Joko Widodo (kiri), saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.(JIBI/Solopos/Antara/dok)

Solopos.com, JAKARTA -- Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak lama lagi akan naik menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo (Jokowi) yang akan mundur karena terpilih menjadi Presiden. PDIP mengajak Gerindra untuk berunding untuk menentukan wagub yang cocok untuk Ahok nanti. (Baca: DPRD Jakarta Harus Restui Pengunduran Diri Jokowi)

Namun tampaknya kubu Partai Gerindra belum ingin membahasnya. "Itu terlalu dini! Enggak etis lah, orang masih menjabat sebagai gubernur, belum resmi mundur, tapi sudah cari-cari wagubnya," ujar Ketua Gerindra DKI M. Taufik, Sabtu (23/8/2014) malam, seperti dilansir Detik (baca: M. Taufik Sangkal Pernah Suruh Culik Ketua KPU).

Apalagi menurut M. Taufik, DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 juga belum dilantik. Sehingga menurut dia, terlalu cepat untuk membicarakan siapa wagub DKI nanti untuk mendampingi Ahok memimpin Jakarta.  "Iya dong [pembicaraan pasti dilakukan]. Kalau sudah waktunya kita akan bicara," kata Taufik.

Namun demikian M. Taufik menegaskan, partai pengusung Jokowi-Ahok saat pilkada DKI Jakarta 2012 lalu, yakni PDIP dan Gerindra adalah partai yang berhak mengajukan nama wagub DKI. Jumlahnya nama yang diusulkan maksimal dua nama dengan komposisi PDIP satu nama dan dari Gerindra satu nama.

"Artinya, meski nanti gubernurnya dari Gerindra, tidak mesti wagubnya dari PDIP. Karena Gerindra juga punya hak mengajukan nama. Siapa yang jadi, tergantung DPRD," ucapnya.

Jokowi segera meninggalkan kursi Gubernur DKI Jakarta dan melenggang ke istana sebagai Presiden ke-7. Otomatis, Ahok yang saat ini menjadi Wakil Gubernur, DKI Jakarta akan mengisi jabatan yang ditinggalkan Jokowi tersebut.

Sementara itu, Wasekjen PDIP Hasto Kristanto menyatakan pihaknya siap duduk bersama dengan Partai Gerindra sebagai partai pengusung.

"Ada kesepahaman. Kita semua tahu Ahok merepresentasikan Gerindra. Di dalam politik yang dalam konteks kerjasama dengan Gerindra, Wagub porsinya PDIP. Hebatnya politik itu ada solusi. Mau tidak mau harus duduk bareng dong," ujar Hasto di Jl Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8/2014).

Meski pihaknya berkeinginan untuk memasang orang di kursi wagub, namun ini masih bisa dikomunikasikan lagi dengan Partai Gerindra. Rencananya, lanjut Hasto, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta nanti dibicarakan usai pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta.

Namun informasi yang beredar, dua nama yang akan diusulkan itu semuanya berasal dari PDIP, yaitu anggota DPRD DKI Jakarta, Boy Sadikin, dan Wali Kota Blitar, Djarot Syaiful Hidayat.

Terkait dengan pengunduran diri dari jabatan Gubernur DKI Jakarta tersebut, jalan Joko Widodo (Jokowi) masih harus melewati satu tantangan lagi. Dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi wajib mengajukan surat pengunduran diri dan mendapat restu dari DPRD DKI Jakarta. Akankah semua berjalan mulus?


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten