Ini Tahapan Pembebasan Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten
Patok proyek jalan tol Solo-Jogja terpasang di tepi persawahan wilayah Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kamis (30/7). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Sosialisasi dan konsultasi publik terkait pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Solo-Jogja digelar dengan sasaran warga terdampak proyek di wilayah Klaten, Jawa Tengah, mulai Selasa (4/8/2020).

Pada Selasa, tim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) serta pejabat pembuat komitmen (PPK) menyambangi sejumlah desa yang bakal terdampak jalan tol Solo-Jogja di wilayah Kecamatan Delanggu dan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Desa-desa terdampak tol itu seperti Desa Sidoharjo, Kranggan, serta Keprabon di Kecamatan Polanharjo serta Desa Sidomulyo, Kecamatan Delanggu.

Perubahan Iklim Picu Tanaman Puso, Ini Saran BMKG untuk Petani

Di Desa Kranggan, sosialisasi serta konsultasi publik tol Solo-Jogja digelar di dua lokasi yakni di gedung serba guna kantor desa serta gedung serba guna MTA yang ada di desa setempat.

Sosialisasi dan konsultasi publik diikuti warga pemilik lahan yang bakal terdampak proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Pada sosialisasi itu, tim menjelaskan ihwal tahapan persiapan serta pengadaan lahan untuk jalan tol di Klaten.

Pada pengadaan lahan, bakal ada tim yang mendatangi bidang-bidang tanah terdampak jalan tol Solo-Jogja. Tugas tim tersebut mengukur tanah serta mendata apa saja yang ada di atas tanah tersebut seperti bangunan, sumur, serta tanaman keras.

Penaksiran Harga

Setelah dilakukan identifikasi dan inventarisasi lahan terdampak tol, bakal dilakukan penilaian appraisal atau penaksiran harga oleh tim independen.

Soal ganti rugi, tim persiapan dari pemprov mengatakan selain tanah, berbagai hal yang ada di atas tanah tersebut yang sudah diinventarisasi serta ditaksir nilainya oleh tim bakal mendapatkan ganti rugi.

Sejumlah warga sempat mempertanyakan jadwal pelaksanaan pembebasan lahan agar mereka bisa bersiap-siap jika memang lahan mereka terdampak proyek tol Solo-Jogja.

Catat! 1.500-an Peserta Tes CPNS Sragen Wajib Karantina Mandiri Sebelum Ikuti SKB

Pada kesempatan itu, tim persiapan mengatakan pembebasan lahan di Klaten segera dilakukan. Kecepatan waktu pembebasan lahan tergantung kesiapan dokumen warga.

Pada kesempatan itu, PPK juga menyampaikan ihwal teknis pembangunan jalan tol di Klaten. Jalan tol yang dibangun dan melintasi di wilayah Klaten bukan jalan layang melainkan jalan tol dengan timbunan tanah.

Staf PPK Jalan Tol Solo-Jogja, Hernendy Setiawan, mengatakan sosialisasi dan konsultasi publik menjadi tahapan awal pelaksanaan jalan tol Solo-Jogja.

Diperkirakan Mencapai 28 Km

Nendy mengatakan di Klaten ada sekitar 50 desa di 11 kecamatan yang bakal terdampak jalan tol Solo-Jogja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, panjang jalan tol Solo-Jogja yang bakal melintasi Klaten diperkirakan mencapai 28 km. Soal pelaksanaan pembangunan, Nendy mengatakan sebelumnya direncanakan dimulai pada 2021 mendatang.

“Untuk target menunggu proses ini dulu karena juga kondisi masih seperti ini [pandemi Covid-19]. Kami tidak bisa menghitung kapan dimulainya. Kalau sebelumnya direncanakan 2021 sudah mulai pelaksanaan proyek,” jelas dia.

Wow, Pria Klaten Pasang 75 Bendera di Depan Rumah Sambut HUT RI

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan sosialisasi dan konsultasi publik masih menjadi tahapan awal rencana proyek pembangunan jalan tol.

“Kalau saat ini belum sampai ke pengumpulan dokumen warga. Dalam sosialisasi ini, kalau ada permasalahan nanti bisa dirampungkan sejak awal,” urai dia.

Lebih lanjut, Jaka mengatakan sosialisasi dan konsultasi publik dijadwalkan menyasar ke seluruh desa di Klaten yang bakal terdampak jalan tol hingga 25 Agustus mendatang.

“Imbauan kami, masyarakat tetap tenang,” ungkap dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom