Jadi Korban Mutilasi di Kalibata City Jakarta, Begini Sosok Rinaldi Harley di Mata Keluarga
Warga dan sanak saudara menyiapkan kursi menyambut pelayat di rumah duka di Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY Kamis (17/9/2020). Rumah itu milik keluarga Rinaldi Harley Wismanu Rahardja yang menjadi korban mutilasi di Kalibata City, Jakarta. (Harianjogja.com/Abdul Hamid Razak)

Solopos.com, SLEMAN- Sejumlah karangan bunga berdiri berjejer di depan pintu gang masuk ke rumah keluarga Rinaldi Harley Wismanu Rahardja di Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Kamis (17/9/2020).

Warga dan sanak keluarga terlihat sibuk menyiapkan tempat untuk tamu yang datang. Rumah tinggal keluarga Harley cukup sederhana. Rumah bercat putih itu berdiri berdekatan dengan rumah sanak-saudara lainnya. "Sejak kemarin sudah banyak yang datang [melayat], hilir mudik," kata Atin, salah seorang paman Harley, korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta.

Atin bercerita jika ayah mendiang Harley, Toto Rahardja pergi ke Jakarta sejak Rabu (16/9/2020) untuk menjalani tes DNA. Toto juga menemui anak keduanya, Muhammad Arief Alfian Firdaus Rahardja yang selama ini bekerja di Bandung. Saat ini, keluarga masih menunggu hasil tes DNA tersebut meskipun dari hasil pemeriksaan dan pemberitaan media jasad yang dimutilasi tersebut dinyatakan sebagai Harley.

"Ibunya Harley [Lisa Rahardja] sampai saat ini masih syok, terpukul dengan kejadian ini. Saat ini masih istirahat," kata Atin seperti dilansir Harianjogja.com.

Atin mengatakan, Harley merupakan putera pertama pasangan Toto dan Lisa. Harley merupakan anak tertua. Ia memiliki tiga adik. Selain Arief, adik Harley lainnya Aldila Maulana Rahardja bekerja di Palembang dan si bungsu, Romenia Alita Rahardja selama ini tinggal di Jogja. "Arief yang melaporkan kakaknya tidak ada kabar [hilang kontak] sejak 9 September lalu," katanya.

5 Sanksi Unik Bagi Warga Tak Pakai Masker, Ada Yang Tidur Di Peti Jenazah

Tulang Punggung Keluarga

Rinaldi Harley Wismanu ditemukan tewas dalam kondisi dimutilasi di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan. (detikcom)
Rinaldi Harley Wismanu ditemukan meninggal dunia dalam kondisi dimutilasi di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan. (detikcom)

Di mata keluarga Rinadi Harley merupakan sosok pria yang baik. Harley juga suka membantu dan perhatian dengan keluarga. "Pelakunya dari pemberitaan sudah tertangkap. Ya kami berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya," kata Atin.

Sepupu Harley, Dany mengatakan sosok Harley sebagai orang yang dermawan, bertanggungjawab dan menjadi tulang punggung keluarga. Termasuk membantu biaya pendidikan adik-adiknya. Hal ini tidak terlepas dari karier Harley yang cukup cemerlang. "Istilah jawanya Harley ini sangat lomo. Sama kekuarga, keponakannya. Kalau balik ke sini pasti ngajak jalan-jalan semuanya," kata Dany.

Sejak kecil, katanya, Rinaldi Harley memang suka dengan sejarah dan budaya Jepang. Pokoknya dari kecil, kata Deny, Harley sangat menyukai hal-hal yang berbau Jepang. Iapun menggeluti sastra Jepang di FIB UGM, S2 di Tokyo University di Jepang hingga kerja di perusahaan Jepang sebagai manager HRD.

"Sejak di Jepang, Harley sudah bekerja di perusahaan ini, di sektor konstruksi. Tapi sejak kecil dia sudah suka dengan hal-hal yang berbau Jepang terutama yang animasi itu," ujar Deny.

Karyawan Meninggal Setelah Terjatuh Dari Wahana Permainan Tertinggi Di Dunia

Berharap Pelaku Dihukum Setimpal

Deny mengatakan jika sebelum dikabarkan menghilang sejak 9 September lalu, Harley sempat mengunjungi adiknya di Palembang. Setelah itu, Arief tidak bisa menghubungi lagi sehingga melaporkan kasus hilangnya Rinaldi Harley ke pihak kepolisian. "Ditemukan di Kalibata, padahal Apartemen Harley sendiri di Semanggi. Kami berharap agar pelakunya dihukum sesuai undang-undang," katanya.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Hendro, keluarga mendiang Harley lainnya. Selama pandemi Covid-19 Harley jarang pulang dan hanya melakukan komunikasi via ponsel. "Awal tahun sempat bertemu dan liburan ke Bromo. Baik orangnya dan jadi tulang punggung keluarga," kata Hendro.

Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengakui jika Harley merupakan alumni FIB UGM tahun 2006. UGM, katanya turut meminta kepada kepolisian agar pelaku pembunuhan Harley mendapatkan hukuman setimpal. "Kami keluarga besar UGM turut berduka cita. Kami kaget, sedih semua berduka atas apa yang telah terjadi kepada korban," kata Iva.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom