Kategori: Jateng

Jalur Darat Diprediksi Favorit Nataru di Jateng, Jalur Udara Menurun


Solopos.com/Hafiyyan

Solopos.com, SEMARANG —Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah memprediksi adanya peningkatan pelintas di jalur jalan tol dan kereta api (KA) saat liburan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini. Namun, jumlah penumpang pesawat diperkirakan menurun.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng Satriyo Hidayat menyatakan secara umum pelintas jalan saat momen Nataru, yakni mulai 20 Desember 2019-3 Januari 2020, di Jateng akan meningkat 5% dari kondisi normal menjadi sekitar 2,1 juta orang.

Perinciannya, pengguna mobil pribadi diperkirakan meningkat 2,5 kali lipat dari kondisi normal menjadi 399.000 kendaraan. Penumpang KA juga diprediksi bertumbuh sekitar 10% saat momen Nataru.

“Kita sudah antisipasi, perkiraan ada kenaikan penumpang di jalur darat, khususnya mobil pribadi dan KA. Puncak arus pelintas diperkirakan terjadi pada 20-21 Desember dan 28-29 Desember 2019,” ujarnya, Rabu (18/12/2019).

Penambahan penumpang KA sejalan dengan pemesanan 145 rangkaian sejak 2017, yang dimanfaatkan secara bertahap. Adapun, penurunan penumpang diperkirakan terjadi di moda pesawat sekitar 7%, akibat adanya sejumlah maskapai yang tidak mendapat izin terbang.

Menurut Satriyo, jumlah mobil pribadi saat Nataru tidak sebanyak Lebaran 2019 sekitar 532.000 kendaraan. Bahkan, saat itu pengguna jalan yang melintas mencapai 7,5 juta orang. Meskipun masalah Nataru yang dihadapi tidak sebesar pada masa angkutan Lebaran, Pemprov Jateng tentunya sudah melakukan sejumlah strategi untuk mengantisipasi lonjakan pelintas ataupun pendatang.

Untuk mengantisipasi kemacetan, terdapat dua posko yang berada di Gerbang Tol Pejagan dan Gerbang Tol Kalikangkung. Apabila terjadi penumpukan kendaraan, petugas akan menerapkan sistem searah atau mengarahkan ke jalur-jalur alternatif.

“Intinya, apabila terjadi penumpukan kendaraan, antisipasi-antisipasi telah kami perhitungkan, termasuk kemungkinan menerapkan jalur searah dan juga pemanfaatan jalur-jalur alternatif. Problem akan kami tangai,” paparnya.

Selain jalan tol, terdapat beberapa titik yang diwaspadai oleh Dishub. Berdasarkan pengalaman Lebaran 2019 lalu, titik macet terjadi di Jatinom, Purbalingga Belik sampai Bayeman, Bawen, Sokaraja, Sumpyuh, Bobotsari sampai Pemalang.

Rencananya Dishub akan mengerahkan petugas di sejumlah titik rawan macet tersebut sejak 19 Desember 2019. Pemprov Jateng juga akan memberlakukan pembatasan operasional mobil angkutan barang pada momen Nataru dalam dua tahap, yakni tanggal 20-21 Desember 2019 dan 31 Desember-1 Januari 2020.

Pembatasan itu berkisar 70% dari muatan normal, sehingga kecepatan angkutan barang terjaga di kisaran 40 km/jam. Adapun, kriteria kendaraan yang dibatasi adalah mobil barang yang bersumbu tiga atau lebih. Selain itu, mobil barang yang memiliki gandengan, dan kendaraan barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian seperti tanah, pasir, batu, bahan tambang, dan bahan bangunan.

Pembatasan operasional itu berlaku di ruas jalan Tol Semarang-Solo, ruas jalan nasional Jogja-Magelang-Bawen, Jogja-Klaten-Solo, dan jalan Tegal-Purwokerto.

Satriyo mengatakan ada lima alternatif moda transportasi yang telah disediakan. Perinciannya, transportasi darat berupa bus sebanyak 27.223 unit dengan kapasitas 837.240 tempat duduk dan Kereta Api sebanyak 143 unit dengan kapasitas penumpang 52.150 orang.

Selanjutnya, pesawat sebanyak 127 penerbangan dengan kapasitas penumpang 13.920 orang, dan kapal laut sebanyak 8 buah dengan kapasitas 4.807 penumpang. “Ada pula program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan tujuan Jateng yang berangkat 21 Desember 2019, sebanyak 33 kendaraan dengan kapasitas 1.475 penumpang. Terminal Solo, Purwokerto, Tegal dan Wonogiri,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Ciptakarya Jateng Hanung Triyono menuturkan dari sisi infrastruktur, Jawa Tengah juga sudah siap menyambut pemudik Nataru. Semua jalan yang ada di Jateng, baik jalan tol, jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalur alternatif, dipastikan dalam kondisi baik.

Adapun, sejumlah jalur alternatif yang disiapkan berada di Pejagan-Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, dan Semarang. Jalur tersebut nantinya dapat digunakan untuk pengalihan arus apabila terjadi penumpukan kendaraan, baik di jalur tol maupun jalur utama di Pantura.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono