Tutup Iklan

Jalan Penghubung Kecamatan Gantiwarno dengan Wedi Klaten Ditutup Warga, Kenapa?

Jalan penghubung antara Kecamatan Gantiwarno dengan Kecamatan Wedi, Klaten, ditutup warga. Alasannya, lokasi tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah.

 Jalan penghubung antara Kecamatan Gantiwarno dengan Kecamatan Wedi, Klaten, ditutup warga. (detik.com)

SOLOPOS.COM - Jalan penghubung antara Kecamatan Gantiwarno dengan Kecamatan Wedi, Klaten, ditutup warga. (detik.com)

Solopos.com, KLATEN – Jalan penghubung antara Kecamatan Gantiwarno dengan Kecamatan Wedi, Klaten, ditutup warga. Alasannya, lokasi tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah.

Dikutip dari detik.com, jalan penghubung Gantiwarno-Wedi Klaten itu ditutup dengan bambu. Di penghalang jalan itu terdapat tulisan Di Sini Bukan Tempat Sampah. Warga Dusun Titang, Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Gito, menyebut penutupan itu dilakukan agar warga tak membuang sampah sembarangan.

“Ya karena buat lokasi membuang sampah. Buangnya seenaknya di jalan,” tuturnya.

Baca Juga: Greysia/Apriyani Diberitakan Terima Bonus Rp5 Miliar, Menpora: Masih Dihitung

Menurut Gito, pelaku yang membuang sampah tidak jelas asalnya. Bahkan sampah-sampah itu dibuang di badan jalan sehingga mengganggu pengendara. “Dari mana-mana buangnya di situ mengganggu jalan. Akhirnya ditutup warga mungkin sudah dua sampai tiga minggu ini jalannya,” sambung Gito.

Gito mengatakan jalan yang ditutup itu merupakan jalan penghubung ke Kecamatan Wedi. Setelah ditutup, warga kini harus melalui rute yang lbih jauh jika ingin ke Wedi. “Ya harus memutar. Tapi ada jalan lewat utara meskipun sedikit jauh,” imbuh Gito.

Warga lainnya, Sutrisno, mengatakan sampah yang dibuang di jalanan itu sudah menjadi masalah lama. Warga dari dua wilayah sudah melaporkan ke pemerintah. “Tapi belum ada tindak lanjut,” jelasnya.

Baca Juga: Saingi Puan Maharani, Baliho AHY & Airlangga Hartarto Ikutan Mejeng di Klaten

Diwawancara terpisah, Sekdes Towangsan, Kecamatan Gantiwarno, Suryo Hadiyanto, membenarkan penutupan jalan itu dilakukan warga dua desa. Baik desa Towangsan dan Kalitengah.

“Ditutup warga Kalitengah dan Towangsan sebab hanya jadi lokasi buang sampah liar. Sudah kita lapor ke kecamatan dan kabupaten, pernah ditindaklanjuti tapi dibuang lagi,” papar Suryo.

Berita Terkait

Berita Terkini

Setelah Pasar Janglot, Giliran 2 Rumah Depan Pasar Galeh Terbakar

Penyebab kebakaran itu belum diketahui secara pasti tetapi satu dari dua unit bangunan rumah rumah itu di Desa Galeh itu ludes dengan kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kecil-Kecil, Magot Mampu Reduksi 6 Ton Sampah di Makamhaji Kartasura

DLH Sukoharjo mengajak pemerintah desa/kelurahan membudidayakan magot untuk mengurangi volume sampah yang diproduksi masyarakat.

Kebun Warga untuk Pengembangan Ekonomi dan Bantu Cegah Stunting

Warga RW 011 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, mengelola kebun sayuran di lahan bekas relokasi bantaran Sungai Bengawan Solo. Keberadaan kebun itu membantu mereka yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19 sekaligus mendukung program kesehatan pencegahan stunting.

Pengumuman! SIPA Hybrid Festival 2021 Pindah Lokasi ke TSTJ Solo

Lokasi penyelenggaraan Solo International Performing Art atau SIPA Hybrid Festival 2021 dipindah dari Mangkunegaran ke TSTJ.

Pemadaman Listrik Solo, Karanganyar, Klaten, Selasa (28/9/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Solo, Karanganyar dan Klaten hari ini, Selasa (28/9/2021) yang berlangsung selama tiga, empat dan lima jam.

8 Fakta Terbongkarnya Praktik Prostitusi Gay di Indekos Nusukan Solo

Terbongkarnya praktik prostitusi kaum gay di salah satu rumah indekos wilayah Nusukan, Banjarsari, Solo, mengungkap sejumlah fakta.

Pendampingan Kelompok Rentan HIV/AIDS di Sragen Terhambat PPKM

KPA Sragen mengkoordinasi Dinas Kesehatan dan rumah sakit (RS) untuk mengobati pasien positif HIV/AIDS.

Pelaku Prostitusi Gay Terciduk di Indekos Solo, Sekamar Dipakai Berlima

Para terduga pelaku prostitusi gay di indekos wilayah Nusukan, Solo, menempati dua kamar di mana salah satunya dipakai berlima.

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Wonogiri Batal Dihentikan, Ini Alasannya

Mahasiswa berprestasi penerima beasiswa secara terorganisasi terlibat langsung dalam program yang dijalankan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pemerintah desa.

Gibran Ungkap Alasan di Balik Tes Antigen Guru-Murid SDN Laweyan Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan alasan di balik tes antigen mendadak dan acak di SDN Laweyan No 54 Solo.

PTM di SMKN 3 Klaten Tak Terapkan Sistem Sif Pagi-Siang

Sistem pergantian siswa yang mengikuti PTM dilakukan pergantian setiap hari untuk mempermudah proses sterilisasi ruang kelas.

Ini Sederet Keunggulan Colomadu Calon Solo Baru-nya Karanganyar

Ada banyak pertimbangan melatarbelangi rencana menjadikan Colomadu sebagi pusat bisnis, terutama berkaitan dengan akses, fasilitas penunjang, dan sarana transportasi.

Jelang Pengeringan Colo Barat, Petani Selogiri Tak Khawatir

Sebagian besar tanaman padi berpeluang besar tetap bisa panen walaupun tak mendapat irigasi ketika nanti saluran irigasi kering.

Cerita Unik Pasar Janglot Sragen: Sempat Beberapa Kali Pindah Lokasi

Ada 66 kios dan los Pasar Janglot Sragen yang terbakar pada Sabtu-Minggu lalu, perinciannya tujuh kios dan 59 los.

Prostitusi Gay di Nusukan Solo 5 Tahun Baru Terbongkar, Ini Alasannya

Polda Jateng berhasil membongkar praktik prostitusi gay di kawasan Nusukan, Banjarsari, Solo, yang sudah lima tahun berjalan.

PHRI Boyolali Minta Hotel dan Restoran Bersertifikat CHSE, Apa itu?  

PHRI Boyolali berharap semua hotel dan restoran di Boyolali memiliki sertifikat CHSE agar mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat bahwa penerapan protokol kesehatan fasilitas pariwisata di Boyolali tersertifikasi.