Ahmad Syaifuddin Zuhri, 35, menghubungi istrinya, Hilyatu Millati Rusydiyah, 33, yang masih tertahan di Wuhan, Tiongkok, Selasa (28/1/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Ahmad Syaifuddin Zuhri, 35, terus memantau perkembangan istrinya, Hilyatu Millati Rusydiyah, 33, yang tertahan di Wuhan, Tiongkok, sejak merebaknya virus corona.

Syaifudin berharap Milla beserta WNI lainnya di Wuhan segera dievakuasi. Milla merupakan mahasiswi asal Klaten yang menempuh pendidikan program doktoral di School of Economic and Business Administration Chongqing University sejak 2016.

Milla tinggal di Wuhan yang berjarak sekitar 1.000 km dari Chongqing agar bisa bersama Syaifuddin yang juga menempuh program doktoral di Central China Normal University, Wuhan, sejak 2018.

Syaifuddin mengatakan sekali dalam setahun dia bersama istri dan anaknya pulang kampung memanfaatkan liburan musim dingin. Rumah orang tua Milla, Ahmadi Syafi’i, di Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Klaten menjadi tujuan utama ketika mereka mudik meski pasangan in sudah memiliki tempat tinggal sendiri di Semarang.

Pada liburan tahun ini, Syaifuddin pulang lebih dulu bersama putrinya yang berumur dua tahun delapan bulan pada Kamis (9/1/2020). Sementara Milla tetap di Wuhan untuk menyelesaikan disertasi.

Jadwal Pemadaman Listrik Solo dan Sragen, Rabu (29/1/2020)

Saat pulang kampung, Syaifuddin berada di rumah kerabatnya yang tinggal di Bogor, Jawa Barat, selama sepekan sebelum ke Klaten. Syaifuddin memastikan kondisinya serta anaknya sehat selama perjalanan pulang sampai ke Klaten.

Disinggung kondisi Wuhan, Syaifuddin menjelaskan sebelum dia pulang, aktivitas warga Wuhan masih normal. Tak ada warga yang mengenakan masker. Begitu pula dengan para tetangganya di apartemen pinggiran Kota Wuhan.

“Pada 30 Desember 2019 saya pantau dari pemberitaan lokal di sana sudah ada kasus. Namun saat itu masih dianggap flu biasa. Awal Januari saya juga sempat jalan-jalan ke kota dan kondisinya biasa saja,” jelas dia.

Sejak ada kabar Wuhan diisolasi gara-gara virus corona sepekan terakhir, Syaifuddin setiap saat berkomunikasi dengan istrinya. “Alhamdulillah [Milla] di sana baik-baik saja. Kalau ada kabar di sana warga dikurung dan sebagainya itu tidak benar. Warga hanya diimbau saja tidak terlalu sering keluar rumah atau ke tempat publik,” jelas Syaifuddin.

Syaifuddin berharap istrinya bisa segera dievakuasi dan pulang ke Indonesia selama masih merebak virus corona. Syaifuddin saat ini menunggu kabar dari pemerintah serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing terkait upaya evakuasi WNI.

Syaifuddin menjelaskan dia seharusnya kembali ke Wuhan untuk masuk kuliah lagi pada Maret 2020. Namun, pemerintah Tiongkok memutuskan memperpanjang liburan musim dingin karena ada kasus virus corona.

Jadwal Pemadaman Listrik Solo dan Sragen, Rabu (29/1/2020)

Syaifuddin memilih menunggu perkembangan dan belum bisa memastikan kapan bakal berangkat lagi ke Tiongkok. Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten yang berkunjung ke rumah mertua Syaifuddin di Malangan, Selasa, memastikan kondisi Syaifudin dan anaknya sehat.

Tak ada indikasi bapak dan anak itu terjangkit virus corona. “Tidak ditemukan gejala umum corona seperti demam, sesak napas, atau batuk. Kondisinya juga sudah melewati dua kali masa inkubasi selama 14 hari. Ketika istrinya kembali ke Klaten, kami minta tetap lapor ke Dinkes, puskesmas, atau bidan untuk memastikan kondisinya,” kata Kasi Pengendalian Penyakit Bersumber Bidang Dinkes Klaten, Wahyuning Nugraheni.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten