Inspiratif! Kelompok Warga Bakalan Wetan Wonogiri Galang Dana Untuk Renovasi Rumah Tak Layak Huni
Warga bergotong royong merehab RTLH di Bakalan Wetan RT 003/RW 003, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, belum lama ini. (istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI — Kelompok warga Bakalan Wetan, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri mengajak masyarakat berdonasi di tengah pandemi Covid-19. Donasi direalisasikan untuk merehab rumah tak layak huni atau RTLH yang berpotensi ambruk jika segera tak ditangani.

Kelompok warga yang berinisiatif menggalang dana adalah warga Bakalan Wetan RT 003/RW 003. Penggalangan dana sosial dilakukan sejak dua pekan lalu. Kegiatan tersebut direspons positif oleh puluhan warga yang tergabung dalam berbagai komunitas maupun perorangan.

Setelah terkumpul, panitia mulai merealisasikan donasi untuk merehab satu unit RTLH berukuran 5 meter x 9 meter milik Narsih, 40, warga Bakalan Wetan RT 003/RW 003, beberapa hari setelah penggalangan dana dimulai.

Pjs Bupati Klaten Ajak Masyarakat Terapkan Sikap Hidup Sehat

Ketua panitia kegiatan sosial, Giyanto, 46, menyampaikan ide bergotong royong muncul saat pertemuan rutin warga RT 003/RW 002 Bakalan Wetan bulan ini digelar. Saat itu ketua RT, Suwarno, 55, mengajak warga bergotong royong di masa pandemi Covid-19 untuk membantu merehab RTLH berstruktur papan milik Narsih.

Rumah warga miskin tersebut terancam ambruk apabila segera tak ditangani. Terlebih, saat ini sudah penghujan. Dikawatirkan rumah Narsih ambruk akibat hujan deras atau angin kencang. Narsih tak mampu merehab rumahnya karena tak bekerja. Dia mengalami gangguan jiwa, tetapi masih bisa diajak berkomunikasi. Selama ini dia hidup bersama anak tunggalnya yang kini bekerja dengan gaji minim di Solo. Anaknya itu pulang ke rumah sepekan sekali.

Warga menyambut baik ide tersebut. Namun, kendala utamanya warga RT setempat tak memiliki cukup dana. Kemudian warga membentuk panitia untuk menggalang dana sosial dari berbagai pihak melalui media sosial dan jaringan komunikasi yang sudah dimiliki.

Dalam tempo tak lama donasi terkumpul lebih kurang Rp20 juta. Donasi itu dari puluhan orang, dan sejumlah komunitas masyarakat, seperti Info Cegatan Wonogiri atau ICW, Paguyuban Warga Wonogiri atau Pawari, dan Paguyuban Warga Wonogiri Manunggal Sedya atau Pawonmas.

“Awalnya terkumpul Rp20 juta. Dana segitu sebenarnya masih kurang karena kebutuhan keseluruhan mencapai Rp70 juta. Untungnya ada warga RT lain, Pak Agus Samohung, yang menyumbang material bangunan, seperti pasir, besi, dan batako. Beliau akan membantu material sampai pembangunan selesai. Jika rehab sudah selesai nanti Pak Agus juga akan memeriksakan Bu Narsih ke RSJ Solo,” kata Giyanto saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (24/10/2020).

Donatur Material

Setelah ada donatur yang menyumbang material, warga memutuskan memulai rehab. Warga dibantu sukarelawan Palang Merah Indonesia atau PMI, dan personel Koramil Sidoharjo sambatan atau bergotong royong secara sukarela.

Pelaksanaan kegiatan menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Giyanto bersyukur warga kampungnya memiliki kepedulian tinggi meski sekarang menghadapi wabah Covid-19.

Komitmen Tingkatkan Produksi Kopi, Kementan Terus Kembangkan Inovasi

“Meski sekarang ada pandemi corona tapi bukan berarti kepedulian untuk sesama juga surut. Sebaliknya, kita tetap harus membantu warga kurang mampu yang semakin tak berdaya akibat corona ini,” ujar Giyanto.

Salah satu donatur, Agus “Samohung” Setiyono, warga Bakalan Wetan RT 001/RW 003, mengajak warga lainnya membantu warga yang lebih membutuhkan. Menurut pengusaha properti itu tak sedikit warga yang kini tak berdaya lantaran terdampak Covid-19.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom