Ini Jurus Luhut Gairahkan Pariwisata Indonesia Bila Covid-19 Usai
Pura Besakih, Bali (Liputan6.com)

Solopos.com, JAKARTA--Pandemi Covid-19 berdampak hampir ke semua sektor, termasuk pariwisata. Akibat wabah ini, sektor pariwisata Indonesia sangat terpukul hingga membutuhkan waktu 10 bulan untuk kembali bergairah.

"Untuk pariwisata, dari studi yang kami lakukan memang kalau ada serangan teror itu mungkin dua bulan akan susah. Tetapi masalah Covid ini, itu dihitung baru 10 bulan dia (pariwisata) baru bisa recovery. Jadi betul-betul painfull banget bagi kita," ujar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Ke depan, untuk membuat pariwisata Indonesia kembali menarik pemerintah akan mendorong wisatawan dalam negeri untuk berwisata. Sebab, selama ini hanya 55 persen wisatawan domestik yang melakukan perjalanan kunjungan.

"Apa yang masih bagus untuk turis ini?. kalau kita lihat turis domestik kita itu baru 55 persen, kita mau seperti negara lain 70 persen dan itu akan membuat ekonomi kita cukup berputar," papar dia.

Gara-Gara Pandemi Covid-19, 12 Hotel Berbintang Di Solo Sempat Ditutup

Perbaikan Tempat Wisata

Dia menambahkan, sembari menunggu pemulihan akibat pandemi ini, pemerintah akan memperbaiki beberapa tempat wisata yang memiliki daya tarik. Dengan demikian, begitu pandemi berakhir, pariwisata Indonesia bisa menarik lebih banyak wisatawan.

"Oleh karena itu sekarang kami memperbaiki spot-spot turis. Sehingga orang datang spot turis itu akan bagus. Nanti pada bulan September, Oktober tahun ini," tandasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan penyebaran virus di seluruh negara ini menyebabkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia turun sebesar 87,44 persen sepanjang April 2020. Penurunan tersebut adalah jika dibandingkan dengan kedatangan wisatawan pada April 2019.

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia April 2020 mengalami penurunan sebesar 87,44 persen dibanding jumlah kunjungan pada April 2019 atau hanya sekitar 160.000," ujar Suhariyanto melalui diskusi online, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Harga Emas Hari Ini 3 Juni: Antam Turun, Pegadaian Naik

Berdampak Luas

Jika dibandingkan Maret 2020, jumlah kunjungan wisman pada April 2020 juga mengalami penurunan sebesar 66,02 persen. Kunjungan wisatawan pada April 2020 didominasi oleh turis dari Timor Leste.

"Dampak Covid ke pariwisata Indonesia sudah terjadi sejak bulan Februari. Jadi pada April 2020 ini jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia hanya tinggal 160.000 orang. Ini didominasi oleh wisatwan mancanegara dari Timor Leste," jelas Suhariyanto.

Suhariyanto mengatakan penurunan kunjungan turis harus diantisipasi agar tak berdampak luas pada sektor pendukungnya seperti tingkat hunian kamar, sektor transportasi, industri kreatif dan perdagangan.

Teruntuk Para Menteri, Ini 5 Arahan Presiden Jokowi Untuk Pemulihan Ekonomi

"Kalau kita bandingkan posisi ini pergerakan grafik sangat tidak biasa ini menunjukkan dampak covid ke pariwisata sangat sangat besar. Kita perlu hati-hati karena ini akan berdampak pada sektor pendukungnya baik tingkat hunian kamar, sektor transportasi, industri kreatif dan perdagangan," jelasnya.

Penurunan kunjungan ini terjadi hampir di semua pintu masuk besar. Ada yang mencapai 95 persen bahkan ada yang mencapai penurunan 100 persen. Di Bandara Soekarno Hatta, penurunan secara yoy hampir 100 persen. Demikian juga Ngurah Rai dan Juanda hampir 100 persen.

"Jadi dampaknya betul-betul luar biasa karena semua negara menerapkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Jumlah wisman melalui laut dan darat itu juga mengalami penurunan tajam. Jadi dampaknya betul-betul luar biasa. Kita perlu memikirkan terobosan baru supaya sektor ini kembali pulih ke depan," jelas dia.

Sumber: Liputan6.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho