Inilah Jumariyanto, Pengusaha Wonogiri yang Diganjar Penghargaan PLN

Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.

 Pemilik PT Regarsport Industri Indonesia, Jumariyanto (kanan), menerima penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (UMK) pada malam Penghargaan Wirausaha Tangguh 2021 yang digelar PT PLN (Persero) di Jakarta, Selasa (30/11/2021) lalu. (Istimewa/Manajemen Regarsport)

SOLOPOS.COM - Pemilik PT Regarsport Industri Indonesia, Jumariyanto (kanan), menerima penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (UMK) pada malam Penghargaan Wirausaha Tangguh 2021 yang digelar PT PLN (Persero) di Jakarta, Selasa (30/11/2021) lalu. (Istimewa/Manajemen Regarsport)

Solopos.com, WONOGIRI – Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.

PromosiLogam Tanah Jarang di Lumpur Lapindo Dukung Pengembangan Mobil Listrik

Pemilik PT Regarsport Industri Indonesia, perusahaan bergerak di bidang sandang (jersey dan sebagainya) dengan pemasaran 100 persen dalam jaringan (daring) itu menerima penghargaan dalam acara malam Penghargaan Wirausaha Tangguh 2021 di Jakarta.

Jumariyanto kepada Solopos.com, Minggu (5/12/2021), menyampaikan penghargaan diberikan kepadanya karena PLN menilai usaha yang dijalankannya dapat berkembang pesat di tengah pandemi Covid-19. Indikatornya berdasar penggunaan listrik.

Baca Juga: PLN Bagikan Gerobak Molis kepada UKM Jateng, Dorong Produktivitas Usaha

Sebelum Covid-19 mewabah, Regarsport menggunakan listrik sebesar 133.000 kilo volt ampere (kva) untuk memenuhi kebutuhan produksi dan operasional usaha di pabrik di Dusun Brubuh, Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo. Saat itu gedung berisi 24 unit mesin printing. Pada 2021 ini Jumariyanto menaikkan daya listrik menjadi 230.000 kva untuk memenuhi kebutuhan listrik di dua gedung.

Listrik sebesar 197.000 kva digunakan di gedung printing dan 33.000 kva dipasang di gedung desain yang juga masih satu kompleks dengan gedung printing. Listrik dinaikkan karena mesin printing bertambah 10 unit, sehingga kini total ada 34 unit mesin.

Peralatan di gedung desain juga bertambah banyak seiring bertambahnya jumlah desainer. Awalnya di gedung itu terdapat 130 desainer, kini bertambah menjadi 150 desainer.

Baca Juga: Konversi Kompor Induksi, PLN Sebut Bisa Hemat Uang Negara Rp27 Triliun

“Mesin dan desainer tambah karena permintaan pada 2021 ini naik signifikan. Ini sejalan dengan bertambahnya jumlah reseller [penjual ulang]. Pada 2019 kami punya 8.000 reseller, tahun ini bertambah 10 kali lipat menjadi 80.000 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. Dilihat dari tataran kabupaten/kota sebaran mereka sudah mencapai 80 persen hingga 85 persen,” kata Jumariyanto saat dihubungi.

Lelaki 40 tahun itu melanjutkan, penaikan daya listrik tersebut terbilang terlambat. Mestinya dia menaikkannya sejak 2020. Jumariyanto tidak melakukannya karena saat itu dia masih banyak mempertimbangkan banyak hal lantaran Covid-19 mewabah. Tanpa diduga usaha justru meningkat pesat, sehingga dia memutuskan menaikkan tenaga listrik pada 2021.

“Di masa pandemi Covid-19 pada 2021 ini omzet kami naik 200 persen dibanding 2019,” ucap mantan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri itu. Sebagai gambaran, omzet Regarsport pada 2017 sudah mencapai belasan miliar rupiah.

Baca Juga: PLN bakal Bangun Stasiun Pengisi Daya Kendaraan Listrik di Solo Baru

Tiga pekan sebelum penghargaan diberikan, Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) PLN mengusulkan Jumariyanto sebagai salah satu calon penerima penghargaan dari PLN pusat. Namun, saat itu pihak terkait tidak memberi tahu Jumariyanto masuk kategori apa. Sampai akhirnya dia diberi tahu sebagai salah satu nominator penerima penghargaan.

Dikutip dari web.pln.co.id, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero), Bob Saril, menyampaikan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi PLN kepada pelanggan yang mampu bertahan dan terus melaju di tengah ketidakpastian karena pandemi Covid-19 ini.

Penghargaan terbagi menjadi empat kategori, yakni Wirausaha Tani Tangguh, Wirausaha Bahari Tangguh, Wirausaha Niaga Tangguh (UMK), dan Electricfying Heroes. “Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021, PLN memilih pelanggan yang tangguh, gigih, berkreasi, dan inovatif mengatasi segala keterbatasan, dengan metode dan usaha-usaha baru berbasis pemanfaatan energi listrik,” ujar dia pada acara malam Penghargaan Wirausaha Tangguh 2021.

Baca Juga: Begini Cara Merawat Kompor Listrik Induksi Seperti Program Konversi PLN

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Prihatin Kasus Narkoba Tinggi, Kejari Solo Terjun ke Sekolah-Sekolah

Prihatin dengan angka kasus penyalahgunaan narkoba yang tinggi, Kejari Solo turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar untuk menjauhi narkoba.

14 Sertifikat Baru Lahan Terdampak JLT Sukoharjo Belum Terbit

Penerbitan sertifikat tanah yang baru setelah pelepasan hak karena terdampak JLT Sukoharjo mengacu pada ketentuan yang diatur di bidang agraria dan tata ruang.

Bupati Sragen Sambat ke Wagub Soal Angka Kemiskinan yang Tak Juga Turun

Bupati Sragen sambat ke Wagub Jateng. Ia mengaku sudah mengeluarkan anggaran banyak untuk mengentaskan kemiskinan namun angkanya tidak turun, justru naik.

Jual Minyak Goreng Rp14.000/Liter, Toko di Pasar Legi Solo Ini Diserbu

Toko Leo Jaya di lantai II Pasar Legi Solo diserbu pembeli yang antre untuk mendapatkan minyak goreng seharga Rp14.000/liter.

Jangan Macam-Macam, Kejari Karanganyar Kini Punya Satgas Mafia Tanah

Kejari Karanganyar telah membentuk Satgas Mafia Tanah sesuai instruki Kejaksaan Agung.

Dikeluhkan Warga, Tempat Karaoke di Wanglu Disegel Satpol PP Klaten

Penutupan itu dilakukan karena keberadaan karaoke dan kafe tersebut dinilai telah melanggar peraturan daerah (perda).

Penyebab Minyak Goreng Rp14.000 Sulit Diterapkan di Pasar di Boyolali

Diharapkan permasalahan harga minyak goreng di pasar tradisional dapat diselesaikan sehingga pedagang dapat menjual minyak dengan harga yang sama di toko retail.

Ribuan Tenaga Honorer di Karangamyar Terancam Nganggur

Para tenaga honorer di Karanganyar resah dengan kebijakan pemerintah pusat yang akan menghapuskan status mereka mulai tahun depan.

Bhayangkari Polres Wonogiri Diminta Berani Laporkan Kasus KDRT

Bantuan hukum terhadap kasus KDRT seperti mencegah, menindak pelaku, dan melindungi korban dijamin oleh negara.

Kasus Narkoba, Polres Sragen Tangkap 2 Warga Karangmalang dan Sidoharjo

Dua warga ditangkap Polres Sragen terkait kasus narkoba. Satu tersangka terjerat kasus kepemilikan sabu-sabu, lainnya terjerat kasus kepemilikan obat terlarang.

Ini Alasan Pengantin Wajib Tebar Benih Ikan di KUA Karanganom Klaten

Kewajiban pengantin tebar benih ikan di KUA Karanganom bermula dari kondisi Sungai Karanganom di depan kantor KUA sering dipenuhi sampah.

Misterius, Jeruk Berisi Benda Diduga Sabu-Sabu Dilempar ke Rutan Solo

Bungkusan plastik berisi jeruk yang di dalamnya ada paket diduga sabu-sabu dilempar oleh seseorang dari luar tembok ke dalam Rutan Solo, Kamis (27/1/2022) pagi.

Dinkes Karanganyar Tak Berani Minta Banyak Dosis Vaksin Booster

Dinkes Karanganyar mendapatkan tambahan 1.000 dosis vaksin booster jenis Astrazeneca dari pemerintah pusat.

Unik! Nikah di KUA Karanganom Klaten, Pengantin Wajib Tebar Benih Ikan

Kepala KUA Karanganom, Muslih, mengatakan kewajiban itu dimaksudkan agar pengantin berjiwa ikhlas.

Pelaku Begal Payudara Sragen Depresi, Terancam 9 Tahun Penjara

Aparat Polres Sragen menjerat pelaku begal payudara dengan Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.