Jogo Tonggo di Sragen Pacu Kepedulian Warga, Toyogo Juara I
Para ibu anggota PKK desa memetik sayuran di kebun warga yang menjadi bagian dari paket bantuan jadup bagi keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2020). (Solopos.com-Pemdes Toyogo)

Solopos.com, Sragen — Program Jogo Tonggo yang digulirkan Gubernur Jawa Tengah mendapat respons positif warga di lingkungan Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.  Pelayanan Jogo Tonggo di desa itu bahkan mendapat gelar juara I dalam lomba Piala Kapolres Sragen 2020.

Program itu diimplementasikan dengan pembentuan satuan tugas di tingkat kebayanan atau rukun tetangga (RW), yakni Satgas Kesehatan, Satgas Ekonomi, Satgas Sosial Keamanan, dan Satgas Hiburan. Nama program yang dibikin tanpa ejaan bahasa Jawa yang tepat itu patut dimaklumi, karena tak semua orang Jawa memahami Wewaton Sriwedari yang bahkan telah ditetapkan tahun 1926 itu.

Empat satgas Jogo Tonggo yang pembentukannya digagas warga Sragen itu berjalan efektif di hampir setiap dukuh di Toyogo. Kepedulian kepada tetangga itu bukan hanya diwujudkan dalam ronda malam yang dilakukan Satgas Sosial Keamanan, pelayanan posyandu yang dilakukan Satgas Kesehatan, dan latihan karawitan bagi Satgas Hiburan, tetapi juga terlihat dari aktibitas Satgas Ekonomi yang membantu warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pemerintah Desa Toyogo yang dipimpin Kepala Desa Suwarno itu bahkan mengalokasikan anggaran Rp68.317.727 untuk penanganan Covid-19.

Potret Bayi Tarik Masker Dokter di Dubai Viral, Asa Netizen Kembang

“Kepedulian warga sebagai wujud Jogo Tonggo itu terlihat saat pemberian bantuan jatah hidup (jadup) kepada keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kebetulan ada satu warga yang diisolasi mandiri di Technopark. Kami dan warga desa membantu memberi bantuan hidup setiap dua hari sekali berupa sembako, sayuran, dan lainnya senilai Rp200.000/keluarga. Bantuan jadup itu diberikan sampai lima kali untuk mengurangi beban hidup mereka,” ujar Pendamping Desa Kecamatan Sambungmacan, Eko Mulyono, saat ditemui Solopos.com di Toyogo, Rabu (21/10/2020).

Sayur-sayuran yang diberikan itu pun dipetik dari pekarangan warga dan diberikan secara gratis. Program tanam sayuran itu pun digalakkan di setiap rumah dengan memanfaatkan pekarangan masing-masing.

Gratis Petik Sayur

“Saat panen siapa pun boleh petik dan gratis. Sayuran itu juga diberikan sebagai bantuan jadup. Warga yang isolasi di Technopark pun dicukupi kebutuhannya, seperti vitamin, dan seterusnya. Jadi mereka mintanya apa dituruti,” kata pendamping lokal desa Toyogo, Yelis Apriyatiningsih, saat berbincang dengan Espos.

Kaki Tag Golden Child Cedera, Woolim Entertainment Salahkan Fans

Sayuran itu ditanam para kader PKK untuk program Jogo Tonggo Sragen. Mereka menanam bayam, cabai, terong, kangkung, ubi jalar, tomat, dan sayuran lainnya. Mereka sudah memiliki komitmen bersama saat warga membutuhkan boleh memetik gratis.

Di sisi lain, para warga sudah memiliki kesadaran untuk memakai masker. Yelis mengklaim kesadaran pakai masker mencapai 90% karena setiap orang di Toyogo itu sudah memiliki minimal lima lembar masker kain.

“Kami masih terus mengedukasi warga untuk pakai masker. Bila masih mendapati warga tak pakai masker didatangi diberi sanksi sosial menyanyi Garuda Pancasila atau menghafal Pancasila kemudian diberi masker. Untuk cuci tangan, hampir setiap RT memiliki tempat cuci tangan,” ujarnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom