Warga Desa Tawangsari melintasi Jembatan Orange Campbell 2 (JOC) yang menjadi ikon baru di Desa Tawangsari Rabu (5/2/2020) lalu. (Solopos/ Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI – Menyusuri sisi jalan desa di Tawangsari, Kecamatan Teras, Boyolali sebuah jembatan berwarna oranye menarik pandangan mata. Warnanya yang cerah kontras dengan hijaunya area persawahan.

Dua sisi jembatan memang sengaja dibikin melengkung dengan aksen besi. Modelnya meniru sejumlah jembatan air era kolonial. Pemerintah Desa Tawangsari menamai jembatan itu JOC, singkatan dari Jembatan Orange Campbell 2. Jembatan ini menjadi ikon baru Desa Tawangsari setelah pembangunan awalnya kelar pada Oktober 2019 lalu.

Waspada! Banjir Lahar Dingin di Kali Woro Klaten

Nama jembatan memang merujuk pada warna cat yang mendominasi lapisan besi. Sementara Campbell 2 merupakan ruang terbuka sekaligus area permainan luar ruang (outbond) yang letaknya hanya berjarak sekitar 200 meter dari jembatan. Ruang terbuka itu diresmikan tahun lalu dan merupakan program CSR Pertamina TBBM Teras yang dikelola warga desa.

Kepala Desa Tawangsari, Yayuk Tutiek Supriyanti, mengatakan jembatan yang mulai dibangun sejak Agustus tahun lalu itu bakal menyatu dengan area Campbell 2, terutama jika ada warga luar Tawangsari yang berkunjung untuk melakukan kegiatan outbond.

“Pembangunannya belum selesai, rencananya akan dilanjutkan tahun ini,” ujar Yayuk ketika berbincang dengan Solopos.com, Rabu (5/2/2020) lalu. Di tahun pertama anggaran pembangunan bersumber dari dana desa (DD). Sumber dana yang sama juga rencananya bakal digunakan untuk pembangunan tahap kedua.

Beli HP Rp1,7 Juta, Warga Klaten Dapat Mobil BMW

Rencananya, tahun ini pembangunan akan dilanjutkan dengan pembuatan pagar dan penambahan bambu di bagian yang mengarah pada area Campbell 2. Penambahan bambu ini dilakukan untuk menambah kesan artistik sekaligus Instagramable bagi para penyuka swafoto.

Di luar pembangunan jembatan, alokasi DD Tawangsari 2020 paling banyak digunakan untuk pelaksanaan pembangunan fisik, seperti rehab RTLH dan pemeliharaan jalan. Sisanya digunakan untuk program pembinaan kemasyarakatan dan dana darurat bencana alam.

Ultah Pasoepati: Digelar di CFD, Potong 20 Tumpeng

Jembatan JOC juga mulai populer di jagat media sosial. Penelusuran di akun media sosial Instagram, sejumlah warga terlihat berfoto untuk mendapatkan latar menarik pada jembatan. Seperti diunggah akun @dwi_veriyanto. Laki-laki ini mengunggah sebuah foto diri yang tengah membawa sepeda di tengah-tengah JOC pada Desember 2019 lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten