Ilustrasi bayi. (Reuters)

Solopos.com, SAMARINDA – Penemuan jasad balita tanpa kepala yang ditemukan di parit Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (8/12/2019), menyisakan misteri. Sampai saat ini, belum diketahui pasti penyebab kematian balita tanpa kepala tersebut.

Warga sekitar menjelaskan parit tempat jasad balita Muhammad Yusuf Gazali, 4, ditemukan dipenuhi biawak dan hewan pemakan daging lainnya. "Di saat penyisiran, kami temukan banyak biawak," kata Joko, warga sekitar yang ikut mencari potongan tubuh korban di Jl. Antasari, Samarinda, seperti dikabarkan Detik, Senin (9/12/2019).

Balita Meninggal Tanpa Kepala, Guru: Sempat Kejar Sampai ke Tepi Jalan

Joko menyebut pencarian potongan tubuh Yusuf sulit dilakukan karena air parit keruh. Kesulitan bertambah karena tingginya endapan lumpur.

"Kesulitannya, kondisi air, kondisi air keruh, dan ketinggiaannya bervariasi, ya sepinggang orang dewasa, kemudian lumpur juga tinggi," ungkapnya.

Guru Day Care Beberkan Kronologi Hilangnya Balita Meninggal Tanpa Kepala

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Assa, mengatakan, jasad balita Yusuf berada di parit selama 16 hari. Selain kepala, banyak anggota tubuh lainnya yang tidak lengkap.

"Banyak anggota tubuh korban yang tidak ada dan kemungkinan besar sudah cukup lama kejadiannya. Kan dari tanggal 22 sampai kemarin itu ada 16 hari, yang bisa dari selokan TKP sampai TKP penemuan itu kita ukur jaraknya tadi malam bisa sampai empat sampai lima kilometer. Kemudian dari peristiwa kurang dari 15 hari ini tentunya organ tubuh yang bersangkutan sudah tidak tidak utuh lagi," kata Damus Assa.

Hilang dari Day Care, Bocah Balita Ditemukan Tak Bernyawa Tanpa Kepala

Diberitakan sebelumnya, mayat balita tanpa kepala ditemukan, Minggu (8/12/2019), sekitar pukul 05.30 WITA. Balita Yusuf hilang saat dititipkan di tempat penitipan anak, PAUD Jannatul Athfaal.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten