JNE Bahas Langkah Jitu UKM Bertahan di Tengah Pandemi
Jasa pengiriman paket barang (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO — Bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Alhasil, aktivitas bisnis UKM tidak lagi bisa menggunakan cara biasa melainkan bisnis dengan bantuan jasa pengiriman logistik macam JNE.

Salah satu cara bertahan di tengah pandemi Covid-19 adalah menerapkan strategi pemasaran UMKM untuk menyasar pangsa pasar online. Hal ini diungkapkan dalam webinar bertajuk Kolaborasi Bisnis Online Kota Solo yang digelar JNE, Rabu (17/2/2021).

Webinar terkait UKM ini menghadirkan Deputy Branch Manager Head JNE Solo, Agus Yunanto, Pemilik Kain Lukis Nasrafa, Yani Mardiyanto, dan Pemilik PT Indotropical Group, Tonny Winata.

Baca Juga: Peluang Bisnis Camilan

Owner Kain Lukis Nasrafa, Yani Mardiyanto, mengatakan tak bisa dimungkiri selama awal pandemi Covid-19 pada Maret - Oktober 2020 bisnisnya turut terdampak dengan turunnya penjualan. Yani memulai bisnis kain lukis sejak Januari 2012 lalu.

Maka dari itu, pihaknya berinovasi dengan membikin diversifikasi produk mengikuti kebutuhan masyarakat di masa pandemi.  “Kami mencari ide setiap saat. Kami juga mengikuti perkembangan zaman. Awalnya kami bikin masker lukis dengan aneka motif. Ya, pandemi membuat masker sebagai alat kesehatan menjadi fesyen gaya hidup. Alhamdulillah, omzet naik lagi,” ujar dia, Rabu.

Yani menjelaskan masker lukis produksinya cukup laku di pasaran. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 memakai masker, bagi pemakainya juga bisa bergaya lantaran motif masker yang menarik.

Baca Juga: Peluang Bisnis Makanan Beku

Selain memproduksi masker lukis, ia juga membuat tas lukis dari kain goni bermotif daun tanaman hias. Menurutnya, tas motif daun ini tengah menjadi tren di masyarakat. Selain itu, tak hanya mengandalkan pemasaran secara offline, pandemi membuatnya juga gencar membikir pasar online.

Meskipun dari dulu, ia sudah memasarkan secara daring melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Pemilik PT Indotropical Group, Tonny Winata, mengamini dampak pandemi terhadap bisnisnya. Meskipun perusahaan permen berbahan dasar jahe miliknya boleh dibilang meraup untung.

Produksi sempat terganggu lantaran bahan pendukung seperti gula, tepung, minyak, distribusinya tersendat. Permen produksinya ini selama ini menyasar pasar ekspor. “Pada pandemi ini jahe komoditas yang diunggulkan untuk imun tubuh. Ke depan kami akan mengembangkan variasi produk dengan tetap memakai jahe sebagai bahan dasarnya,” papar dia.

Baca Juga: Peluang Bisnis Bakso Waralaba

Tonny menerangkan selama pandemi marketing juga dilakukan secara online. Menurutnya, target selanjutnya ia membidik pasar domestik lewat pengembangan aneka produk baru.

Kini, ia tengah mengurus izin untuk penjualan lokal. Sebelumnya, saat memasuki pasar ekspor, Tonny menyesuaikan mutu dan standar produk dengan negara tujuan.

“Kita ini punya telepon pintar dan Internet. Produk yang kita punya difoto sedemikian rupa lalu diunggah dan ditawarkan di media sosial atau pun e-commerce,” imbuh dia.

Baca Juga: 4 Zodiak Ini Kata Astrologi Karismatik & Populer

Sementara itu, JNE Express yang menghadirkan gelaran webinar ini diharapkan dapat membantu para pengusaha kecil menengah, khususnya di Solo untuk dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Deputy Head of Branch JNE Solo, Agus Yunanto, menambahkan tantangan pelaku UKM di Solo adalah mengubah mindset dan strategi pemasaran dalam memberikan inovasi pada produk dan layanan agar bisa memanfaatkan era new wave secara optimal.

“UKM di Solo perlu meningkatkan kemampuan digital marketing jika ingin sukses bersaing. JNE sebagai perusahaan logistik turut mengembangkan sistem operasional sampai bisa bekerja sama dengan pebisnis, memfasilitasi dari proses entry data hingga pengiriman, juga memberikan dashboard kepada UKM untuk proses monitoring pengiriman,” jelas dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Berita Terkini Lainnya








Kolom