Jarang Disadari, 4 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebab Gangguan Pendengaran
Ilustrasi gangguan pendengaran (Detik.com).

Solopos.com, SOLO -- Tak banyak disadari ternyata empat kebiasaan ini bisa menjadi penyebab gangguan pendengaran.

Perlu diketahui, gangguan pendengaran juga bisa diakibatkan oleh sering terpapar suara bising yang berasal dari suara knalpot kendaraan bermotor, pesawat terbang maupun rel kereta api, lingkungan kerja, tempat hiburan, wahana bermain hingga musik.

Ditakutkan jika suara bising tersebut terpapar terus menerus, bisa-bisa akan mempengaruhi organ di dalam tubuh manusia. Sebagaimana diungkap oleh dokter spesialis THT RSUD Dr. Moewardi Solo, dr. Novi Primadewi, Sp. THT-KL(K), M. Kes dalam rilis tertulisnya yang diterima Solopos.com pada Senin (8/2/2021).

Baca Juga:  Masih Pro Kontra, Bagaimana Hukum Hari Valentine Bagi Umat Islam?

"Pengaruh kebisingan juga dapat menimbulkan gangguan fisiologis organ–organ tubuh yang lain, seperti penyempitan pembuluh darah dan sistem jantung. Sedangkan pengaruh bising secara psikologis akan memicu peningkatan hormon stres sehingga menimbulkan ketidaknyaman, penurunan konsentrasi, susah tidur dan emosi yang berdampak buruk menurunkan efektifitas kerja dan kinerja seseorang," terang dia.

Menurut Novi, bising yang menjadi penyebab gangguan pendengaran itu jika batas suaranya adalah lebih dari 80 dB (satuan untuk mengukur intensitas suara). Jika seseorang mendapatkan paparan bising lebih dari 80 dB terus menerus akan menyebabkan ketulian.

Baca Juga: Bagaimana Kabar Vaksin Merah Putih?

Tak ingin hal itu terjadi, kenali empat aktivitas yang bisa menjadi penyebab gangguan pendengaran.

1. Arena Bermain

Tempat bermain anak, merupakan sarana bermain yang menyenangkan bagi buah hati. Apalagi belakangan ini arena bermain mulai menjamur di pusat perbelanjaan atau mal.

Arena bermain adalah salah satu tempat dengan tingkat kebisingan cukup tinggi yang dihasilkan dari musik atau bunyi dari alat permainan. Jika suara atau bunyi yang dihasilkan melebihi batas aman yang diperbolehkan, yakni 80 dB untuk 24 jam dan 85 dB untuk delapan jam sangat berisiko mengakibatkan gangguan pendengaran.

Baca Juga:  15 Kota Terkecil di Indonesia, Solo Masuk Urutan Berapa?

2. Mendengarkan Musik dengan Headphone

Penggunaan headphone dan juga earphone saat mendengarkan musik dan film juga menjadi penyebab gangguan pendengaran.

"Mendengarkan dengan menggunakan headphone yang menurut penelitian akan menghasilkan suara sekitar 100 dB. Dan digunakan terus menerus dalam jangka waktu satu jam akan berakibat pada gangguan pendengaran," tambah Novi.

Baca Juga:  Dari Ukuran Baju XXL Jadi M, Apa Rahasia Diet Melly Goeslaw?

Awal 2015, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa 1,1 miliar orang muda mempunyai risiko kehilangan pendengaran karena alat audio pribadi dan kebisingan suara di tempat-tempat hiburan, seperti diskotek dan konser musik yang tingkat kebisingan dapat mencapai 120 dB.

Maka dari itu, WHO menyarankan masyarakat untuk menggunakan headphone atau earphone dengan dibatasi waktu, yakni volume 85 dB dengan durasi maksimal delapan jam.

Baca Juga:  Ini Dia PNS Viral Ala Barbie, Ibu Anak Tiga yang Berdinas di Lampung

Selain itu, masyarakat juga diminta mendengarkan musik dengan tingkat volume yang lebih rendah, yaitu tidak lebih dari 60 persen dari volume maksimum.

3. Konser Musik

Saat mendengarkan konser musik, terutama genre rock secara langsung, kebisingan yang dihasilkan sekitar 120 dB. Pada level tersebut, ia dapat kehilangan pendengaran dalam rentang waktu 15 menit sampai satu jam.

Bahkan disebutkan dalam penelitian, penikmat konser sebagian besar akan mengalami gangguan pendengaran yang dirasakan sesaat setelahnya.

Baca Juga:  Ini Manfaat Baik Mendesah Saat Bercinta, Jangan Ditahan Ya!

4. Pemain Musik

Tentunya pemain musik tak bisa lepas dari suara bising.

Profesi sebagai musisi sangat erat dengan paparan bising yang didapat dari musik yang dimainkannya. Para sound engineer terpapar bising 85 dB saat me-mixing dan mastering lagu menggunakan sound monitor.

Baca Juga: Sudah Pakai Masker Masih Terkena Covid-19? Mungkin Ini Penyebabnya

Mencegah Gangguan Pendengaran

Setelah mengenali penyebab gangguan pendengaran, kamu bisa melakukan pencegahan dengan cara di bawah ini.

- Dapat mengidentifikasi sumber suara bising yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran (85 dB ke atas). Lalu, lakukanlah pengaturan waktu lama pajanan suara. Dan jika memungkinkan segera menghindari kebisisingan tersebut.

- Cobalah mengurani volume ketika mendengarkan musik maupun menonton film menjadi setengahnya.

Baca Juga:  Ada 3 Versi, Mana Sejarah Hari Valentine yang Sebenarnya?

- Jika kamu sering menggunakan earphone maupun headphone, cukup dengan volume 60 persen saja selama 60 menit setiap hari.

- Batasi volume suara maksimal 85 dB.

- Rutin membersihkan earphone maupun headphone. Dan jangan membiasakan berbagi dengan orang lain.

Baca Juga:  Pakar: Mutasi Virus Corona Bisa Menular Lebih Cepat, Prokes Kudu Lebih Ketat

- Ketika melakukan aktivitas di tempat bising, cobalah luangkan waktu untuk berhenti sejenak dan pergi ke tempat sepi.

- Pilih headphone daripada earphone karena sebab earphone lebih dekat dengan gendang telinga.

- Berikan telinga waktu untuk istirahat.

Baca Juga: Sering Masturbasi Bikin Dengkul Kopong, Benar Enggak Ya?

- Gunakan Alat Pelindung Telinga (APT), seperti earplug atau perangkat pelindung lainnya saat terpapar suara bising.

- Dan yang paling terpenting adalah melakukan pemeriksaan kondisi telinga secara rutin ke ahlinya.

Baca Juga: Trik Ini Bisa Mencegah Kehamilan Tanpa Perlu KB, Gimana Caranya?

Bila ingin konsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan pendengaran Anda bisa datang ke Klinik THT RSUD Dr. Moewardi Solo atau bisa konsultasi video call melalui Telekonsul dengan dokter spesialis pilihan Anda melalui nomor 081 1267 1881.

Artikel ini hasil kerja sama RSUD Dr Moewardi dengan Bank Jateng.



Berita Terkini Lainnya








Kolom