Pengrajin gerabah asal Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten, mengikuti pelatihan teknik glasir di Nuanza Porcelain, Boyolali, yang digelar oleh Dinas Koperasi san UKM Provinsi Jawa Tengah, Senin (12/2/2018). (Istimewa/Dokumentasi Diskop UKM Provinsi Jawa Tengah)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal mengembangkan coworking space di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Jateng sebagai kelas pelatihan rutin. Tujuannya adalah untuk meningkatkan edukasi kepada koperasi dan usaha kecil menengah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati menyatakan programnya pada awal 2020 itu kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), belum lama ini.  Menurut dia, nantinya setiap hari akan ada materi yang berbeda di tempat itu, misalnya soal keuangan, pemasaran, atau pengemasan produk.

“Misalnya Senin latihan pengemasan, Selasa latihan literasi keuangan. Ini sedang kita matangkan konsepnya. Ada tenaga ahli yang ikut [jadi]pelatih,” paparnya.

Pemerintah daerah, katanya, juga bakal memfasilitasi UKM untuk melakukan pameran untuk bertemu reseller, pembeli, dan mengetahui tren kebutuhan pasar. Jaringan dengan berbagai pemangku kepentingan seperti BUMN, BUMD, perbankan, dan entitas UKM lainnya juga dapat terbentuk.

Meski rancangan tengah disusun, diakuinya ada sejumlah kendala yang bakal dihadapi UKM, yakni keberlangsungan bahan baku, manajemen internal, kualitas produk, pembiayaan, serta pemasaran dan desain kemasan. “Kendala-kendala ini yang coba kita pecahkan untuk semakin menumbuhkan UKM,” ujarnya.

Setiap tahun, Pemprov Jateng melakukan pelatihan dan bimbingan teknis kepada 8.000 UKM. Poin pelatihan mencakup cara branding dan pengemasan, serta digitalisasi pemasaran melalui ponsel pintar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Bisnis


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten