui ada peningkatan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bersinar pada 2020. Kondisi itu tak hanya terjadi di Klaten melainkan secara nasional lantaran dampak pandemi Covid-19.

“Banyak tenaga kerja dirumahkan, perusahaan juga banyak terganggu operasionalnya, beberapa tempat wisata juga tutup dulu, akhirnya berdampak semuanya. Tidak hanya pendapatan masyarakat melainkan pendapatan daerah dan nasional pun terdampak,” kata Sunarno, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga: Pemilik Belum Mahir Nyetir, 15 Mobil Warga Kampung Miliarder Tuban Masuk Bengkel

Disinggung upaya menekan laju kemiskinan pada 2021, Sunarno mengatakan program pemulihan ekonomi sebenarnya sudah direncanakan melalui APBD. “Pada APBD murni sudah mulai kami dorong untuk pemulihan ekonomi seperti pada sektor infrastruktur dan lainnya. Namun, kena refocussing,” jelas dia.

Sunarno menjelaskan APBD masih difokuskan pada bidang kesehatan menyusul masih terus terjadi penularan Covid-19. Dia berharap vaksinasi berdampak pada kasus Covid-19 di Klaten terkendali. “Mudah-mudahan vaksinasi berhasil. Kemudian bisa fokus ke pemulihan ekonomi,” jelas dia.



Berita Terkini Lainnya








Kolom