Jangan Sampai Terlambat Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Ini Alasannya

BPJS Kesehatan ini bisa digunakan untuk berobat, baik rawat jalan maupun rawat inap di fasilitas kesehatan oleh peserta.

 Peserta BPJS Kesehatan, Djumiran, warga Margomulyo, Kapanewon (Kecamatan) Seyegan, Sleman. (Abdul Hamid Razak/Harian Jogja)

SOLOPOS.COM - Peserta BPJS Kesehatan, Djumiran, warga Margomulyo, Kapanewon (Kecamatan) Seyegan, Sleman. (Abdul Hamid Razak/Harian Jogja)

Solopos.com, SLEMAN- Sebagai karyawan outsourcing, Djumiran, warga Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman berupaya terus menjaga kondisi kesehatannya. Jika suatu saat jatuh sakit, ia pun tak lagi was-was.

Penyebabnya, Djumiran sejak awal bekerja sudah didaftarkan oleh perusahaannya untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Kepesertaan sebagai peserta BPJS Kesehatan, katanya, didaftarkan oleh perusahaannya. Tidak hanya dirinya, istri dan kedua anaknya juga terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) itu.

Dengan begitu, ia pun tidak khawatir jika ia dan keluarganya mengalami gangguan kesehatan. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. “Selain BPJS Kesehatan ini bisa digunakan untuk berobat, baik rawat jalan maupun rawat inap, saya jadi tidak was-was lagi kalau bekerja,” katanya, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Awas! Batu Raksasa Jebol Rumah Warga di Prambanan Sleman

Meski sudah berusia kepala lima, Djumiran tetap rajin menjaga kesehatannya. Ia mengaku selama ini belum pernah merasakan layanan rawat inap. Termasuk meminta rujukan ke rumah sakit, belum pernah ia lakukan. “Walaupun pernah sakit, ya cuma sakit ringan. Berobat ke puskesmas, sudah sembuh,” katanya.

Ia menggunakan layanan dokter keluarga untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Selama ini, Djumiran mengaku tidak pernah mengalami kendala. Ia mengaku tidak mendapatkan perbedaan pelayanan medis saat pergi ke dokter.

“Pelayanan berjalan seperti biasanya tidak ada perbedaan. Tinggal bawa kartu, daftar. Tidak ada hal lain yang menyusahkan dan obat juga dapat tanpa membayar lagi,” ujar Djumiran dilansir dari Harian Jogja.

Baca juga: Terbebani Biaya Operasional, Gembira Loka Zoo Hanya Buka Akhir Pekan

Dia berharap warga lain yang belum menjadi peserta JKN BPJS Kesehatan untuk segera mendaftar menjadi perserta. Menurutnya dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan maka ia dan keluarganya tidak lagi memikirkan masalah biaya pengobatan. Sebah seluruh biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Ya asalkan sesuai aturan tidak yang sulit. Ini penting jangan sampai pas butuh baru ingat BPJS Kesehatan. Jadi sebelum terlambat, sebaiknya menjadi peserta” katanya.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Terungkap! Mahasiswi di Sleman Minum Racun Tikus Gegara Tugas Kuliah

Mahasiswi di Sleman yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos diduga melakukan bunuh diri dengan cara minum racun tikus.

Diduga Minum Racun Tikus, Mahasiswi di Sleman Ditemukan Meninggal

Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, Yogyakarta diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Pilu, 4 Tahun Asmara Nani Satai Beracun Digantung Aiptu Tomi

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, pilu mendengar pernyataan Aiptu Tomi, yang hadir sebagai saksi pada persidangan kasus satai beracun di PN Bantul, Kamis (21/10/2021).

Selang 18 Menit, Gempa M 4,8 Guncang Laut Selatan Yogyakarta

Gempa bumi juga terjadi di laut selatan Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.39 WIB.

Banjir Lahar Merapi Mengintai, BPBD Sleman Tambah Sensor EWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman mewaspadai potensi banjir lahar hujan Merapi saat cuaca ekstrem.

Dorong Pemulihan Ekonomi, 4.500 PKL dan Warung di Bantul Terima Bantuan

Kodim 0729 Bantul menyalurkan bantuan tunai untuk 4.500 PKL dan warung di Kabupaten Bantul pada Rabu (13/10/2021) untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Gunungkidul Tak Ditahan, Kok Bisa?

Seorang pria di Gunungkidul, Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak tiri hingga hamil.

Duh! Pelaku Perusakan Bus Arema FC Masih di Bawah Umur & Tenggak Miras

Pelaku perusakan bus milik Arema FC di sebuah hotel di Kota Jogja yang diringkus polisi masih di bawah umur dan dipengaruhi minuman keras (miras).

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.

Bus Arema FC Dirusak, Pelaku Bawa Spanduk 'Persebaya Ekstrem'

Bus pemain Arema FC yang terparkir di sebuah hotel di Kota Jogja dirusak sejumlah orang yang diduga oknum Persebaya Surabaya.

Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Penghuni Panti Asuhan Yapitu di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul gempar, Rabu (20/10) malam, karena kardus misterius di kursi teras berisi bayi laki-laki.

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Belum Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?

Seorang perempuan menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pelaksanaan PTM Tingkat SMP Di Kulonprogo Sudah 90 Persen

Capaian angka sebesar 90 persen untuk pelaksanaan PTM di level SMP menjadi angin segar dunia pendidikan di Kulonprogo.

Besok, Sekolah-Sekolah di Sleman yang Gelar PTM akan Di-Swab

Disdik Sleman akan menggelar sampling tes swab bagi siswa dan guru di sekolah yang menggelar PTM. Tes swab ini akan digelar di tiga kapanewon (kecamatan).