Ini Instruksi Mahfud MD Terkait Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber
Menkopolhukam Mahfud MD saat memberikan pengarahan secara virtual di sela pengukuhan mahasiswa baru dan guru besar Unesa, Senin (07/09/2020). (Antaranews.com)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah membuat instruksi kepada seluruh aparat. Baik aparat keamanan maupun intelijen untuk menyelidiki peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber secara tuntas dan transparan.

Kasus penusukan Syekh Ali Jaber di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, pada Minggu (13/9).

"Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh aparat, baik itu aparat keamanan, maupun intelijen. Bahkan saya juga sudah meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [BNPT], Densus, dan BIN bersama kepolisian. Saya sudah minta agar menyelidiki kasus ini dengan sebaik–baiknya dan setransparan mungkin," kata Mahfud dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Syekh Ali Jaber Ungkap Pelaku Penusukan Sangat Berani dan Terlatih

Oleh sebab itu, lanjut Mahfud di kediamannya, kepada semua aparat itu untuk melakukan pemetaan, pemantauan dan perlindungan penuh kepada Dai, terutama para ulama.

Terkait dengan beredarnya informasi bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan, Mahfud mengatakan bahwa saat ini aparat masih melakukan penyelidikan. Untuk mengetahui latar belakang dan jaringan yang ada di belakang pelaku penusukan.

Kejiwaan Pelaku

"Spekulasi di masyarakat ada dugaan berdasar pengakuan keluarganya, si penusuk ini sakit jiwa. Tapi kita belum percaya, kita pasti akan tau dia sakit jiwa betul atau tidak, itu nanti setelah diselidiki. Kalau orang sakit jiwa jejak digitalnya seperti apa, keluarga melihatnya kayak apa. Tetangganya melihatnya seperti apa, temen-temennya melihatnya seperti apa, baru kita bisa menyimpulkan dia sakit jiwa. Oleh sebab itu sampai ini, kami atau pihak aparat terus menyelidiki bagaimana latar belakang dan apa jaringan yang ada di belakang anak ini," jelas Mahfud.

Terciduk Saat Beraksi di Solo, Warga Magelang Kuras Uang Dengan Modus Ganjal ATM

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menambahkan pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi kebebasan umat beragama, apapun pandangan politiknya.

Pemerintah, tambah Mahfud, tidak akan mampu membangun masyarakat tanpa adanya peran serta para ulama dan para juru dakwah yang telah bekerja dengan ikhlas.

"Da’i apapun pandangan politiknya, itu harus dilindungi kalau sedang berdakwah. Itu yang terpenting. Kita hidup selama ini bangsa Indonesia, budaya- budaya yang baik itu justru ditimbulkan oleh dakwah-dakwah para pendakwah kita yang telah bekerja dengan ikhlas," paparnya.

Ratusan Warga Bongkar Makam Korban Corona di Irak, Kenapa?

Di tahun 2011 Menko Polhukam pernah hadir dan mendengar ceramah yang dibawakan oleh Syekh Ali Jaber. Ia mengatakan bahwa Syekh Ali Jaber adalah pendakwah yang tidak berpolitik dan sangat baik.

Pada Senin sore ini Mahfud MD berencana untuk menemui Syekh Ali Jaber secara langsung untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

 

Sumber: Antaranews.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom