Sukarelawan dari warga Manggung mengevakuasi rumah roboh akibat puting beliung di Desa Manggung, Ngemplak, Boyolali, Jumat (22/11/2019). (Solopos/Tamara Geraldine)

Solopos.com, BOYOLALI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk waspada. BPBD telah menggelar rapat koordinasi bersama stakeholder untuk antisipasi bencana .

Kepala Harian BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo, menyebut pihaknya telah memetakan daerah rawan bencana di Boyolali sesua dengan hasil rapat. Untuk daerah rawan bencana banjir adalah Kecamatan Banyudono, Sawit, Sambi, Ngemplak, Nogosari, Juwangi, Wonosegoro, dan Wonosamodro.

Sementara daerah yang dianggap rawan bencana angin ribut antara lain di Kecamatan Selo, Juwangi, Kemusu, Wonosamodro, Wonosegoro, Klego, dan Cepogo. Sedangkan daerah rawan bencana tanah longsor adalah Kecamatan Musuk, Kecamatan Cepogo, Kecamatan Selo, dan Kecamatan Tamansari.

Sinung menyatakan perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bencana. “Saat ini masih banyak pemukiman warga yang berada di kawasan yang rawan bencana sehingga perlu dilakukan berbagai antisipasi, termasuk sosialisasi. Kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dalam pananganan ancaman bencana,” kata dia saat ditemui Solopos.com, Selasa (10/12/2019).

Dia menambahkan jika terjadi hujan deras untuk masyarakat di daerah hilir harus waspada adanya kiriman air dari daerah hulu. Selain itu, untuk bencana angin ribut, setiap kecamatan sudah diantisipasi dengan diberikan bantuan peralatan mesin gergaji tangan. Jika ada bencana angin ribut, pohon tumbang bisa langsung ditangani pihak kecamatan. Namun, jika bencana cukup signifikan seperti di Sawit beberapa waktu lalu langsung ditangani BPBD Boyolali ke lokasi.

“Untuk antisipasi bencana tanah longsor warga masyarakat sudah dilakukan imbauan kewaspadaan terutama di daerah rawan. BPBD juga sudah mengajukan anggaran 2020 untuk mengadakan alat berat untuk mengatasi jika ada material longsoran yang mengarah di jalan raya,” ujarnya.

Selain itu, BPBD Boyolali juga sudah memberikan Surat Edaran imbauan ke-22 camat untuk disampaikan desa. Setiap kecamatan harus mendirikan posko kesiapsiagaan dalam rangka antisipasi musim hujan yang dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor dan angin ribut.

“BPBD juga sudah melaporkan kepada Bupati, beberapa korban rumah roboh akibat bencana angin ribut dengan memberikan bantuan untuk korban rumah roboh atau rusak berat mendapatkan Rp7,5 juta, rusak sedang Rp5 Juta, dan ringan Rp2,5 juta,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten