Petugas dari Dinas (PUPR) Sragen menutup rekahan dengan pasir dan aspal di permukaan jalan Tangkil-Kedungupit, Senin (18/11/2019). (Istimewa/Dinas PUPR Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Jalan berlapis beton di jalur Tangkil-Kedungupit, Sragen, merekah selebar 5-8 sentimeter (cm) dalam beberapa pekan terakhir. Pengendara harus ekstra hati-hati saat melewati jalan itu.

Panjang rekahan di tengah jalan itu mencapai sekitar 20 meter. Warga khawatir roda sepeda motor terperosok ke dalam rekahan jalan itu sehingga bisa mengakibatkan kecelakaan.

Terlebih, saat malam hari, tidak ada lampu penerangan jalan di lokasi. Warga pun banyak menyampaikan keluhan, terutama melalui media sosial.

Ban Pecah, Mobil Sasak Ojol dan Halte BST di Jl. Adi Sucipto Solo

Masalah itu kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial akhir-akhir ini. “Sangat mengkhawatirkan apalagi rekahan makin lebar. Bila tidak hati-hati, bisa saja roda motor terperosok. Biasa fatal akibatnya,” keluh Ahmad, 28, pengguna jalan yang biasa melintasi lokasi.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen mengetahui hal itu dan langsung menerjunkan tim untuk menyurvei lokasi. Pada Senin (18/11/2019), petugas dari Dinas PUPR Sragen langsung menguruk rekahan jalan itu dengan pasir dan aspal.

Proses penutupan itu berlangsung sekitar satu jam tanpa menutup akses jalan. Pengguna jalan yang melaju dari dua arah berlawanan masih bisa jalan namun harus bergantian.

Kisah Penjual Soto Yang Mendadak Buta Setelah Berobat ke RS Mata Solo

Kepala Dinas PUPR Sragen, Marija, menilai penyebab munculnya rekahan di permukaan jalan itu karena ada pergerakan tanah. Setelah diteliti, Dinas PUPR Sragen menyimpulkan terdapat pergeseran tanah ke sebelah barat.

Hal itu membuat munculnya rekahan tepat di sela-sela lapisan beton di bagian tengah. “Untungnya betonnya bagus dan kuat sehingga pergerakan tanah itu tidak sampai membuat permukaan beton retak-retak,” ucap Marija kepada Solopos.com, Selasa (19/11/2019).

CPNS Boyolali: 240 Lowongan Guru SD, Mayoritas Untuk Sekolah Pinggiran

Penutupan rekahan dengan pasir dan aspal itu merupakan solusi sementara. Dalam waktu dekat, Dinas PUPR Sragen berencana membangun talut jalan di sisi barat jalan untuk mengantisipasi pergerakan tanah bertambah parah.

“Pekan depan rencananya pembangunan talut jalan di sisi barat akan dimulai. Untuk rekahan di bagian tengah jalan cukup ditutup dengan aspal,” papar Marija.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten