Ilustrasi computer assisted test (CAT) CPNS. (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, BOYOLALI -- Pemkab Boyolali membuka 499 lowongan pada penerimaan CPNS 2019 ini. Perinciannya, 453 lowongan untuk formasi umum dan 46 lowongan untuk formasi khusus.

Dari jumlah itu, alokasi paling banyak yakni untuk tenaga pendidik dengan perincian 322 lowongan guru jenjang SD maupun SMP. Jenjang SD dibuka 240 lowongan di mana sebagian besar untuk SD di kawasan pinggiran seperti Klego, Kemusu, Juwangi, dan Selo.

Dalam pengumuman resmi No. 810/002/37/2019 yang dirilis Pemkab Boyolali beberapa waktu lalu, tidak ditemukan alokasi guru untuk kawasan perkotaan seperti Kecamatan Boyolali, Mojosongo, maupun Banyudono yang wilayahnya melintasi jalan raya Solo-Semarang.

Densus 88 Tangkap Seorang Pria di Polokarto Sukoharjo

Sementara itu, 82 lowongan untuk tenaga pendidik SMP sebarannya untuk tujuh kecamatan di antaranya Teras, Selo, dan Banyudono. Namun tidak ada lowongan untuk di Kecamatan Boyolali.

Pembagian lowongan ini menuai beragam tanggapan dari warga Boyolali yang berniat mengikuti proses seleksi CPNS 2019. Warga Boyolali yang juga alumnus Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Risma Yunita mengatakan jika diterima menjadi guru berstatus PNS nanti, dirinya tidak mempermasalahkan bakal ditempatkan di mana.

“Dulu waktu kuliah saya memang pernah punya cita-cita mengajar di daerah terpencil, jadi enggak masalah,” tutur Risma kepada Solopos.com, Senin (18/11/2019).

Rumah Sales Makanan di Nayu Solo Juga Digeledah Densus 88

Menurutnya, mengajar di daerah pinggiran akan melecutkan semangat dalam pengabdian. Apalagi di tengah keterbatasan infrastruktur.

Di sisi lain, Risma juga memikirkan konsekuensi yang harus dia tanggung, misalnya akan menambah waktu perjalanan dari rumah ke sekolah. Jika tidak memungkinkan nglaju dia harus indekos sehingga akan mengurangi waktunya tinggal bersama keluarga.

Berbeda dengan Risma, warga Desa Sumber, Kecamatan Simo, Ari Nurya, justru tidak berminat mendaftar CPNS jika lokasi sekolah tempatnya mengajar akan jauh dari rumah.

Paundra Minta Restu Keluarga Maju Pilkada Solo 2020

Ari sebelumnya menempuh studi keguruan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) angkatan 2011. Ketimbang menjadi guru PNS, Ari justru memilih menjadi tenaga honorer di MI desanya.“Selain jauh, sudah terlanjur nyaman juga dengan tempat kerja sekarang,” kata dia.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Boyolali, Agus Santosa, mengatakan berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Pemkab Boyolali tidak bisa secara langsung mengakses data yang masuk laman pendaftaran.

“Tahun ini sistemnya berbeda dengan tahun lalu, kami baru tahu secara manual setelah cek berkas,” kata dia.

1 Orang Juga Ditangkap Densus 88 di Manang Sukoharjo

Hingga Senin, baru sekitar 700 berkas pendaftaran yang masuk. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Klaten Darmanto mengatakan jumlah lowongan yang dibuka masih jauh dari kebutuhan guru.

“Tahun ini jumlah lowongan guru masih jauh dari kekurangan yang ada,” ujar Darmanto.

Masa pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Boyolali 2019 akan dibuka hingga 26 November mendatang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten